Targetkan 7.820 Data Coklit, KPU Kota Kediri Ikut Sukseskan Rekor Muri

author Duchan Prakasa

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua KPU Kota Kediri, Reza Cristian (paling kanan) sedang memantau hasil coklit di Kecamatan Mojoroto Kota Kediri.
Ketua KPU Kota Kediri, Reza Cristian (paling kanan) sedang memantau hasil coklit di Kecamatan Mojoroto Kota Kediri.

i

SURABAYAPAGI.COM, Kediri - KPU Kota Kediri menerjunkan 782 petugas Pemutakhiran Data Pemilih (Pantarlih) untuk melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih Pilkada 2024, Senin (24/6/2024).

Coklit ini dilakukan di 46 Kelurahan yang tersebar di tiga Kecamatan Kota Kediri mulai Kecamatan Mojoroto, Kecamatan Kota dan Kecamatan Pesantren. Di hari pertama Coklit, KPU Kota Kediri menargetkan pencocokan data sebanyak 7.820 data pemilih.

Ketua KPU Kota Kediri, Reza Cristian mengatakan, tugas ini dilakukan usai pihaknya melantik 782 Pantarlih dan melakukan bimbingan teknis. Hari pertama Coklit, pihaknya juga menargetkan 1 Pantarlih untuk menyelesaikan pencocokan 10 data pemilih.

"Target ini ada hubungannya dengan KPU Jatim dengan gebyar 1 Juta Coklit pemilih yang nantinya bisa memecahkan rekor Muri. Jadi untuk KPU Kota Kediri kita targetnya sukses pencocokan sebanyak 7.820 data," ujarnya.

Reza menambahkan, sebanyak 782 Pantarlih tersebut diterjunkan di 401 TPS di Kota Kediri yang tersebar di 46 kelurahan. Target Coklit ini dimulai sejak 24 Juni sampai dengan 25 Juli 2024.

Lanjut Reza, ada beberapa tantangan di lapangan di hari pertama Coklit. Pasalnya, beberapa Pantarlih yang sudah terjun di lapangan banyak menemui kendala error sistem ataupun pemilih yang tidak berada ditempat.

"Karena serentak biasanya ada kendala error sistem dan pemilih yang tidak ada ditempat. Namun demikian semua hal ini bisa diatasi dengan cara manual dan waktu yang  kita miliki juga masih panjang selama 1 bulan," tandasnya.

Reza mencontohkan seperti kendala perbedaan data pemilih yang terjadi saat Pantarlih melakukan Coklit di Kecamatan Mojoroto. Disini Pantarlih menemukan perbedaan kondisi pemilih tidak sesuai dengan data di sistem E-Coklit.

"Seperti di Mojoroto ada perbedaan data yang kondisinya data pemilih ini masuk dalam data disabilitas Tuna Wicara, namun di lapangan faktanya Tuna Netra. Seperti kendala ini karena tadi sistemnya ada error jadi langsung kita lakukan pendataan secara manual untuk menyelesaikannya," jelasnya.

Diketahui, KPU Kota Kediri menerjunkan petugas Pantarlih yang tersebar di tiga Kecamatan. Untuk Kecamatan Mojoroto sebanyak 304 Pantarlih, Kecamatan Kota 236 Pantarlih dan Kecamatan Pesantren 242 Pantarlih. can

Berita Terbaru

Ekonom Rasakan Tekanan Kondisi Keuangan

Ekonom Rasakan Tekanan Kondisi Keuangan

Senin, 08 Jun 2026 05:50 WIB

Senin, 08 Jun 2026 05:50 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Chief Economist Bank Permata, Josua Pardede, menjelaskan Indonesia menghadapi kolaps di sektor perbankan dengan inflasi yang tinggi pada…

Saat di Bali, Prabowo Cerita Angka Hokinya, 8 dan 13

Saat di Bali, Prabowo Cerita Angka Hokinya, 8 dan 13

Senin, 08 Jun 2026 05:48 WIB

Senin, 08 Jun 2026 05:48 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Presiden Prabowo Subianto bercerita tentang dua angka yang dianggapnya sebagai angka keberuntungan. Dia menyebutkan dua angka itu ialah 8…

Masyarakat Keluhkan Kualitas Beras Bantuan Perum, Bulog Merespon

Masyarakat Keluhkan Kualitas Beras Bantuan Perum, Bulog Merespon

Senin, 08 Jun 2026 05:45 WIB

Senin, 08 Jun 2026 05:45 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Memberikan atensi atas keluhan warga soal kualitas beras Bantuan Pangan Pemerintah (Banpang) di sejumlah desa di Kabupaten Bangkalan, Jawa…

Said Iqbal, Bakal Jadi Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan

Said Iqbal, Bakal Jadi Penasihat Presiden Bidang Ketenagakerjaan

Senin, 08 Jun 2026 05:45 WIB

Senin, 08 Jun 2026 05:45 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, akan bergabung dengan pemerintahan Prabowo Subianto.Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh…

Anak Istri Kedua yang Sudah Dicerai ,Jadi Menlu Brunei

Anak Istri Kedua yang Sudah Dicerai ,Jadi Menlu Brunei

Senin, 08 Jun 2026 05:40 WIB

Senin, 08 Jun 2026 05:40 WIB

SURABAYAPAGI..COM: Sultan Brunei Darussalam Hassanal Bolkiah secara resmi mengumumkan perombakan atau reshuffle kabinet besar-besaran di negaranya.Langkah…

Mantan Wamen Imipas Tetapkan Tarif  Ilegal, untuk Pribadi

Mantan Wamen Imipas Tetapkan Tarif Ilegal, untuk Pribadi

Senin, 08 Jun 2026 05:38 WIB

Senin, 08 Jun 2026 05:38 WIB

SURABAYAPAGI.COM : KPK menemukan adanya tarif 'mempercepat' proses izin tinggal WNA dalam kasus pemerasan dan gratifikasi yang menjerat mantan Wamen Imipas…