Antisipasi Dampak Kekeringan, BPBD Jatim Siapkan Droping Air Bersih

author surabayapagi.com

- Pewarta

Senin, 27 Mei 2024 19:14 WIB

Antisipasi Dampak Kekeringan, BPBD Jatim Siapkan Droping Air Bersih

i

BPBD Jawa Timur menyiapkan droping air bersih untuk mengantisipasi dampak kekeringan yang diperkirakan pada akhir Mei. SP/JATI

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur menyiapkan droping air bersih untuk mengantisipasi dampak kekeringan yang diperkirakan pada akhir Mei ini. Selain memetakan wilayah Jatim yang berpotensi kekeringan BPBD Jatim juga sudah berkoordinasi dengan lintas lini untuk melakukan kalkulasi kebutuhan air bersih.

Kalaksa BPBD Jatim Gatot Soebroto mengatakan tahun lalu, kekeringan di Jatim melanda 23 kabupaten/kota. Dari jumlah itu, 232 kecamatan dan 699 desa/kelurahan mengalami kering kritis. "Yang pasti kita berkoordinasi dengan BPBD setempat untuk melakukan kalkuasi kebutuhan air bersih saat musim kemarau," katanya dikonfirmasi, Senin (27/5/2024)

Baca Juga: Sejumlah Daerah di Jatim Rawan Kekeringan

Gatot menjelaskan kekeringan dibagi menjadi tiga kategori. Yaitu kering kritis, kering langka dan kering langka terbatas. Gatot mengaku pihaknya fokus pada penanganan kering kritis yang ada pada sejumlah wilayah. "Misalnya seperti Lamongan dan di Trenggalek," tegasnya.

Baca Juga: Sebagian Wilayah Jatim, Tahun 2024, Berisiko Kekeringan

Menurutnya kekeringan musim kemarau akan menjadi pernasalahan serius apabila tidak ada langkah preventif. Oleh sebab itu BPBD Jatim maupun kabupaten/kota bakal memaksimalkan suplai air bersih. "Kita berharap dengan adanya langkah-langkah yang sudah dilakukan, bisa mengurangi jumlah lokasi kekeringan tersebut," ungkapnya.

Baca Juga: Gerak Cepat Atasi Kekeringan, Warga Gunung Kidul: Indonesia Butuh Prabowo

Lebih lanjut Gatot mengatakan kemarau tahun ini diprediksi hanya 6 bulan, dibanding tahun lalu yang lebih lama. Menurutnya musim kemarau tidak hanya berpotensi pada kekeringan, namun juga kebakaran hutan dan lahan. "Semoga tahun ini musim kemaraunya tidak terlalu lama seperti tahun kemarin. Sehingga ini menguntungkan bagi kami karena diatribusi air bersih tidak selama dan sebanyak tahun kemarin," pungkasnya. sb/ana

Editor : Mariana Setiawati

BERITA TERBARU