Ford dan GM Kebut Mobil Hybrid, Takut Kalah Saing dengan China

author surabayapagi.com

- Pewarta

Minggu, 02 Jun 2024 14:28 WIB

Ford dan GM Kebut Mobil Hybrid, Takut Kalah Saing dengan China

i

Ilustrasi. Mobil listrik produksi Ford. SP/ JKT

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Takut terbayang-bayang kalah saing dengan produsen mobil listrik pabrikan China, kini dua produsen otomotif asal Amerika Serikat yakni Ford Motor dan General Motor (GM) kini mulai menggaungkan kemampuan mobil hybrid (HEV).

Mengingat saat ini pesaing Tiongkok lebih unggul dalam pendekatan mereka dalam mengembangkan perangkat lunak dan layanan yang menarik pelanggan.  

Baca Juga: Resmi Meluncur, Motor Listrik Saige SG-Max Dibanderol Rp 25 Juta

Alhasil, Barra selaku CEO GM setuju bahwa akan memperhatikan produsen mobil terkemuka di Negeri Tirai Bambu, dan GM harus mempertahankan merek, produk, dan biaya yang kuat agar tidak tertinggal. 

“Saya menanggapi pesaing China, terutama yang terbaik, dengan sangat serius dan berupaya mengeluarkan biaya agar bisa bersaing dengan sukses,” katanya, Minggu (02/06/2024).

Dengan persaingan yang begitu ketat di luar negeri, Farley tidak yakin semua produsen mobil akan bertahan. Tekanan akan menjadi yang terbesar pada merek-merek kendaraan listrik yang tidak memiliki penawaran mesin berbahan bakar gas untuk meningkatkan keuntungan.

Dalam sebuah kesempatan juga, CEO Ford Jim Farley bahkan menganggap kehadiran mobil hybrid (Hybrid Electric Vehicle/HEV) tidak saja sebagai solusi transisi. Sebab, HEV akan terus jadi tren hingga para konsumen terbiasa dan mampu mengadopsi mobil listrik utuh (BEV) sepenuhnya. 

Baca Juga: BYD dan CATL luncurkan baterai Pengisian Cepat 6C Akhir 2024

Sebaliknya, CEO GM Mary Barra menekankan teknologi yang terdapat pada mobil listrik bukan sebagai solusi jangka panjang. Farley menyebut masyarakat sebaiknya berhenti mengatakan mobil berteknologi listrik ini hanya sebagai peralihan. 

Terbukti, katanya, saat ini produksi dan memasarkan mobil HEV jauh lebih menguntungkan dibandingkan memassalkan produk non-HEV. Dan pada faktanya, dalam setahun belakangan permintaan mobil HEV sangat tinggi. Hal ini pun disikapi pabrikan otomotif dengan mengalihkan produksi mobil BEV. 

Sebagaimana diketahui Ford berambisi untuk melipatkan gandakan penjualan mobil hibrid selama beberapa tahun ke depan dan telah menarik kembali investasi kendaraan listrik hingga menunda produksi di AS dan Kanada. 

Baca Juga: Raihan Positif Penjualan Honda Naik 54% per Mei, Brio Paling Laris

Sebelumnya, CEO Ford juga menyebut tidak ada subsidi bagi kendaraan listrik dan produsen mobil harus berusaha untuk memproduksi model bertenaga baterai dengan cepat. “Kami yakni akan segera mewujudkan itu sesegera mungkin,” kata Farley.

Farley dan eksekutif otomotif berharap perangkat lunak dan layanan berlangganan akan menjadi pendorong keuntungan utama di masa depan. Dengan teknologi mengemudi otonom sebagai salah satu peluang pertumbuhan terbesar bagi produsen mobil. jk-03/dsy

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU