Home / Opini : ANALISIS BERITA

Ganjar tak Hadir, Sinyal Kuat PDIP Oposisi

author surabayapagi.com

- Pewarta

Rabu, 24 Apr 2024 21:33 WIB

Ganjar tak Hadir, Sinyal Kuat PDIP Oposisi

i

Dosen ilmu politik & international studies Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam

Saya menilai PDI Perjuangan dan paslonnya, Ganjar Pranowo-Mahfud Md, kompak tidak menghadiri penetapan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sebagai presiden dan wakil presiden terpilih 2024-2029, sebagai sinyal kuat oposisi.

Saya menilai ketidakhadiran Ganjar-Mahfud pada momen penetapan pemenang Pilpres 2024 Prabowo-Gibran merupakan sinyal kuat pilihan politik PDIP.

Baca Juga: Gibran, Kaget Ganjar Pranowo Oposisi

Saya baca, ketidakhadiran paslon nomor urut 3 Ganjar-Mahfud dalam rapat pleno terbuka KPU terkait penetapan pemenang Pilpres 2024 merupakan sinyal kuat bagi pilihan politik PDIP untuk mengambil langkah oposisi pada era pemerintahan Prabowo-Gibran.

Menurut saya ketidakhadiran Ganjar-Mahfud itu juga dipicu oleh sikap politik PDIP yang masih mengupayakan langkah di PTUN.

Dalam pandangan saya, jika Ganjar-Mahfud hadir di pelantikan Prabowo-Gibran hari ini, maka akan bertolak belakang dengan langkah PDIP.

Jadi, ketidakhadiran Ganjar-Mahfud itu tampaknya dipicu oleh sikap politik PDIP yang masih berusaha melakukan gugatan lanjutan melalui PTUN terkait kesalahan KPU yang dianggap mengabaikan legal-prosedural dalam penetapan Gibran sebagai cawapres pendamping Prabowo. Karena itu, jika Ganjar-Mahfud datang ke KPU, keduanya akan dianggap 'kemajon' dan berhadap-hadapan dengan sikap politik PDIP.

Saya melihat ada dua hal lain yang memperkuat sinyal PDIP akan beroposisi di pemerintahan Prabowo-Gibran.

Baca Juga: Gibran, Kaget Ganjar Pranowo Oposisi

Pertama, ketidakhadiran Puan Maharani sebagai Ketua DPR RI.

Kedua, munculnya informasi spekulatif dari elite PDIP Komarudin Watubun yang menyatakan adanya pemberhentian status keanggotaan Joko Widodo dan Gibran Rakabuming Raka dari PDIP.

Berbeda dengan Ganjar-Mahfud dan PDIP, Umam menyebut sinyal positif lain justru terjadi pada Anies-Cak Imin beserta NasDem dan PKB.

Baca Juga: Sikap Kenegarawanan Ganjar, yang Memilih di Luar Pemerintahan Prabowo-Gibran

Tampaknya, kehadiran capres-cawapres nomor urut 1 Anies-Muhaimin di KPU, tentu memberikan sinyal politik yang positif bagi persatuan guna menghadirkan kesejukan bagi dinamika politik nasional ke depan. Terlebih lagi, santer beredar informasi bahwa NasDem dan PKB telah dibukakan pintu lebar-lebar untuk bergabung dengan pemerintahan Prabowo-Gibran ke depan. n rmc

 

*) Dibeberkan kepada wartawan, Rabu (24/4/2024).

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU