Jokowi Effect di Pilkada DKI Jakarta dan Jatim

author surabayapagi.com

- Pewarta

Kamis, 27 Jun 2024 20:32 WIB

Jokowi Effect di Pilkada DKI Jakarta dan Jatim

PKS Yakin di Jakarta, Jokowi Effect Kalah Kuat dengan Anies. Beda dengan Pilkada 2024 di Jatim

 

Baca Juga: Mensesneg, Berdiplomasi Ditanya Plot Tommy Jadi Menkeu

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Fenomena Jokowi Effect, apa masih ada? Menurut sejumlah pengamat, sampai jelang pilkada serentak November 2024, Jokowi masih mempunyai pengaruh yang sangat besar dalam pusaran politik di Indonesia.

Tapi Juru Bicara PKS, Muhammad Iqbal, menolak  Jokowi effect punya pengaruh di Pilkada Jakarta. Iqbal tegaskan PKS sangat kuat untuk melawan Jokowi effect di Pilkada Jakarta.

Beda dengan relawan Pro Jokowi (Projo). Ia menganggap pendapat PKS dan PDIP yang menilai Jokowi effect tidak berpengaruh untuk Pilkada Jakarta 2024, keliru.

Projo mewanti-wanti pihak yang menutup mata terhadap Jokowi effect harus siap menghadapi kegagalan.

Menurut  Juru Bicara PKS, Muhammad Iqbal, pengaruh Jokowi tidak terjadi di daerah dengan pemilih rasional.

"Kalau di daerah yang pemilih rasional belum tentu, Jakarta, Aceh, Sumatera Barat, Medan, belum tentu. Tapi di daerah yang mungkin rasionalitasnya rendah itu mungkin bisa," kata Iqbal dalam program 'd'Rooftalk: Siasat Mengikat Anies dan RK' , Rabu (26/6/2024).

 

Bandingkan Kinerja Anies dan Jokowi

Iqbal mengatakan PKS pernah bertarung dengan pasangan yang diendorse Jokowi. Dia kemudian membandingkan kinerja Anies Baswedan dengan Jokowi selama memimpin Jakarta.

"Saya kira di DKI kita pernah bertarung, artinya kita sangat kuat di situ, karena ini kan soal pemilih rasional, memang pemilih PKS terkenal di perkotaan, well educated, perumahan, dan kita melihat masyarakat Jakarta sudah bisa membandingkan pemerintahan Pak Jokowi dan Pak Anies," ingatnya.

"Pak Anies tuntas dia, Pak Jokowi di tengah jalan pindah, naik ke atas. Artinya banjir, dan janji-janji bisa terbukti dan merasakan," katanya.

Iqbal berharap Anies yang akan diusungnya di Pilkada harus kembali memimpin Jakarta. Dia lantas menyinggung sejumlah program Anies yang tidak diteruskan ketika sudah tak menjabat lagi sebagai Gubernur Jakarta.

"Dan sekarang ketika Pak Anies tidak menjabat yang terjadi pengurangan program-program dan ini dirasakan masyarakat langsung. Lansia yang awalnya sekian dikurangi, KJP dan lain-lain itu juga rakyat bisa merasakan. Makanya harapan Mas Anies itu untuk kembali cukup kuat, termasuk daerah kumuh yang dibangunkan rumahnya itu kan malah mereka diusir dan lain-lain. Ini kan soal masyarakat Jakarta yang lebih tahu," sebut dia.

 

Miliki Pengaruh ke Cagub

Soal Jokowi effect, Survei Litbang Kompas mengung­kapkan, Presiden Jokowi masih memiliki pengaruh signifikan terha­dap calon kepala daerah.

Baca Juga: Wamenkeu II Tommy, Pernah Jadi Wartawan

Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto mengamini pengaruh Jokowi ini sebagai sesuatu yang wajar dalam kontestasi Pilkada yang dijadwalkan akan digelar November nanti.

Pengaruh Jokowi di Pilkada atau “Jokowi effect” terungkap dari hasil survei Litbang Kompas yang dilakukan pada 27 Mei hingga 2 Juni 2024. Survei ini dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan 1.200 responden yang dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 38 provinsi Indonesia. Survei memiliki tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error sekitar 2,83 persen.

Hasil survei itu menunjukkan 54,3 persen masyarakat mempertimbangkan memilih calon kepala daerah yang memiliki hubungan de­ ngan Jokowi. Sementara 32,9 persen tidak mempertimbangkannya, dan sisanya mengaku tidak tahu.

 

Pengaruh Lantaran Infrastruktur

Ketua Umum Golkar, Airlangga Hartarto mengakui, Jokowi memang punya pengaruh dalam menentukan sikap partai politik di Pilkada.

“Ya semua pemimpin punya pengaruh, apalagi presiden,” kata Airlangga, di Jakarta.

Menurut Airlangga, Jokowi memiliki pengaruh lantaran seluruh infrastruktur saat Pilkada 2024 disiapkan oleh Pe­merintah, khususnya dari segi anggaran maupun keamanan.

 

Hasil Pilpres 2024 Lalu

Baca Juga: Wamentan Anak Desa di Grobogan

Dalam Pilpres lalu, didapati hasil pasangan Prabowo-Gibran unggul telak di Jawa Timur.

Secara akumulasi rekapitulasi KPU Jatim, paslon nomor urut 2 itu mendapat 16.716.603 suara. Peringkat kedua, pasangan Anies-Muhaimin dengan 4.492.652 suara.

Lalu ketiga adalah paslon Ganjar-Mahfud yang mengantongi 4.434.805 suara di Jawa Timur.

Sementara hasil Penghitungan Suara Tingkat KPU Provinsi DKI Jakarta, pasangan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar memperoleh 2.653.762 suara atau setara 41,07%. Sedangkan pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka memperoleh 2.692.011 suara atau setara 41,67%.

 

Pengaruh Prabowo Lebih Nyata

Analis politik dari Universitas Indonesia (UI) Cecep Hidayat , menilai pengaruh Prabowo akan lebih nyata di pentas Pilkada 2024, daripada Jokowi effect. Termasuk di Jatim. Pasalnya, saat pilkada serentak digelar pada November 2024, Jokowi sudah tak lagi menjabat sebagai presiden.

"Ketika Prabowo berkuasa, dia akan memiliki akses langsung terhadap sumber daya kekuasan dan juga pengaruh politik terhadap sekitarnya. Ini memberi keuntungan bagi kandidat yang dia dukung saat Pilkada 2024," ucap Cecep kepada Alinea.id, Selasa (25/6).

Menurut Cecep, Prabowo akan mendorong dan mendukung orang kepercayaannya memenangkan pilkada di daerah-daerah strategis. Prabowo berkepentingan menaruh orang kepercayaannya sebagai kepala daerah untuk menyukseskan progam andalan yang ia tawarkan, yakni program makan siang dan susu gratis. n erc/jk/cr6/rmc

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU