SURABAYAPAGI.com, Nganjuk - Kabupaten nganjuk digadang-gadang bakal bertransformasi menjadi kota industri baru di wilayah Mataraman. Pasalnya, iklim investasi di Kabupaten Nganjuk kian menggeliat dengan banyaknya para investor yang berdatangan untuk menanam modal.
Bahkan saat ini Pada triwulan I (Januari-Maret) 2024, iklim investasi di Kota Angin menunjukkan tren positif. Diketahui, realisasi nilai investasi di Kabupaten Nganjuk telah mencapai Rp 365.881.000.000. Nilai tersebut berasal dari Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 2.736.000.000 dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) Rp 363.145.000.000.
Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Muda Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Nganjuk, Sri Wahyuningsih mengungkap jika Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk tengah menargetkan realisasi nilai investasi pada 2024 sebesar Rp 1,50 triliun.
"Nilai investasi triwulan II masih dihimpun melalui Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM). Kami memprediksi nilainya meningkat. Kami juga optimistis mencapai target yang ditetapkan di 2024," katanya, Selasa (09/07/2024).
Berdasarkan data LKPM triwulan I 2024, sudah ada sembilan kegiatan usaha PMA dan 88 kegiatan usaha PMDN di Kabupaten Nganjuk. Kegiatan usaha tersebut tersebar di sejumlah kecamatan. Antara lain, Kecamatan Rejoso, Lengkong, Gonndang, Kertosono, dan Jatikalen.
"Yang terbaru, ada PT Belfoods yang akan berkegiatan usaha di sini. Ada pula hotel namun belum beroperasional," sebutnya.
Ia mengungkapkan ada beragam faktor yang membuat investor tertarik menanamkan modal di Kabupaten Nganjuk. Faktor tersebut yakni, upah tenaga kerja yang masih kompetitif dengan kabupaten lain, koneksi jalan tol, serta adanya Bandara Dhoho, Kediri.
"Pertumbuhan investasi di Kabupaten Nganjuk tergolong baik. Kabupaten Nganjuk sedang mengarah atau menuju kota Industri baru," tutupnya. ngj-01/dsy
Editor : Desy Ayu