Jenderal TNI Kecolongan Pelat Nomor, Lapor Polisi

author surabayapagi.com

- Pewarta

Rabu, 17 Apr 2024 21:06 WIB

Jenderal TNI Kecolongan Pelat Nomor, Lapor Polisi

Pelakunya Seorang Insinyur yang Ngaku Adik Jenderal

 

Baca Juga: Pasutri Produksi Scarlett Palsu Hanya Dituntut 10 Bulan Penjara dan Denda Rp 5 Juta

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Seorang Marsda Purnawirawan TNI pemilik asli pelat dinas TNI yang dipakai seorang insinyur, melaporkan pria tersebut ke Polda Metro Jaya. Kini, pelaku telah ditangkap Tim Ditreskrimum Polda Metro Jaya.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi membenarkan soal penangkapan pelaku tersebut. "Benar sudah diamankan dan sedang dilakukan pendalaman," kata Kombes Ade Ary Rabu (17/4/2024).

Sopir Fortuner inisial PWGA menggunakan pelat dinas TNI palsu itu ditangkap di kediamannya di daerah Cempaka Putih, Jakarta Pusat, pada Selasa (16/4).

Ade belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai kronologi penangkapan terhadap pengemudi Fortuner. Dia menyatakan informasi lebih lanjut akan disampaikan pada konferensi pers.

Pelaku bernama Ir PWGA. Ia ditangkap di rumahnya di kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Saat ini ia terus diperiksa polisi. Dari pendalaman awal, pemalsuan dilakukan untuk menghindari ganjil genap di Jakarta. "Saat ini masih dilakukan pemeriksaan," katanya.

Sejak Senin (15/4/2024), beredar video ada sebuah Fortuner berplat TNI menyalip antrean kendaraan dari arah kiri. Dinarasikan bahwa sempat terjadi senggolan dengan mobil lain akibat ulah Fortuner tersebut.

Saat itu pemobil lain menegur pengemudi Fortuner tersebut hingga terjadi percekcokan. Namun sopir Fortuner malah mengaku sebagai adik dari seorang Jenderal. "Dinas di mana?" tanya korban.

"Mabes TNI, kakak saya Jenderal, Sonny Abraham," jawab sopir Fortuner.

PWGA, viral di media sosial setelah video menunjukkan mobil SUV Fortuner dengan pelat nomor yang dipakainya tidak sesuai dengan sistem. Pada video dari akun X @bundakostt, terlihat pengemudi Fortuner terlihat adu mulut dengan pengendara lain.

 

Pelat Dinas TNI Marsda

Ia mengklaim sebagai anggota TNI. Namun, kemudian dia mengaku anggota TNI sebenarnya adalah kakaknya.

Setelah diselidiki, pelat dinas TNI dengan nomor registrasi 84337-00 tersebut milik Marsda TNI (Purn) Asep Adang Supriyadi. Namun, pelat tersebut dipalsukan dan digunakan oleh pengemudi Fortuner tersebut.

Dalam sistem kepolisian, pelat nomor tersebut juga seharusnya terpasang pada Mitsubishi Pajero Sport bukan Toyota Fortuner yang viral di media sosial.

Baca Juga: Curangi Usaha Es Cream Zangrandi, HS Ditetapkan Tersangka oleh Polisi

 

Pelat Dinas TNI Purnawirawan

Kapuspen TNI Mayjen Nugraha Gumilar menyebutkan pihaknya susah menelusuri pelat dinas tersebut. Pelat dinas TNI dengan nomor registrasi 84337-00 itu merupakan milik seorang purnawirawan.

Meski demikian, pelat dinas yang digunakan pengemudi Fortuner tersebut ternyata palsu. Pemilik pelat dinas kini sudah membuat laporan ke Polda Metro Jaya terkait kasus yang ada.

"Pengemudi arogan yang menggunakan pelat dinas Mabes TNI ternyata pelat dinas palsu, pemilik asli sudah lapor ke kepolisian karena merasa dirugikan," kata Kapuspen TNI Mayjen Nugraha Gumilar saat dimintai konfirmasi, kemarin.

Nugraha juga menegaskan pengemudi Fortuner tersebut adalah warga sipil. Terduga pelaku tidak ada hubungan dengan pensiunan TNI pemilik pelat dinas tersebut.

"Tidak benar (pernyataan pengemudi Fortuner)," tuturnya..

 

Baca Juga: Kades Turirejo Kedamean Resmi Jadi Tersangka Pemalsuan Petok D

Marsda TNI (Purn) Asep Adang

Marsda TNI (Purn) Asep Adang Supriyadi yang merupakan pemilik asli pelat dinas tak terima.

"Kami tidak memiliki hubungan dan kami tidak kenal dengan warga sipil yang melakukan pelanggaran lalu lintas di KM 57 Tol Cikampek dengan menggunakan mobil Toyota Fortuner pelat Dinas 84337-00 dan menjadi viral," kata Asep Adang Supriyadi dalam keterangannya, Senin (15/4/2024).

Asep Adang mengatakan pelat dinas dengan nomor 84337-00 tersebut digunakan untuk kendaraan dinas operasional sebagai guru besar di Universitas Pertahanan sejak pensiun 2020 yang lalu.

"Selain itu, kendaraan yang saya gunakan dengan plat nomor dinas tersebut adalah Pajero Sport dan terdaftar dalam sistem, bukan Toyota Fortuner sebagaimana yang telah viral di video pemberitaan," ujarnya.

Asep menegaskan tidak pernah meminjamkan pelat dinas TNI miliknya kepada siapapun. Dia juga sudah membuat laporan ke Polda Metro Jaya terkait kasus yang ada.

"Untuk permasalahan ini, kami juga telah membuat laporan pengaduan di Mapolda Metro Jaya guna membantu tercapainya tercapainya titik terang dari permasalahan ini," tuturnya. n erc/jk/cr5/rmc

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU