Para Bupati se-Indonesia Ngaku Belum Sejahtera

author surabayapagi.com

- Pewarta

Kamis, 11 Jul 2024 20:53 WIB

Para Bupati se-Indonesia Ngaku Belum Sejahtera

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Mayotitas bupati di Indonesia mengaku kurang sejahtera. Pengakuan ini dipancing oleh pertanyaan Mendagri Tito Karnavian.

Tito, awalnya bicara tentang hal yang membuat orang korupsi adalah kurangnya kesejahteraan. Para peserta yang merupakan bupati se-Indonesia itu pun mengiyakannya.

Baca Juga: Mendagri Terperangah, Ada Kepala Daerah Berjudi online

"Artinya apa? Saya berpendapat sebetulnya kita ini nggak ada yang mau korupsi kalau seandainya memang kesejahteraan cukup, betul nggak?" tanya Tito, dalam Rapat Kerja Nasional XVI Apkasi (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia) di Jakarta Convention Center (JCC) pada Rabu (10/7/2024).  Para bupati serentak menjawan 'betul', diikuti tepuk tangan.

 

Solusi Kurangi Korupsi

Mendagri Tito Karnavian bicara mengenai solusi mengurangi korupsi di lingkungan kepala daerah. Salah satunya menekan biaya politik yang saat ini dinilai terlalu tinggi.

Tito, lalu mencontohkan satu kasus tentang penunjukan kepala polisi di Inggris. Dia mengatakan di Inggris tidak ada yang mengincar kursi kepala polisi, rata-rata polisi sana mengincar divisi patroli.

"Polisi di Inggris dorong-dorongan jadi kepala polisi, 'udah kamu aja', 'kamu aja', kenapa? Karena nggak ada sampingannya, dia kerjanya lebih berat, tanggung jawab lebih banyak, semua rebutan pengen jadi patroli 8 jam itu aja, gaji cukup, untuk anak sekolah cukup, buat cicilan rumah cukup, buat liburan cukup, nggak jauh beda dengan gaji kepala polisi, nah mendingan ini dong?" ujar Tito.

 

Baca Juga: Terima Satyalancana Karya Bhakti Praja Nugraha Presiden RI, Khofifah: Penghargaan Ini di Persembahkan Untuk Warga Jatim

Bupati se-Indonesia Mengiyakan

Mendagri bicara tentang hal yang membuat orang korupsi yaitu kurangnya kesejahteraan. Para peserta acara yang merupakan bupati se-Indonesia itu pun mengiyakannya.

Menurut Tito, operasi tangkap tangan (OTT) kepala daerah yang dilakukan KPK tidak akan selesai bila masalah biaya politik ini belum selesai. Dia berharap sistem mengenai biaya politik di pemilihan kepala daerah langsung bisa diperbaiki.

"Itu tantangan kita, kemarin saya sampaikan ke KPK di depan seluruh pemimpinan, ya untuk menunjukkan penangkapan mau sebanyak apapun OTT ini nggak akan selesai kalau nggak diperbaiki, yang saya bilang tadi, dalam konteks tadi supaya rekrutmen kepala daerah jangan biaya tinggi karena mereka akan berat, dan pasti akan kembalikan biaya politik. Gaji nggak cukup, akhirnya bermain, gitu-gitu aja," katanya.

Baca Juga: Mendagri Tito Karnavian Berencana Nonaktifkan Gus Mudhlor Sebagai Bupati Sidoarjo

 

Jangan Marahi Bupati OTT

Tito meminta para bupati tidak memarahi kepala daerah yang tertangkap OTT. Dia justru meminta seluruh kepala daerah berkaca mengenai sikap pribadi mereka.

"Yang ketangkep sial, jangan dimarahin yang ketangkep, karena berkaca diri sendiri, bener-bener nggak saya udah bersih? Betul nggak nih?" ucap Tito dan kembali dijawab 'betul' oleh peserta acara. n erc/jk/rmc

Editor : Moch Ilham

BERITA TERBARU