Pati, Sarang Bandit-bandit Mobil Bodong

author surabayapagi.com

- Pewarta

Senin, 24 Jun 2024 19:17 WIB

Pati, Sarang Bandit-bandit Mobil Bodong

Kabupaten di Jateng dengan Pertumbuhan Ekonom 5,02%

 

Baca Juga: Internet di Wadas, Diduga Sengaja Dilambatkan

 

 

SURABAYAPAGI.COM, DIY - Baru sekarang Kabupaten Pati mendapat sorotan publik, sebagai kabupaten sarang bandit-bandit kendaraan bodong.

Sejumlah desa di Pati menjadi viral di media sosial buntut kasus amuk massa yang menewaskan bos rental mobil asal Jakarta bernama Burhanis.

Ada lima lokasi yang diduga sebagai tempat penadah kendaraan bodong atau ilegal.

Lima kecamatan di Pati tersebut yakni Jaken, Gembong, Dukuhseti, Tayu, dan Jepalo.

Saat ini, Warganet ramai-ramai meminta agar personel gabungan TNI dan Polri menggerebek lima lokasi yang telah ditandai tersebut

Bahkan wilayah Sukolilo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, sempat viral dinarasikan sebagai sarang bandit penadah mobil bodong. Narasi ini ramai disampaikan di media sosial setelah ramai kasus pengeroyokan yang menewaskan bos rental mobil asal Jakarta.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Tengah, per 2023 , tingkat pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pati berada di angka 5,02%. Angka ini mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar 5,56%

Berdasarkan tingkat pertumbuhan ekonomi tersebut, Pati menempati posisi ke 21 dari 35 Kabupaten/Kota di Jawa Tengah. Wilayah ini hanya satu peringkat di bawah Kabupaten Magelang yang pertumbuhan ekonominya sebesar 5,04%; dan satu peringkat di atas Kabupaten Demak sebesar 5,01%.

 

Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Pati

Perlu diketahui, perhitungan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Pati ini didasarkan pada nilai PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) atas dasar harga konstan.

Dalam hal ini berdasarkan data BPS Pati, tercatat nilai PDRB Kabupaten Pati atas dasar harga konstan 2010 pada tahun 2023, mencapai Rp 34,98 triliun. Angka tersebut naik dari Rp 33,31 triliun pada 2022 lalu.

Baca Juga: Simpati untuk Warga Wadas, Datang dari Amnesty International dan Akademisi

Praktik penadahan mobil bodong sudah berlangsung lama di sana. Polri berharap, momen ini bisa menjadi pengingat rekan sesama pengusaha rental untuk lebih berhati-hati dan selektif dalam memilih kustomer.

"Pati itu ya baru ke-up (isunya terangkat) baru-baru ini, sebetulnya sudah lama itu. Satu kasus itu cukup buat saya (jadi acuan), ya karena itu kan benda bergerak, meminimalisir potensi kerugian itu harus dimaksimalin. Eh, ternyata ya sekarang ke-up juga," kata Pengusaha rental mobil di Sleman, Yogyakarta, berinisial FSP (32), kemarin.

 

Siasat Licik Bandit-bandit

Pengusaha rental mobil di Sleman, Yogyakarta, berinisial FSP (32) mengungkap siasat licik bandit-bandit kendaraan bodong di Pati, Jawa Tengah. Menurutnya, mereka mengubah warna dan surat-surat mobil untuk menyamarkan identitasnya.

FSP mengaku sudah memasukkan konsumen asal Pati ke dalam daftar hitam atau blacklist penyewaan kendaraan. Dia yang tergabung di komunitas pengusaha rental se-Indonesia mengaku telah mendengar banyak berita buruk mengenai daerah berjuluk Bumi Mina Tani tersebut.

 

Mobil Langsung Disamarkan

Baca Juga: Penyerbuan Aparat ke Proyek Tambang Desa Wadas, Dikritik DPR-RI

Empat tahun silam, rekannya asal Jawa Barat pernah meminjamkan mobil rental ke kustomer asal Pati. Kendaraan tersebut disewa selama sepekan hingga akhirnya diam di tempat selama dua hari.

Kata dia, kendaraan yang digelapkan di Pati biasanya langsung diubah untuk menyamarkan identitasnya. Mulai dari ganti warna cat hingga membuat surat-surat palsu. Intinya, kendaraan tersebut tak akan bisa kembali ke pemilik aslinya.

"Bukan hilang, (unitnya) enggak bisa diambil sampai sekarang. Entah ganti cat, entah dibikinin surat bodong, pokoknya unit itu ya enggak bisa diambil. GPS-nya itu enggak dicabut, berhenti di lokasi itu," ujar FSP saat dihubungi CNN Indonesia, dikutip Minggu (23/6).

 

Mobil Rental yang Disewa

FSP menjelaskan, ketika kendaraan milik mobil rental yang disewa tak balik-balik, rekannya itu justru diminta ikhlas, ketimbang datang ke lokasi peminjam dan berakhir celaka.

"(Katanya), sudah ikhlaskan saja, daripada Anda enggak selamat. Ya, memang semengerikan itu daerah situ," ungkapnya. n jg/erc/cr9/rmc

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU