Khofifah-Anies Sama-sama Petahana, Beda Gorengannya

author Raditya Mohammer Khadaffi

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Raditya M Khadaffi
Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Masyarakat Jawa Timur kini menanti dengan penuh antusiasme perkembangan terbaru dari kontestasi Pilkada November 2024. Secara ideal, semua berharap calon-calon yang maju mampu di pilkada Jatim membawa perubahan positif dan kemajuan bagi provinsi tercinta.

Salah satu faktor yang dipertimbangkan semua stakeholder ialah elektabilitas dan kapabilitas cagub. Ini modal untuk memenangkan Pilkada Jawa Timur dan Jakarta .

Bagi Khofifah, yang menurut beberapa survei tetap tertinggi, membuat PDIP yang semula mengincar jadi cawagub Khofifah, kini berancang-ancang bikin poros perlawanan bersama PKB.

Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP), Eriko Sotarduga, berjanji  akan menjajaki komunikasi dengan PKB dan partai politik (parpol) lain untuk membentuk poros baru di Pilkada Jawa Timur 2024.

Poros ini akan melawan pasangan Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak yang didukung Gerindra, PAN, Golkar, Demokrat, Perindo, dan PSI.

Apalagi, PKB dan PDIP secara bergantian menjadi partai pemenang Pemilu legislatif di Jawa Timur.

Jika dihitung, total kursi DPRD PDIP dan PKB di Jawa Timur mencapai 48 kursi hasil Pemilu legislatif 2024.

Kedua parpol ini bisa mengusung calon gubernur-wakil gubernur di Pilkada 2024 karena syarat kepemilikan 20 persen kursi DPRD.

Praktis, pemilihan kepala daerah Jawa Timur (Pilkada Jatim) 2024, bakal kembali menjadi ajang pertarungan bagi Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa. Pertanyaan riilnya dengan siapa?

Saat ini, incumbent itu sudah mendeklarasikan dirinya. Calon lawannya masih diwacanakan.

 

***

 

Sampai Juni 2024 ini, belum ada sosok yang bisa menjadi lawan berat  Khofifah ? Semula Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar (Cak Imin).  Tapi kini tenggelam dan dimunculkan KH Marzuki Mustamar.

PDIP memwacanakan tiga kandidat. Tri Risma Harini, Pramono Anung dan Sandiaga Uno?

Masih ada waktu lima bulan.

Sampai akhir Juni ini, belum ada koalisi parpol yang mampu menyaingi pasangan petahana Khofifah Indar Parawansa dan Emil Dardak.

 

***

 

Beda dengan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam Pilkada Jakarta 2024.

Anies banyak diincar parpol dan elite.

Maklum, Anies memiliki elektabilitas yang moncer di antara bakal calon gubernur lainnya seperti Khofifah?

Hal tersebut tergambar dalam sejumlah hasil survei dari beberapa lembaga.

Sangking tingginya, Dewan Pembina Bappilu Partai Golkar, Idrus Marham, membantah Koalisi Indonesia Maju (KIM) berupaya menjegal Anies Baswedan di Pilgub Jakarta. Idrus menegaskan KIM siap menghadapi Anies.

Maklum, Anies Baswedan, yang merupakan petahana. Ia sudah lama dibidik PKS. Makanya, kini ditiupkan Anies Baswedan, digandengkan dengan mantan Presiden PKS Sohibul Iman.

Juga Kaesang berkoar koar akan rangkul Anies. Tergambar calon gubernur DKI, ada Ridlwan Kamil. Ada Ahok. Calon rival Anies juga belum dimatangkan.

Saat ini masih digoreng elite-elite partai. Ini menyentuh juga  menu politik yang variatif.

Ada menu di atas meja dan menu tersembunyi.

Maklum, saat pilkada belum muncul deretan isu politik yang bisa jadi menu perbincangan publik. Ada masalah infrastruktur, hukum, keadilan, kesenjangan ratio gini, kesehatan, pendidikan, kebudayaan sampai perekonomian. Semuanya masih bertumpuk dan butuh penyelesaian.

Urusan politik adalah urusan publik. Kadang mudah diwakilkan ibarat bermain bola. Ada umpan lambung ke depan, ada yang bertahan, ada libero dan ada striker yang siap menendang bola ke gawang lawan.

Masih banyak berderet isu politik yang bisa jadi menu perbincangan publik belum tuntas terselesaikan sampai saat ini. Masalah hukum, keadilan, kesenjangan ratio gini, kesehatan, pendidikan, kebudayaan dan perekonomian masih bertumpuk butuh penyelesaian.

Dari catatan jurnalistik saya, pertarungan di pilgub serentak nanti bakal sangat menarik.

Prakiraan saya, bila Khofifah berhadapan dengan  cagub dari PKB- PDIP , saya prediksi pertarungannya bakat sengit. Ibaratnya laga neraka, karena saking panasnya. Inilah panggung demokrasi Jawa Timur.

Pilgub Jakarta dan Jatim, beda menu dan gorengannya. Di Jakarta, pernah muncul isu politik identitas.

Usai IKN dibangun, memperkuat fakta bahwa Jakarta akan melepaskan statusnya sebagai Ibu Kota Negara. Artinya berbagai keistimewaan yang dinikmati selama ini akan berkurang, membuat Jakarta harus bertransformasi menjadi kota yang lebih kompetitif.

Mendagri arahkan pembangunan Jakarta akan beralih menjadi kota bisnis sekelas New York dan Melbourne. Menu gorengan Gubernur Jakarta, bisa kelola DKI  tidak hanya bersaing di ASEAN tetapi juga bersaing secara global.

Lebih teknis, Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono  menyampaikan persiapannya dalam menghadapi perubahan status ibu kota. Jakarta ditargetkan menjadi kota global yang siap bersaing di panggung internasional.

Menu gorengan pembangunan di Jatim antara lain masalah pengangguran, dan kemiskinan. Tercatat kemiskinan masih di batas 10%.

Melihat kembali data Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, selama lima tahun Jatim dipimpin Khofifah jumlah orang miskin tercatat masih 4,189 juta (10,35%) atau terbanyak se-Indonesia per Maret 2023.

Persentase kemiskinan di Jatim ini lebih tinggi dari nasional 9,57 persen. Semoga Setelah terpilih lagi, Khofifah bisa kurangi jumlah orang miskin di Jatim. ([email protected])

Berita Terbaru

Semoga ini jadi Momentum untuk Bangkit" harap Leo Rolly/Daniel, Juara Thailand Open 2026

Semoga ini jadi Momentum untuk Bangkit" harap Leo Rolly/Daniel, Juara Thailand Open 2026

Senin, 18 Mei 2026 05:25 WIB

Senin, 18 Mei 2026 05:25 WIB

SURABAYAPAGI.com : Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin juara Thailand Open 2026! Leo/Daniel mengalahkan Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty dua gim langsung,…

Gus Fawait Ajak ASN Olah Raga Sore Bareng Perkuat Soliditas Program Jember Maju

Gus Fawait Ajak ASN Olah Raga Sore Bareng Perkuat Soliditas Program Jember Maju

Senin, 18 Mei 2026 05:20 WIB

Senin, 18 Mei 2026 05:20 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Pemerintah Kabupaten Jember kembali melaksanakan kegiatan rutin Olahraga Sore Bersama (OSMA) yang digelar di Jember Sport Garden, Rabu…

Puluhan Ribu Warga Jember Serbu Karnaval SCTV 2026, Gus Fawait : Berdampak Ekonomi

Puluhan Ribu Warga Jember Serbu Karnaval SCTV 2026, Gus Fawait : Berdampak Ekonomi

Senin, 18 Mei 2026 05:18 WIB

Senin, 18 Mei 2026 05:18 WIB

surabayapagi.com :  Karnaval SCTV 2026 di Kabupaten Jember sukses menyedot perhatian puluhan ribu warga. Bupati Jember, Gus Fawait, menegaskan bahwa gelaran …

Prabowo Tenang Dolar Meroket, karena Purbaya Tersenyum

Prabowo Tenang Dolar Meroket, karena Purbaya Tersenyum

Senin, 18 Mei 2026 05:16 WIB

Senin, 18 Mei 2026 05:16 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Presiden Prabowo Subianto menyinggung nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) terus melemah hingga tembus Rp…

10 Menit Baca Jurnal Harian, Raih Wisudawan Terbaik UPI

10 Menit Baca Jurnal Harian, Raih Wisudawan Terbaik UPI

Senin, 18 Mei 2026 05:15 WIB

Senin, 18 Mei 2026 05:15 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Siti Annisafa Oceania menjadi sorotan dalam momen wisuda Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) pada 12-13 Mei 2026 lalu. Ia menjadi…

Indonesia ,Peringkat 19 Penegakan Hukum Terburuk di Asia

Indonesia ,Peringkat 19 Penegakan Hukum Terburuk di Asia

Senin, 18 Mei 2026 05:10 WIB

Senin, 18 Mei 2026 05:10 WIB

SURABAYAPAGI.COM : Dalam OC Index 2025, Indonesia menempati peringkat 19 penegakan hukum terburuk di Asia dengan skor 4,0. Indonesia kalah jauh dari Thailand…