Home / Peristiwa : Mesir Cabut 16 Perusahaan Travel yang Berangkatkan Haji Ilegal

577 dari 1.126 Jemaah Meninggal Saat Salat di Arafah

author surabayapagi.com

- Pewarta

Senin, 24 Jun 2024 10:34 WIB

577 dari 1.126 Jemaah Meninggal Saat Salat di Arafah

i

Kondisi jamaah haji yang meninggal dunia saat ibadah haji 2024, juga terjadi saat ibadah di Arafah. istimewa/arab news

SURABAYAPAGI.com, Makkah - Sekarang terdata 577 Jemaah dari 1.126 orang Meninggal dalam dua hari tersibuk ibadah haji. Sabtu, ketika jamaah berkumpul untuk salat berjam-jam di bawah terik matahari di Gunung Arafah dan Minggu, ketika mereka berpartisipasi dalam lempar jumrah.

Pejabat senior Saudi mengatakan pemerintah Saudi telah mengkonfirmasi 577 kematian dalam dua hari tersibuk ibadah haji. Sabtu, ketika jamaah berkumpul untuk salat berjam-jam di bawah terik matahari di Gunung Arafat, dan Minggu, ketika mereka berpartisipasi dalam lempar jumrah.

Baca Juga: Kloter Perdana Gelombang Dua Tiba di Tanah Air dengan Jumlah Utuh

Penghitungan AFP pada hari sampai Minggu (23/6), korban jiwa mencapai 1.126 orang, lebih dari separuhnya berasal dari Mesir.  Ini hasil AFP mengumpulkan pernyataan resmi dan laporan dari diplomat yang terlibat dalam respons darurat korban meninggak .

Mohammed (31) salah satu jemaah haji melihat mayat tergeletak di jalanan saat dirinya berada di Arafah, Mina, dalam perjalanan ke Mekah. "Ada mayat di jalanan," sebutnya.

"Saya melihat orang-orang tiba-tiba pingsan dan mati karena kelelahan," cerita warga Mesir yang sedang menunaikan ibadah haji bersama ibunya tersebut.

Dikutip dari Channel News Asia, adapula warga Mesir lain yang menyatakan ibunya meninggal dalam perjalanan ibadah haji, sang ibu disebut tidak sempat mendapatkan pertolongan darurat.

Ambulans baru muncul ketika ibunya meninggal dunia, serta membawa jenazah ibunya ke lokasi yang tidak diketahui.

16 Perusahaan Pariwisata Dicabut

Perdana Menteri Mesir Mostafa Madbouly memerintahkan 16 perusahaan pariwisata untuk dicabut izinnya. Hal tersebut buntut persoalan dugaan dari pelaksanaan ibadah haji ilegal ke Makkah.

Baca Juga: Jamaah Haji Kabupaten Pasuruan Tiba di Tanah Air

Perintah ini muncul setelah negara-negara yang warganya melaksanakan ibadah haji tahun ini melaporkan lebih dari 1.100 angka kematian. Adapun banyaknya kematian disebabkan oleh musim panas yang menyengat di Arab Saudi.

Perdana menteri telah memerintahkan pencabutan izin perusahaan-perusahaan ini, manajer mereka dibawa ke jaksa penuntut umum dan dikenakan denda untuk kepentingan keluarga para jemaah yang meninggal karena mereka," kata pernyataan kabinet dikutip dari AFP, Minggu (23/6/2024).

Disebutkan bahwa peningkatan jumlah kematian jemaah haji tidak terdaftar berasal dari beberapa perusahaan yang mengatur program haji menggunakan visa kunjungan pribadi, yang mencegah pemegangnya masuk Mekah melalui saluran resmi.

Diplomat Arab mengatakan kepada AFP awal pekan ini bahwa warga Mesir menyumbang 658 kematian. Adapun dari jumlah itu, 630 diantaranya merupakan jemaah yang tidak terdaftar.

Baca Juga: Haji Mabrur, Banyak Dzikir dan Doa

233 Jemaah Indonesia Wafat

Berdasarkan data dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (SISKOHAT) pada pukul 10.10 WIB, jemaah haji Indonesia yang wafat yaitu berjumlah 233 orang.

Minggu (23/6/2024), 7.961 jemaah diterbangkan dari Tanah Suci ke Tanah Air. Sementara itu, menurut data SISKOHAT, sebanyak 6.302 jemaah dari 16 kelompok terbang (kloter) sudah mendarat di Indonesia sejak Sabtu, 22 Juni 2024 malam.

"Hari ini, 23 juni 2024 terdapat 20 kloter dengan jumlah jemaah haji sebanyak 7.961 orang. Mereka telah dan akan diterbangkan ke Tanah Air," ujar Anggota Media Center Haji (MCH) Kementerian Agama (Kemenag) Widi Dwinanda, saat konferensi pers yang disiarkan di YouTube Kemenag RI. n afp/erc/rtr/rmc

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU