Surabaya Berantas Judi Online: Pemkot Siapkan Edaran dan Sosialisasi ke Sekolah

author surabayapagi.com

- Pewarta

Selasa, 02 Jul 2024 20:10 WIB

Surabaya Berantas Judi Online: Pemkot Siapkan Edaran dan Sosialisasi ke Sekolah

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mengambil tindakan tegas untuk mencegah judi online di kalangan Aparatur Sipil Negara (ASN), Non-ASN, dan pelajar. Salah satu langkah yang diambil adalah dengan menyiapkan surat edaran yang akan disebarkan kepada ASN dan Non-ASN.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya, M. Fikser, menyatakan bahwa konsep surat edaran tersebut telah dipersiapkan.

Baca Juga: Innovation Day 2024 : Schneider Electric Dukung Transformasi Digital di Surabaya

“Kami akan meminta Pak Wali Kota untuk menandatangani surat edaran ini. Surat tersebut berisi imbauan kepada ASN dan Non-ASN agar tidak terlibat dalam tindakan yang merugikan, seperti judi online,” ungkap Fikser pada Selasa (2/7/2024).

Dalam surat edaran tersebut, larangan bermain judi online berlaku bagi ASN dan Non-ASN baik selama jam kerja maupun di luar jam kerja.

"Kami mengimbau agar ASN dan Non-ASN tidak bermain judi online kapan pun. Ini sangat penting karena dampaknya bisa merugikan, terutama bagi pendapatan keluarga," tegasnya.

Tidak hanya menyasar ASN dan Non-ASN, Pemkot Surabaya juga berencana melakukan sosialisasi ke sekolah-sekolah. Diskominfo bersama Perangkat Daerah (PD) terkait akan bekerja sama dengan guru Bimbingan Konseling (BK) dan relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) untuk mengedukasi siswa tentang penggunaan gadget yang baik dan benar.

"Kami akan turun ke sekolah-sekolah untuk memberikan sosialisasi tentang penggunaan gadget yang sehat dan pemanfaatan internet yang baik. Ini termasuk edukasi mengenai bahaya game yang mengarah pada perjudian, prostitusi, atau pornografi," ujar Kepala Satpol PP Kota Surabaya ini.

Baca Juga: Inovasi Kesehatan: Surabaya Hadirkan R1N1 dengan Ribuan Tenaga Kesehatan di Setiap RW

Pemkot Surabaya akan menyasar pelajar SD, SMP, hingga SMA/SMK dalam sosialisasi ini. Untuk pelajar SMA/SMK, mereka akan menjalin komunikasi dengan Diskominfo Provinsi Jawa Timur.

Kalau SMA/SMK kami bangun komunikasi dengan Diskominfo Provinsi, khususnya untuk penanganan di Surabaya. Nah, beliau (Wali Kota Eri Cahyadi) lagi buatkan semacam formula yang nanti kita turun bersama. Tapi kalau di SMP dan kelas 6 SD, kami jalan," jelas pria asal Kota Serui, Papua tersebut.

Sosialisasi pencegahan judi online kepada pelajar akan dimulai setelah masa libur sekolah berakhir. Dalam sosialisasi ini, para pelajar akan mendapatkan edukasi tentang pemanfaatan gadget dan internet yang sehat.

Baca Juga: Pemkot Surabaya akan Tambah Sekolah Negeri

"Kami akan melibatkan relawan TIK untuk memberikan edukasi dengan gaya yang tidak kaku. Fokusnya adalah pemanfaatan internet sehat dan teknologi untuk pendidikan," kata mantan Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya ini.

Pemkot Surabaya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya untuk memastikan para guru ikut serta dalam sosialisasi dan edukasi ini.

"Kami yakin para guru sudah sering memberikan imbauan, tetapi kami akan koordinasi lebih lanjut dengan Dinas Pendidikan agar imbauan ini semakin efektif," tutupnya. Zis

Editor : Mariana Setiawati

BERITA TERBARU