366 Jemaah Haji Kloter Pertama Embarkasi Surabaya Telah Berangkat ke Tanah Suci

author Lailatul Nur Aini

- Pewarta

Minggu, 12 Mei 2024 09:19 WIB

366 Jemaah Haji Kloter Pertama Embarkasi Surabaya Telah Berangkat ke Tanah Suci

i

Kloter pertama jemaah haji Embarkasi Surabaya 1445 H/2024 M telah berangkat ke tanah suci pada Minggu pagi, (12/05/2024). SP/ AINI

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Kloter pertama jemaah haji Embarkasi Surabaya 1445 H/2024 M telah berangkat ke tanah suci pada Minggu pagi, (12/05/2024) dari Bandara Juanda Internasional, Surabaya. 

Kloter pertama yang berasal dari Bojonegoro itu menuju ke Baitullah menggunakan pesawat Saudia Arabian Airlines dengan Nomor Flight SV 5269 yang akan diberangkatkan dari Bandara Juanda pukul 05.20 WIB, dan sesuai jadwal akan tiba di Bandara Amir Muhammad Bin Abdul Aziz (AMAA) Madinah Arab Saudi pada pukul 14.10 waktu setempat.

Baca Juga: Makkah Route: Imigrasi Surabaya Datangkan Langsung Petugas dari Arab Saudi ke Juanda

Kloter pertama sejumlah 371 orang itu, resmi dilepas oleh Penjabat (Pj) Gubenur Jawa Timur, Adhy Karyono ke Tanah Suci pada Sabtu (11/5/2024) pukul 23.50 WIB di Asmara Haji Sukolilo, Surabaya.

Dengan rincian, 366 jemaah haji, 1 orang Tim Pemandu Haji Indonesia (TPHI), 1 orang Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) serta 3 orang Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI).

Seperti yang diketahui, pada keberangkatan jemaah haji embarkasi Surabaya kali terdapat layanan fast track Mecca Route dari Pemerintah Arab Saudi.

Atas kemudahan tersebut, Pj Gubernur mengapresiasi layanan tersebut yang berterimakasih kepada pihak imigrasi karena sudah membantu kelancaran proses jamaah asal Jawa Timur untuk menunaikan ibadah haji.

"Alhamdulillah tahun ini Embarkasi Surabaya mendapat layanan fast track. Seolah-olah ketika kita tiba di Arab Saudi tidak ada proses keimigrasian karena sudah dilakukan di Bandara Juanda. Kami juga bersyukur atas perhatian yang diberikan untuk jamaah haji asal Jatim," kata Adhy, saat ditemui awak media di Asrama Haji, Surabaya, Minggu (12/05/2024).

Pada kesempatan itu, Adhy juga turut berpesan kepada jemaah untuk menjaga ketahanan fisik dan mental ketika menjalankan rangkaian ibadah haji. Mengingat adanya perbedaan kondisi iklim dan cuaca di Indonesia dan Saudi Arabia menjadi tantangan bagi jamaah haji. Terlebih, informasi terbaru cuaca di Arab Saudi bisa mencapai 40 derajat.

"Setiap jamaah dituntut menjaga dan memelihara kondisi fisik karena hampir 90% pelaksanaan kegiatan dilakukan secara fisik. Jaga kesehatan. Sehat adalah modal agar bisa menjalankan ibadah haji dengan baik," ujarnya.

Baca Juga: Haji Lansia Masih 40 Ribu, Tahun Lalu 36 Meninggal

Selaras dengan itu, Direktur Bina Haji, Arsad Hidayat turut menambahkan dengan meningkatkan kembali pentingnya menjaga stamina saat menjalin ibadah di tanah suci.

"Kita harus ingat bahwa puncak ibadah haji adalah wukuf di Arafah. Karena kloter awal ini akan tiba lebih dahulu di Madinah dan beberapa Minggu tinggal di Mekkah sebelum wukuf, maka mohon dijaga betul kesehatannya, jangan terlau diforsir untuk beribadah, mohon diimbangi dengan kondisi kesehatan kita" ungkap Arsad.

Menurutnya pada Haji kali bertajuk haji ramah lansia dikarenakan sekitar 45 ribu jemaah Indonesia adalah lansia. Diketahui, pada kloter ini lansia berusia 70 tahun ke atas berjumlah 33 orang. 

 "Seluruh layanan mulai di tanah air hingga di tanah suci diupayakan ramah lansia," terangnya. 

Baca Juga: Gantikan Ayahnya, Abdul Aziz, Siswa SMK 18 Tahun jadi CJH Termuda di Surabaya

Perlu diketahui, pada kloter 1 ini semua jemaah dapat diberangkatkan sehingga tidak ada jemaah yang mengalami penundaan karena masalah kesehatan atau lainnya. 

Pada sisi lain, ada jemaah termuda di Kloter 1 berusia 18 tahun asal Kabupaten Bojonegoro bernama Moch. Abdul Aziz. Sedangkan jemaah tertua di kloter 1 ini berusia 88 tahun bernama Siti Juwariyah Abdur Rohman dari Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro.

Salah satu jamaah lansia yang berusia 86 tahun dari Bojonegoro bernama Satam berangkat didampingi anaknya Siti Kholifah Satam (56). 

"Alhamdulillah, senang dan lega. Di usia 86 tahun ini akhirnya bisa berangkat haji ditemani anak saya," tandas Satam. ain

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU