Home / Peristiwa : Razia Balap Liar di Malang

376 Kendaraan Berknalpot Brong dan Tidak Sesuai Spesifikasi Diamankan

author surabayapagi.com

- Pewarta

Minggu, 09 Jun 2024 19:23 WIB

376 Kendaraan Berknalpot Brong dan Tidak Sesuai Spesifikasi Diamankan

SURABAYAPAGI.COM, Malang - Satlantas Polresta Malang Kota terus melakukan upaya penertiban terhadap aksi balap liar dan penggunaan knalpot brong. Dalam hal ini selalu ada operasi penindakan untuk berburu oknum yang melakukan balap liar dan menggunakan knalpot brong.

Kasat Lantas Polresta Malang Kota Kompol Aristianto Budi Sutrisno mengatakan sejauh ini pihaknya selalu menerapkan penindakan dengan sistem hunting (berburu).

Baca Juga: Polresta Malang Kota Gelar Simulasi Pengamanan Pilkada 2024

Polisi yang akrab disapa Aris ini mengaku bahwa penindakan adalah langkah hukum terakhir. Karena sebelumnya, pihaknya selalu melakukan upaya edukasi, pencegahan dan pembinaan.

“Kami melakukan penindakan dengan hunting (berburu), jadi kami tidak menunggu atau stasioner di satu titik saja. Kami lakukan penindakan secara acak,” kata Aris.

Dari hasil hunting, sebanyak 376 kendaraan berknalpot brong dan tidak sesuai spesifikasi teknis diamankan. Dan ratusan kendaraan tersebut diangkut ke Polresta Malang Kota dan pengendaranya dikenakan sanksi tilang.

Baca Juga: Patroli Srikandi Makota Diluncurkan Porlesta Malang Kota

“Tercatat di bulan Maret kami menindak sebanyak 78 kendaraan, di bulan April ada 118 kendaraan, di bulan Mei ada sebanyak 164 kendaraan, dan di bulan Juni pada minggu kemarin ada sebanyak 16 kendaraan,” beber Aris.

Penindakan yang dilakukan ini merupakan hasil dari keluhan dan keresahan masyarakat. Padahal pihaknya juga kerap melakukan edukasi, baik ke sekolah-sekolah hingga masyarakat dan pengguna jalan.

“Apabila ada kendaraan yang tidak sesuai spesifikasi teknis, khususnya knalpot brong akan langsung kami tindak. Kendaraan yang terjaring akan ditahan selama satu bulan, dan saat mengambil wajib dikembalikan ke kondisi standar pabrikan. Selain itu, juga harus membayar denda tilang dan membawa dokumen identitas kendaraan,” beber Aris.

Baca Juga: Kapolresta Malang Siap Dukung Munas Gerakan Aremania Satu

Dalam melakukan penindakan, Aris mengaku jika ada pelanggar yang terjaring lebih dari satu kali, maka penahanan kendaraan akan dilakukan lebih lama. Selain itu, juga akan dicek dan didalami apakah kendaraan tersebut merupakan barang bukti tindak pidana.

“Banyak yang terjaring ini, merupakan anak SMA dan mahasiswa. Dan saat mengambil kendaraan, salah satu proses pembinaannya adalah didampingi pihak orang tua atau pihak sekolah. Hal ini dilakukan, agar jera dan tidak lagi mengulang pelanggaran yang sama,” tukas Aris. Ml-02/ham

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU