SURABAYAPAGI.COM, Tulungagung - Pj Bupati Tulungagung, Heru Suseno menanam tembakau di Dusun Genting, Desa Kendalbulur, Kecamatan Boyolangu, Jumat (21/6/2024).
Penanaman tembakau menjadi penanda awal musim tanam tembakau 2024, di wilayah yang disebut Kampung Tembakau ini.
Menurut Heru, tembakau merupakan salah satu komoditi andalan Provinsi Jawa Timur.
“Kami terus melakukan pembinaan, karena jika tidak dibudidayakan dengan baik, maka produksinya juga tidak bagus,” ujarnya.
Lanjutnya, tiga tahun belakangan produksi dan harga tembakau Tulungagung sangat bagus.
Harga paling buruk Rp 90.000 per kilogram, sementara terbaik tembus Rp 140.000 per kilogram.
Namun Heru meminta para petani tidak latah, bergeser semua menanam tembakau.
“Ada kekhawatiran jika produksi melimpah, maka harganya turun. Jadi tidak usah memperbesar area tanam, yang wajar saja,” katanya.
Dalam rentang 2022-2024 produksi tembakau naik sekitar 30-40 persen dan harganya naik sekitar 30 persen.
Namun diyakini suatu ketika harga akan turun karena kesimbangan antara kebutuhan dan suplai.
Dengan tetap menjaga area tanam yang ada, diharapkan jika terjadi penurunan harga tidak sampai jatuh terlalu dalam.
“Kalau harus turun tidak terlalu besar. Akhirnya masuk ke harga standarnya,” papar Heru.
Kabupaten Tulungagung mengandalkan varietas asli Gagang Rejeb Sidi.
Varietas ini bisa menghasilkan 1,7 ton tembakau per hektar.
Sementara luas lahan tembakau di Tulungagung tahun 2023 lalu mencapai 1.017 hektar.
Heru yang juga menjabat Kepala Dinas Perkebunan Jawa Timur, mengatakan luas lahan di Jawa Timur mencapai 114.000 hektar.
Sementara untuk produksi per tahun mencapai 160.000 ton, menjadi angka tertinggi di seluruh Indonesia.
Pemkab Tulungagung juga memberikan dukungan kepada para petani tembakau, berupa kemudahan alat dan mesin pertanian (Alsintan), serta peningkatan kapasitas petani tembakau. tl-01/ham
Editor : Moch Ilham