Gegara Kalah Saing Merek Lokal, Nissan ‘Stop’ Produksi di China

author surabayapagi.com

- Pewarta

Senin, 24 Jun 2024 10:05 WIB

Gegara Kalah Saing Merek Lokal, Nissan ‘Stop’ Produksi di China

i

Nissan model Qashqai. SP/ JKT

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Baru-baru ini pabrikan yang bermarkas di Yokohama, Jepang merek Nissan menghentikan produksi pabriknya di Changzhou, China karena masih kalah bersaing dengan pabrikan lokal.

Usai menghentikan produksi disana, Nissan lebih memilih untuk fokus berusaha mengoptimalkan operasionalnya. Pabrikan ini awalnya telah mengoperasikan delapan pabrik di China melalui usaha patungan dengan Dongfeng, namun mereka telah kehilangan pasar di negara tersebut karena merek lokal yang bergerak cepat dalam mengembangkan kendaraan listrik terjangkau.

Baca Juga: Italia dan Spanyol Kompak Dukung Tarif UE Soal Impor EV China

Melansir Reuters, Senin (24/06/2024), pabrik tersebut dioperasikan bersama dengan mitra lokal Nissan Dongfeng Motor dalam memproduksi model Qashqai dengan kapasitas tahunan sekitar 130.000 unit per tahun.

Dari total kapasitas produksi Nissan sebesar 1,6 juta kendaraan di dunia, pabrik Changzhou menyumbang sebanyak 8 persen dari keseluruhan. Jepang tersebut juga akan meluncurkan perencanaan strategi “The Arc” terdiri dari peluncuran 30 model baru untuk pasar global pada tahun 2026 mendatang, dengan 16 diantaranya merupakan kendaraan berpenggerak listrik (EV).

Baca Juga: Toyota Prius PHEV Meluncur, Solusi Baru Beyond Zero Emission

Selain memperkenalkan kendaraan elektrifikasi, Nissan juga akan melakukan pembaruan pada 60 persen dari jajaran mesin pembakaran internal (ICE) globalnya, dengan tujuan meningkatkan penjualan tahunan hingga 1 juta unit.

Lebih lanjut, mereka berencana untuk mengurangi biaya produksi kendaraan listrik generasi berikutnya sebesar 30 persen, membuka jalan bagi keseimbangan biaya antara EV dan kendaraan ICE pada tahun 2030.

Baca Juga: IMOTO Kenalkan Konsep Motor Listrik VISION.ev, Siap Jualan di 2025

Sebagai informasi, meskipun tetap mempertahankan keseimbangan antara ICE dan EV dalam dua tahun ke depan, Nissan berencana untuk meningkatkan investasi dalam elektrifikasi hingga lebih dari 70 persen pada tahun 2026. Dengan demikian, diharapkan penjualan global kendaraan listrik Nissan dapat meningkat 40 persen pada tahun 2026 dan mencapai pertumbuhan menjadi 60 persen pada tahun 2030 mendatang. jk-01/dsy

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU