Ki Slamet Darmawan: Melanggengkan Budaya Asli Sidoarjo, Wayang Gagrak Porongan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Dalang Ki Slamet Darmawan. SP/ HIKMAH
Dalang Ki Slamet Darmawan. SP/ HIKMAH

i

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Wayang kulit Gagrak Porongan mempunyai ciri khas gaya Sidoarjoan yang unik dan telah lama di kenal oleh masyarakat Sidoarjo ketika tampil dalam hajatan rakyat, namun sejalan dengan perkembangan globalisasi budaya pedalangan wayang kulit gaya Gagrak Porongan, tantangannya harus eksis di tengah gempuran budaya globalisasi yang memupuskan minat pewarisnya yakni generasi milenial.

Oleh karena itulah, Ki Dalang Slamet Darmawan berupaya mengangkat martabat kesenian yang mempunyai ciri khas gaya Sidoarjo yang menjadi bagian dari gaya wayang jawa timuran ini agar bisa diterima oleh semua kalangan tanpa memandang status sosial.

Menurut Ki Slamet Darmawan dalang wayang kulit asal Desa Watu Golong Krian Sidoarjo ini, historis Wayang kulit Gagrak Porongan mulai hit di kenalkan oleh almarhum Ki Dalang Suwoto Ghozali yang pada masa hidupnya merupakan dalang kondang asal Porong, Sidoarjo.

Ia pun dikenal sebagai dalang yang piawai memainkan tokoh wayang, serta pandai membuat alur cerita yang menarik dan menghibur penonton.

Kemudian Dari Ki Dalang Suwoto lah gaya Porongan dikembangkan oleh para muridnya, diantaranya Ki Sulaiman yang mampu mengangkat pedalangan Gagrak Porongan Sidoarjo merajai panggung Gresik, Lamongan, Mojokerto dan menyabet beragam predikat lomba serta mendapat kesempatan pentas di istana kepresidenan. Selanjutnya Ki Sulaiman mewariskan ilmu gaya porongan ke para muridnya yang kini banyak sukses meniti karir sebagai dalang wayang kulit.

Adanya perkembangan pentas pertunjukan wayang kulit yang mempunyai ciri khas tersendiri yang bersumber dari gagrak Porongan maka sudah sepantutnya Pemkab Sidoarjo memberi penghormatan pada kesenian yang memiliki catatan sejarah tersebut.

Sehingga tahun ini Pemkab Sidoarjo melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, akan menggelar road show 12 pementasan wayang Kulit di 12 desa di wilayah kabupaten Sidoarjo yang di mulai dari Desa Watu Golong Krian sebagai upaya melanggengkan tradisi uri uri budaya (local wisdom) pedalangan gaya asli Sidoarjo Gagrak Porongan.

"Pertunjukan Untuk penguatan budaya desa ketika mengadakan sedekah bumi atau ruwat desa supaya menggelar wayang Gagrak Porongan," ujar Ki Slamet Darmawan, Kamis (06/06/2204).

Lebih jauh saat ini pagelaran wayang kulit Gagrak Porongan sudah terkenal bahkan termasuk kiblat wayang khas Jawa Timur.

"Memang Wujudnya berbeda dengan wayang kulit gaya Jawa Tengah (Mataraman). Mulai dari susunan acara, irama musik, suluk (cengkok), pengucapan, hingga ekspresi dalangnya mempunyai gaya tersendiri, "Nuansa wayangnya lebih dinamis dengan dominasi permainan kendang. Warna cerah mendominasi dan memiliki aspek mistis yang lebih kuat," tuturnya.

Dari penelusuran terkait Seni pagelaran wayang kulit Sidoarjo, kesenian wayang kulit ini sudah ada sejak ratusan tahun silam, karena daerah delta ini sebagai penyangga Surabaya. Sidoarjo pernah menjadi pusat peradaban pada masa kerajaan.

Hal itu diperkuat dengan fakta, bahwa literatur tulis pertama tentang wayang ditemukan di Sidoarjo yakni pada Prasasti Kuti atau Gandhakuti (840 Masehi).

Sementara itu, prasasti yang ditemukan di Dusun Joho, Desa Keboananom, Kecamatan Gedangan, ini dikeluarkan oleh Sri Maharaja Sri Lokapala atau Rakai Kayuwangi, penguasa Kerajaan Medang. Prasasti ini menjadi bukti tertua yang menyebut kata dalang haringgit-bahasa Kawi. Hdk/hik

Berita Terbaru

MLSC Surabaya Seri 2 Capai Puncak, SDN Pacarkeling dan Manukan Kulon Rebut Gelar Juara

MLSC Surabaya Seri 2 Capai Puncak, SDN Pacarkeling dan Manukan Kulon Rebut Gelar Juara

Minggu, 17 Mei 2026 19:53 WIB

Minggu, 17 Mei 2026 19:53 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Penyelenggaraan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Surabaya Seri 2 musim 2025–2026 resmi mencapai puncaknya pada Minggu (17/5/2026). Tur…

Arif Fathoni: Pemerintah dan Masyarakat Bersatu Rayakan Hari Jadi kota Surabaya

Arif Fathoni: Pemerintah dan Masyarakat Bersatu Rayakan Hari Jadi kota Surabaya

Minggu, 17 Mei 2026 19:01 WIB

Minggu, 17 Mei 2026 19:01 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Antusiasme masyarakat Surabaya dalam melihat acara Surabaya Extravagansa yang digelar Pemkot Surabaya di Jalan Tunjungan sabtu…

Dibuka Walikota Mojokerto, POPKOT Perdana Spektakuler Diikuti 1.925 Pelajar

Dibuka Walikota Mojokerto, POPKOT Perdana Spektakuler Diikuti 1.925 Pelajar

Minggu, 17 Mei 2026 18:23 WIB

Minggu, 17 Mei 2026 18:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto – Pembukaan Pekan Olahraga Pelajar Kota Mojokerto (POPKOT) Perdana Tahun 2026 berlangsung meriah di Stadion Gelora A. Yani, Minggu (…

83 Persen Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Telah Diberangkatkan, Operasional Berjalan Lancar

83 Persen Jemaah Haji Embarkasi Surabaya Telah Diberangkatkan, Operasional Berjalan Lancar

Minggu, 17 Mei 2026 17:44 WIB

Minggu, 17 Mei 2026 17:44 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Penyelenggaraan operasional pemberangkatan jemaah haji Embarkasi Surabaya hingga hari ke-27 berjalan tertib, aman, dan l…

Harlah ke-80 Muslimat NU, Khofifah Serukan Perdamaian Dunia dari Surabaya

Harlah ke-80 Muslimat NU, Khofifah Serukan Perdamaian Dunia dari Surabaya

Minggu, 17 Mei 2026 17:40 WIB

Minggu, 17 Mei 2026 17:40 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU sekaligus Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, memperingati Harlah ke-80 Muslimat NU …

Rupiah Rp17.602 per Dolar, Warning Bahaya untuk Negeri

Rupiah Rp17.602 per Dolar, Warning Bahaya untuk Negeri

Minggu, 17 Mei 2026 17:36 WIB

Minggu, 17 Mei 2026 17:36 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Anggota DPR RI dari PDIP, Budi Sulistyono, mengingatkan melemahnya rupiah hingga Rp17.602 per dolar AS menjadi warning serius bagi e…