SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Sebagai perpisahan Suzuki dalam rangka menghentikan sejumlah model untuk pasar Eropa termasuk Jimny LCV. Pabrikan asal Jepang itu bakal merilis edisi spesial untuk pasar Jerman, Kamis (11/07/2024).
Pabrikan berlogo ‘S’ itu akan menghadirkannya secara terbatas hanya 900 unit edisi spesial Jimny, dengan grill bernuansa retro menampilkan huruf ‘Suzuki’ dengan skid plate bergaya aluminium di bumper, side skirt serasi, dan penutup pelek Cadangan bermerek Suzuki.
Selain itu, model baru yang diketahui bernama Jimny Horizon dengan tampilan warna Medium Grey, dipadukan dengan stiker hitam dan nantinya akan ada satu set mud flaps, melengkapi baja hitam. Lalu, ada paket aksesori mencakup halangan trailer yang dapat dilepas bagi mereka yang ingin menggunakan off-roader rangka tangga untuk penarik.
Lebih lanjut, Suzuki juga menghadirkan model ini dengan konfigurasi dua tempat duduk pada bagian interiornya. Mobil ini diklaim memiliki ruang kargo seluas hingga 863 liter.
Untuk komponen internal pembakaran, mobil tersebut dibekali mesin 1,5 liter naturally-aspirated yang memompa tenaga 101 dk dan torsi 130 Nm digabungkan dengan transmisi manual yang tersalurkan ke penggerak semua roda (AWD).
Sebagai informasi, untuk harga yang ditawarkan, Suzuki Jimny Horizon akan tersedia untuk pasar Jerman dengan banderol senilai 32.340 euro (Rp 567,4 jutaan) atau lebih mahal dari varian dasarnya 29.490 euro (Rp 517,3 jutaan).
Suzuki juga mempersiapkan diri untuk elektrifikasi dengan segera menghadirkan Jimny versi hybrid yang berpotensi bakal hadir pada tahun 2024 atau 2025. Kemungkinan pabrikan akan menerapkannya dalam mesin 1,5 liter mild-hybrid.
Selain itu, Suzuki juga mengkonfirmasi Jimny akan dihadirkan kembali dalam bentuk kendaraan listrik (EV) murni yang bakal memulai debutnya di benua biru pada 2030 mendatang sebagai salah satu dari lima EV yang akan diluncurkan merek ini di Eropa, dengan desain Jimny dengan tiga pintu yang menampilkan grafis lampu depan diubah ulang. Selain Eropa, model tersebut juga ditawarkan di pasar Jepang dan India. jk-06/dsy
Editor : Desy Ayu