Ketua DPRD Gresik Juga Terima Keluhan Dugaan Kecurangan Seleksi Anggota PPK

author M. Aidid Koresponden Gresik

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Much Abdul Qodir. SP/Grs
Much Abdul Qodir. SP/Grs

i

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Keresahan publik terhadap isu seleksi anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dikeluhkan oleh Ketua DPRD Gresik Much Abdul Qodir. Ketua DPC PKB Gresik ini mengaku menerima keluhan sejumlah peserta dengan nilai tertinggi tetapi tidak lolos menjadi anggota PPK.

"Kami juga menerima keluhan yang sama. Nilai tertinggi tetapi tidak lolos menjadi PPK. Jika ini dibiarkan tidak ada penjelasan yang transparan maka akan menjadi ruang gelap yang memantik keresahan publik," ungkap Qodir saat dikonfirmasi melalui ponselnya, Jumat (17/5).

Qodir mengaku tidak mengetahui nilai hasil tes tulis dan wawancara secara resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Tiba-tiba saja dirinya mendapat keluhan dari sejumlah peserta yang mengaku nilai tes tertinggi tetapi tidak lolos menjadi anggota PPK.

"Tes wawancara ada nggak? Termasuk materinya apa? Jangan-jangan yang dibicarakan soal lain. Jangan-jangan yang dibicarakan di luar pemilu. Nah, inilah yang menjadi masalah sebenarnya. KPU tidak boleh mendiamkan keresahan ini. Harus segera membuka ruang informasi seluas-luasnya," tandasnya.

Pihaknya akan menunggu perkembangan isu seleksi PPK ini. Jika tidak ada penjelasan isu yang hari ini mengemuka dari KPU maka secara kelembagaan akan meminta klarifikasi secara resmi dari KPU. 

"Pastinya kita akan konfirmasi ke KPU. Kita minta KPU untuk membuka informasi seluas-luasnya. Keresahan ini banyak dikeluhkan. Jangan membiarkan ruang gelap yang akan membuat spekulasi publik menduga-menduga. Kami akan mengundang KPU untuk mendapatkan penjelasan agar publik mendapatkan informasi yang terang," tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Ketua Komisi I DPRD Gresik Muchamad Zaifuddin. "KPU harus transparan dalam perekrutan anggota PPK. Rekrutmen itu kan ada mekanismenya," katanya melalui pesan WhatsApp, Jumat (17/5). 

Menurut ketua komisi yang membidangi hukum dan pemerintah minta KPU untuk menjelaskan mekanisme rekrutmen PPK secara terbuka dan transparan mungkin. "Kalau pun menemukan bukti-bukti kecurangan laporkan saja segera ke pihak yang berwenang," tegas Udin, panggilan akrab legislator asal Partai Gerindra itu. 

Sebelumnya Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Gresik Nurul Yatim juga mendengar isu dugaan suap soal penerimaan anggota PPK. Tetapi dirinya tidak memiliki bukti atas dugaan tersebut. Ia mengaku prihatin karena jika keresahan ini terus berkembang akan mengganggu pelaksanaan Pemilukada 2024.

Dikonfirmasi terpisah Ketua KPU Gresik Akhmad Roni membantah soal isu yang menyebut ada permainan uang rekrutmen PPK. Bahkan soal hasil tes tulis dan wawancara menurut Roni tidak ada hubungannya. 

"Itu (hasil tes) hanya untuk bisa masuk wawancara, tidak ada hubungannya lagi. Tidak benar itu (permainan uang)," jawab Roni

Sebagaimana diketahui KPU Gresik telah melantik anggota PPK terpilih sebanyak 90 orang di Hotel Aston pada Kamis (16/5) lalu. grs

Berita Terbaru

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Menteri Haji Ungkap Kendala Biaya Haji 2027, Tarif Penerbangan Saudia Airlines Masih Lebih Mahal 

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 22:11 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Menteri Haji Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan mengungkapkan pembahasan biaya penyelenggaraan ibadah haji 2027 masih berlangsung. S…

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

UNS Rebut Gelar Juara Beregu Campus League Badminton 2026 Usai Drama Tiga Set Lawan BINUS

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:11 WIB

SurabayaPagi, Bandung — Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Surakarta merebut gelar juara beregu Campus League Badminton 2026 - The Nationals setelah m…

Beredar Beras Bantuan Pangan Berubah Warna, Bulog Pastikan Tidak ada Beras Oplosan Seperti yang Diisukan

Beredar Beras Bantuan Pangan Berubah Warna, Bulog Pastikan Tidak ada Beras Oplosan Seperti yang Diisukan

Jumat, 25 Sep 2026 21:08 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 21:08 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Adanya peredaran beras bantuan pangan yang berubah warna di wilayah Semanding Tuban, langsung ditanggapi oleh Bulog Cabang B…

Pupuk Bersubsidi Jatim Masih Tersisa 557 Ribu Ton, Fraksi PDIP Dorong Pengawasan Ketat

Pupuk Bersubsidi Jatim Masih Tersisa 557 Ribu Ton, Fraksi PDIP Dorong Pengawasan Ketat

Jumat, 25 Sep 2026 20:44 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 20:44 WIB

SURABAYAPAGI.COM, SURABAYA - Penyaluran pupuk bersubsidi di Jawa Timur hingga 21 September 2026 baru mencapai 73,64 persen. Dari total alokasi 2.115.951 ton,…

Karyawan PT SPS di 5 Pabrik Gelar Doa Bersama Untuk para Korban Kecelakaan Kerja

Karyawan PT SPS di 5 Pabrik Gelar Doa Bersama Untuk para Korban Kecelakaan Kerja

Jumat, 25 Sep 2026 19:42 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 19:42 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Sebagai bagian dari duka atas tragedi kecelakaan pekerjaan yang menewaskan 4 karyawan dan 3 lainya masih perawatan, semua karyawan…

Empat Raperda Masuk DPRD, Aturan CSR Juga Ikut Diubah 

Empat Raperda Masuk DPRD, Aturan CSR Juga Ikut Diubah 

Jumat, 25 Sep 2026 19:21 WIB

Jumat, 25 Sep 2026 19:21 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Pemkot Madiun ingin memperjelas peran forum yang mengoordinasikan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Untuk itu, Pemkot m…