Kabupaten Trenggalek Masuk Jaringan KaTa Kreatif Kemenparekraf

author surabayapagi.com

- Pewarta

Jumat, 05 Jul 2024 11:56 WIB

Kabupaten Trenggalek Masuk Jaringan KaTa Kreatif Kemenparekraf

i

Gala dinner penyambutan CALD dan bupati dalam rangkaian HUT APKASI ke 24 di Tebing Kepuh Trenggalek. SP/ TRG

SURABAYAPAGI.com, Trenggalek - Kabupaten Trenggalek masuk dalam Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I) oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf). 

Hal itu berkat penyelenggaraan event atau kegiatan pertemuan Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) di Tebing Keluhannya, lokasi tambang liar batu andesit yang disulap jadi kawasan wisata.

Baca Juga: Stok Melimpah, Harga Ikan di Trenggalek Justru Anjlok di Rp 3 Ribu per Kg

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengungkap, dalam penilaian itu disepakati seni pertunjukan menjadi subsektor ekonomi kreatif (ekraf) unggulan Bumi Menak Sopal, sebutan lain Kabupaten Trenggalek.

“Saya berharap ini dapat memberi semangat bagi para pemangku kebijakan atau stakeholder untuk berbuat lebih konkret lagi menghidupkan seni pertunjukan di Trenggalek," jelasnya, Jumat (05/07/2024).

Sebagai informasi, sebelumnya Bupati Trenggalek telah menandatangani uji hasil petik PMK3I (Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia) di Gedung Bhawarasa Trenggalek, dan kini resmi menjadi bagian ekosistem Kabupaten/Kota Kreatif (KaTa Kreatif) Indonesia dan menjadi jejaring KaTa Kreatif subsektor seni pertunjukan.

Baca Juga: Dulu Jadi Wisata Favorit, Guo Lowo di Trenggalek Mulai Sepi Pengunjung

Selain itu, Trenggalek juga berkesempatan mengikuti seleksi penetapan KaTa Kreatif Indonesia dan berkesempatan mendapatkan pendampingan untuk mengajukan diri menjadi anggota UCCN (UNESCO Creative City Network).

Untuk itu, pihaknya terus mendorong lahirnya pengembangan ekosistem ekraf yang mampu memikat, sepertinya misalnya gala dinner penyambutan delegasi CALD dan para bupati saat selebrasi 24 tahun APKASI di Tebing Kepuh, bekas lokasi tambang liar batu andesit yang disulap jadi kawasan wisata.

Baca Juga: 2.708 Penari Turangga Yaksa Jenjang SD - SMA di Trenggalek Pecah Rekor Muri

"Saya berharap setiap acara bisa memberikan kesan serta memanfaatkan potensi alam sekitar sebagai venue event yang digelar. Nggak apa-apa event-nya di dalam hutan, event-nya di sungai-sungai, kita gelar tari-tarian yang cukup baik disana. Rasanya itu nanti akan berkesan," imbuhnya.

“Rasanya kita sebenarnya punya banyak talenta-talenta yang bagus, tetapi event-nya selama ini masih di create dengan cara yang mungkin biasa-biasa. Pokoknya tuntas, ada event. Saya ingin kedepannya adanya event kreatif yang berkesan,” imbuhnya. trg-01/dsy

Editor : Desy Ayu

BERITA TERBARU