Serapan Pupuk NPK Subsidi Lebih Rendah Dibandingkan Pupuk Urea

author surabayapagi.com

- Pewarta

Rabu, 03 Jul 2024 19:53 WIB

Serapan Pupuk NPK Subsidi Lebih Rendah Dibandingkan Pupuk Urea

SURABAYAPAGI.COM, Situbondo - Pemkab Situbondo mencatat pada periode Januari-Juni atau semester I 2024 telah mendistribusikan sebanyak 10.795 ton atau 36 persen dari alokasi pupuk urea subsidi 29.987 ton tahun ini.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dipertangan) Kabupaten Situbondo Dadang Aries Bintoro menyebutkan pada periode Januari-April atau Masa Tanam 1 (MT1) pupuk urea subsidi terdistribusi sekitar 31 persen.

Baca Juga: Perangi Judi Online, Kejari Situbondo Cek Hp Pegawai

"Jadi, pada masa tanam dua mulai bulan Mei sampai dengan akhir Juni atau dua bulan ini baru sekitar lima persen pupuk urea subsidi terserap, sehingga total yang terserap sampai sekarang 36 persen," ujarnya.

Sementara pupuk NPK subsidi yang terserap atau telah didistribusikan pada selama periode Januari-Juni, kata Dadang, sudah mencapai sekitar 34 persen atau 10.195 ton dari alokasi yang diterima Situbondo pada tahun ini sebanyak 25.000 ton.

Dia menjelaskan serapan pupuk NPK subsidi lebih rendah dibandingkan pupuk urea, karena para petani masih ketergantungan menggunakan pupuk urea.

Baca Juga: Lansia di Situbondo Kendat di Kamar Mandi

"Kami terus menyosialisasikan kepada petani tiap kesempatan, agar bagaimana petani menggunakan pupuk berimbang sehingga tidak tergantung ke pupuk kimia," kata Dadang.

Dia meminta kepada para petani di Situbondo agar segera menebus pupuk urea maupun NPK subsidi pada kios pupuk di desa masing-masing dengan membawa KTP elektronik atau Kartu Tani.

"Pendistribusian pupuk urea subsidi disalurkan ke petani yang terdaftar dalam elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK)," kata Dadang.

Baca Juga: Demo Hari Buruh di Situbondo, Massa Sampaikan 4 Tuntutan

Sementara itu Kepala Bidang Penyuluhan Dispertangan Kabupaten Situbondo Muhammad Zaini mengatakan sesuai regulasi Kementerian Pertanian (Kementan) pada tahun ini pendistribusian pupuk subsidi tidak lagi menggunakan mekanisme masa tanam.

"Sekarang pendistribusiannya untuk pupuk urea dan NPK subsidi sekaligus per tahun, tidak per masa tanam lagi. Kalau masa tanam itu kan dibagi menjadi tiga kali per tahun," katanya. St-01/ham

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU