Masuk Jurusan Kedokteran, Setara Satu Mobil Alphard

author Erick Kresnadi Koresponden Jakarta

- Pewarta

Rabu, 19 Jun 2024 19:51 WIB

Masuk Jurusan Kedokteran, Setara Satu Mobil Alphard

Komisi X DPR Persoalkan Mahalnya Biaya Perkuliahan

 

Baca Juga: Saran 3 Mantan Mendikbud: Kontrol Nadiem Makarim

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Biaya perkuliahan yang masih mahal menjadi bahasan rapat dengar pendapat (RDP) Panja pembiayaan pendidikan Komisi X DPR dengan eselon 1 Kemendikbudristek, Kemendagri RI, Kemenkeu hingga Bappenas RI. Rapat berlangsung di Gedung Nusantara I DPR, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (19/6/2024).

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dede Yusuf, mencontohkan untuk masuk jurusan kedokteran, biayanya bisa setara pembelian satu mobil Alphard.

"Kita (Panja Pembiayaan Pendidikan) ingin tahu apa yang membuat pendidikan cukup mahal. Kami harus menghasilkan rekomendasi yang solutif. Jadi, kami harus mengetahui sebetulnya seberapa besar ‘cost’ pendidikan itu (di berbagai tingkat pendidikan) dan mana (anggaran pendidikan) yang seharusnya jadi prioritas?” ungkap Dede membuka agenda RDP .

 

Anggaran Pendidikan Rp665,02 triliun

Saat ini Pemerintah Indonesia telah mengalokasikan 20 persen dari APBN untuk anggaran pendidikan tahun 2024 sebesar Rp665,02 triliun. Angka ini dinilai naik sebesar 7 persen jika dibandingkan dengan tahun 2023 lalu. Walaupun begitu, kenaikan angka ini tidak selaras dengan beban biaya pendidikan terkini sekaligus peruntukan alokasi anggaran pendidikan dinilai tidak efektif untuk menutupi beban biaya tersebut.

Diketahui, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) hanya mengelola anggaran pendidikan sebesar Rp98,9 triliun, setara 15 persen dari anggaran pendidikan. Sedangkan, sebagian besar anggaran pendidikan dialokasikan untuk kebutuhan transfer ke daerah (TKD) sebesar Rp346,5 triliun, setara 52 persen anggaran pendidikan.

 Politisi Fraksi Partai Demokrat itu mempertanyakan seberapa efektif TKD berkontribusi mengurangi beban biaya pendidikan di Indonesia.

Baca Juga: Tiga Eks Mendiknas Kritik Kebijakan Nadiem

 

UKT Harganya Luar Biasa

"Dan juga perguruan tinggi negeri walaupun kemarin sudah ada peraturan baru untuk membatalkan kenaikan UKT, tetapi ternyata masih banyak UKT-UKT ini yang harganya luar biasa sekali. Padahal, seingat saya presiden Pak Jokowi dalam periode terakhir kemarin mengatakan ini eranya peningkatan kita akan fokus pada sumber daya manusia," kata Dede bernada tanya.

 

Kita Kekurangan Dokter

Baca Juga: Banyak Keluhan Biaya Pendidikan, Pemkot Surabaya Siapkan Rp 2,6 Miliar untuk Bantu Siswa SMA

Ia mengatakan semestinya pemerintah mempersiapkan anak-anak Indonesia untuk menghadapi industri 5.0. Menurutnya hal itu merupakan tanggung jawab semua pihak.

"Nah fokus pada sumber daya manusia ini berarti kita harus mempersiapkan anak-anak kita untuk masuk kepada industri 5.0 yang mana penggunaan pemikiran yang kognitif dan kritis dan lain-lain," ujar Dede.

Kendati demikian, Dede mengatakan dirinya masih menemukan harga masuk kuliah yang tinggi. Ia mencontohkan biaya institusi mencapai pembelian mobil Alphard, padahal katanya, Indonesia kekurangan akan dokter-dokter yang kompeten.

"Nah, sayangnya angka kemahalan ini masih luar biasa. Mungkin Pak Dirjen Kemdagri juga paham bahwa untuk masuk kedokteran Pak, saya sudah dapat ini banyak data ini, masyaallah itu biaya institusinya bisa beli Alphard satu Pak," tutur Dede.

"Hanya untuk membayar biaya gedung belum UKT-nya mungkin ratusan juta, padahal menteri kesehatan selalu mengatakan kita kekurangan dokter. Nah ini kita dilematis," imbuhnya. n erk/jk/cr5/rmc

Editor : Raditya Mohammer Khadaffi

BERITA TERBARU