Pak Jokowi, Ngono Yo Ngono, Ning Ojo Ngono

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Raditya M Khadaffi
Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Wali Kota Medan Bobby Nasution, adalah satu dari 14 kepala daerah yang menerima penghargaan Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha yang disematkan Mendagri Tito Karnavian. Tak sedikit yang menilai Bobby menerima penghargaan itu karena faktor menantu Jokowi. Lantas, bagaimana respons Bobby?

"Kalau tanya itu, tanya sama yang ngasih (presiden). Kami kan dikasih dari yang disampaikan (Mendagri) tadi, kami dengarkan," kata Bobby seusai peringatan Hari Otonomi Daerah 2024 di Balai Kota Surabaya, Kamis (25/4/2024).

Penyematan Satyalancana diberikan langsung oleh Mendagri Tito Karnavian menggantikan Presiden Jokowi yang batal hadir. Bobby mengaku, penghargaan tersebut sudah melalui proses penilaian yang dilakukan berbagai pihak terkait.

"Tentunya nilai itu kan nggak ada faktor tambahan, cara penilaiannya sama. Kalau tanya tentang itu, ya jangan tanya kepada yang diberi penilaian," ungkap Bobby.

Tak lama lagi Gibran. Putra sulung Jokowi menegaskan, pemberian penghargaan itu bukan karena titipan. Menurut Tito, penghargaan didasarkan pada penilaian objektif sesuai indikator yang telah ditentukan dan telah melalui sesi wawancara pemda terpilih.

"Saya yakin terpilihnya (Gibran), sekali lagi bukan karena pesanan, tapi karena dinilai tim independen dan kami juga mempertanggungjawabkan. Teman-teman kepala daerah kan paham mana yang berprestasi," kata Tito.

Gibran mendapatkan penghargaan lainnya dari Kemendagri, yakni dalam bidang kinerja pemerintah daerah (pemda) yang cukup baik.

 

***

 

Saya kutip lengkap pernyataan Bobby, seusai peringatan Hari Otonomi Daerah 2024 di Balai Kota Surabaya, Kamis (25/4/2024). Ini pernyataannya;

"Kalau tanya itu, tanya sama yang ngasih (presiden). Kami kan dikasih dari yang disampaikan (Mendagri) tadi, kami dengarkan,"

Sebagai jurnalis saya punya akal sehat menilai. Bisa bisa pemberian tanda kehormatan kepada Wali Kota Surakarta, Gibran Rakabuming Raka, dan Wali Kota Medan, Bobby Nasution, memicu kontroversi.?

Benarkah pemberian ini ada unsur nepotismenya? Mengingat keduanya merupakan anak dan menantu Presiden Joko Widodo.

 

***

 

Mengetahui peristiwa ini, saya teringat pesan buyut saya yang dari Muntilan. Buyut ingatkan saya dengan ungkapan “ngono yo ngono ning ojo ngono”.

Ungkapan ini Apabila diterjemahkan dalam bahasa Indonesa menjadi “Begitu ya begitu, tetapi jangan begitu”.

Kalau saya perhatikan sekilas kata tersebut terkesan membingungkan dan aneh serta tanpa makna. Tetapi untuk masyarakat jawa seperti buyut saya, sangat memahami benar filosofi sindiran tersebut.

Konsep asas ngono yo ngono tapi ojo ngono. Kata buyut, ungkapan itu bukan tanpa sebab.

Buyut bilang suatu penyelesaian masalah, dalam filosofi jawa oleh masyarakat jawa dipercayai dalam memilih jalan “sederhana”, yaitu “seni meletakkan diri”. Artinya ambil posisi terlalu ringan dan terlalu berat, terlalu besar dan terlalu kecil.

Ada pesan terlalu berkesan “menghindari”. Terkesan seperti jalan memutar dalam ungkapan "ngono yo ngono ning ojo ngono". Bahasa lugasnya, ayah saya menterjemahkan " silahkan demikian tetapi jangan begitu terlalu”.

 

***

 

Saya masih ingat pesan buyut tentang orang yang berbudi luhur. Mereka tidak hanya bersikap baik tetapi juga terhadap orang buruk. Pesannya, sikap baik terhadap semua orang dianggap cermin kepribadian seseorang yang memanusiakan manusia. Artinya, meskipun manusia tak luput dari kekurangan dan sifat buruk.

Buyut mengingatkan masyarakat Jawa yang memiliki kematangan moral, senantiasa akan memiliki sikap dan budi luhur (yaitu watak-watak utama orang jawa).

Maka bagi orang Jawa, berbudi luhur sangat penting, karena dengan budi luhur seseorang dapat menentukan bagaimana ia harus memposisikan diri, bersikap tepat pada tempat yang tepat.

Nah, sebagai generasi milenial, menyimak wejangan buyut, saya bertanya apakah tepat seorang ayah yang memegang kekuasaan, bagi bagi penghargaan urusan publik ke menantu dan anak?.

Apa penghargaan kepada Bobby dan Gibran, oleh Jokowi, bisa menjaga tatanan dan keharmonisan di dalam masyarakat? Saya tidak tahu, karena belum melakukan penelitian. Saya juga tidak paham, penghargaan semacam itu apa dapat melindungi reputasi dan kepentingan Bobby dan Gibran di depan publik yang berakal sehat? Saya khawatir ungkapan jawa ini menyasar ke ungkapan becik ke titik olo ketoro. Orang bisa menyebut ada praktik nepotisme. Apa iya? Walahualam ([email protected])

Berita Terbaru

Berdayakan UMKM Lewat TJSL, PLN UIT JBM Dukung Pengembangan Batik Tin Gundih

Berdayakan UMKM Lewat TJSL, PLN UIT JBM Dukung Pengembangan Batik Tin Gundih

Jumat, 11 Sep 2026 21:29 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 21:29 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Komitmen PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat t…

Jumat Berkah, Polres Blitar Tingkatkan Kedekatan dan Pelayanan Masyarakat

Jumat Berkah, Polres Blitar Tingkatkan Kedekatan dan Pelayanan Masyarakat

Jumat, 11 Sep 2026 16:54 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 16:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Guna meningkatkan kedekatan dan pelayanan untuk masarakat, Polres Blitar kali ini melalui kegiatan Jumat Berkah yang digelar di…

Kemarau Melanda, Satlantas Polres Gresik Salurkan Air Bersih ke Warga Pandanan

Kemarau Melanda, Satlantas Polres Gresik Salurkan Air Bersih ke Warga Pandanan

Jumat, 11 Sep 2026 16:25 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 16:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Gresik – Musim kemarau mulai dirasakan warga di sejumlah wilayah Kabupaten Gresik. Kondisi tersebut mendorong Satuan Lalu Lintas (Satlantas) P…

Literasi Tak Lagi Sekadar Membaca, Sampoerna Academy Dorong Siswa Ubah Gagasan Menjadi Karya

Literasi Tak Lagi Sekadar Membaca, Sampoerna Academy Dorong Siswa Ubah Gagasan Menjadi Karya

Jumat, 11 Sep 2026 14:59 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 14:59 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Kemampuan literasi anak menghadapi tantangan yang semakin kompleks di tengah derasnya arus informasi digital. Literasi tidak lagi s…

Diklaim Bikin Resah, Warga Tambakbayan Ponorogo Segel Outlet Diduga Penjual Miras

Diklaim Bikin Resah, Warga Tambakbayan Ponorogo Segel Outlet Diduga Penjual Miras

Jumat, 11 Sep 2026 14:27 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 14:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo — Puluhan warga Lingkungan Trunodangsan, Kelurahan Tambakbayan, Kabupaten Ponorogo, menyegel sebuah outlet yang diduga menjual m…

Hadapi De Red FC, Kendal Tornado FC Tegaskan Target Promosi ke Liga 1

Hadapi De Red FC, Kendal Tornado FC Tegaskan Target Promosi ke Liga 1

Jumat, 11 Sep 2026 14:16 WIB

Jumat, 11 Sep 2026 14:16 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Kendal Tornado FC langsung memasang target tinggi pada laga perdana Pegadaian Championship 2026/2027. Tim asal Kendal tersebut m…