Home / Opini : Kasih Karunia

Yesus Sang Penolong

author surabayapagi.com

- Pewarta

Minggu, 02 Jun 2024 20:45 WIB

Yesus Sang Penolong

"Mengapa engkau tertekan, hai jiwaku, dan gelisah di dalam diriku? Berharaplah kepada Allah! Sebab aku akan bersyukur lagi kepada-Nya, penolongku dan Allahku!” [Mazmur 42:6].

 

Baca Juga: Abraham, Bapa Orang Beriman

 

Menghayati firman itu, saya sering bertanya pada diri saya, apakah kita akan menggunakan kekuatan kita sendiri untuk berusaha keluar dari masalah dalam kehidupan nyata di dunia ?. Apakah kita akan menggunakan cara-cara duniawi yang tidak berkenan kepada Tuhan untuk cepat keluar dari masalah tersebut ?.

Yosafat memberi kita pelajaran yang berharga bagi kita pada saat kita mendapat masalah dan tekanan yang begitu berat.

Yosafat mengajarkan kita untuk berharap kepada Tuhan yang merupakan penolong dan penghibur yang setia. Apa yang dilakukan Yosafat pada saat mendapat masalah yang begitu berat ?

Ia mencari Tuhan. “Yosafat menjadi takut, lalu mengambil keputusan untuk mencari TUHAN.” ( 2 Tawarikh 20:3a).

Baca Juga: Yesus Sahabat Setia

Yosafat mendapat serangan dari musuhnya pada saat itu. Dia tahu bahwa musuhnya merupakan lawan yang berat. Dia menjadi sangat ketakutan, tetapi dia mengambil keputusan yang tepat pada saat itu,mencari Tuhan. Seberapa besar kekuatan yang kita miliki?. Seberapa mampu kita mengatasi masalah yang kita hadapi. Ada saat-saat dimana kita tidak dapat mengatasinya dengan tenaga dan kekuatan kita sendiri. Datanglah pada Tuhan, carilah wajahnya. Biarlah mata kita tertuju kepadanya. Jangan tergiur dengan cara-cara duniawi yang memberikan jalan pintas. Mungkin pada awalnya cara-cara seperti itu memberi jalan keluar, tetapi semua hal duniawi hanya akan membawa kita kepada kehancuran.

Tuhan ingin agar kita datang kepadaNya. Tuhan rindu agar kita mendekat kepadanya. Datanglah pada Yesus, maka Dia akan menolong kita.

Arahkan mata iman kita kepada Yesus. Jangan terpengaruh oleh keadaan sekeliling kita. Walaupun keadaan tidak berjalan seperti yang kita inginkan, tetap arahkan mata kita kepada Yesus. “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” [ Ibrani 11:1].

“Janganlah kamu takut dan terkejut karena laskar yang besar ini, sebab bukan kamu yang akan berperang melainkan Allah.” [2 Tawarikh 20:15b]

Baca Juga: Yesus Pembaharu Politik

Berharaplah kepada Tuhan, maka Dia akan memberikan jawaban bagi setiap masalah yang kita hadapi. Di saat tidak ada yang menolong, Yesuslah pengharapan kita. Dia yang menolong dan menghibur kita. Dia adalah Tuhan yang setia, yang tidak akan meninggalkan kita. Dia akan menyertai jalan hidup kita, Dia akan menuntun kita dan memberi kita kekuatan.

Pertolongan kita hanya dari Tuhan melalui kuasa Firman-Nya, sebagaimana disebutkan “manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi manusia hidup dari segala yang diucapkan Tuhan.”

Saat ini merupakan kesempatan yang baik selagi keadaan masih baik-baik saja, untuk mencari Firman Tuhan, bagaikan mengumpulkan “gandum” sebagai cadangan makanan bila masa kelaparan datang. Jika sekarang kita mau “mengumpulkan” Firman Tuhan, maka Tuhan pasti menjadi pertolongan kita. (Maria Sari)

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU