SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pemerintah telah menaikkan dua kali lipat ketersediaan dan anggaran pupuk subsidi. Menurutnya, kini petani sudah tak lagi banyak mengeluh soal pupuk subsidi.
Naiknya jatah pupuk subsidi sendiri dilakukan Jokowi setelah banyaknya protes dari petani soal ketersediaan pupuk subsidi. Kini pupuk subsidi naik dari awalnya cuma 4,7 juta ton menjadi 9,5 juta ton, anggarannya menjadi Rp 53 triliun dari awalnya cuma Rp 26,7 triliun.
"Pupuk subsidi sekarang ini naik hampir dua kali lipat, subsidinya juga sama naik dua kali lipat," beber Jokowi usai melakukan kunjungan ke kebun kopi di Lampung Barat, Jumat (12/7/2024).
Orang nomor satu di Indonesia itu mengatakan saat ini setiap dia terjun ke lapangan dan bertanya ke petani soal pupuk subsidi, tak ada lagi keluhan atau masalah ketersediaan seperti yang terjadi sebelumnya.
"Kalau saya tanya ke petani-petani tadi, kemarin kemarin dalam dua minggu ini nggak ada masalah lagi," ujar Jokowi.
Bagaimana dengan petani kopi? Jokowi bilang dia belum mendengar ada keluhan pupuk subsidi yang sulit didapat. Soal laporan itu pihaknya bakal mendalaminya.
"Kalau petani kopi saya belum lihat, apakah ada masalah urusan pupuk ya," kata Jokowi singkat ketika diberi tahu petani kopi mengeluhkan pupuk subsidi.
Diketahui dalam kunjungannya di Kabupaten Lampung Barat pada hari ini Presiden setelah melakukan pendaratan di Lapangan Sekala Bekhak Komplek Islamic Center Sekuting Terpadu, lalu melanjutkan perjalanan menuju RSUD Alimuddin Umar dan melakukan panen kopi bersama petani di Desa Kambahang, Kecamatan Batubrak, Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung sembari berdialog bersama petani.
Untuk alokasi pupuk subsidi di 2024, berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian RI tentang Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi (HET) Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2024.
Alokasi pupuk bersubsidi Provinsi Lampung sesuai surat keputusan itu meliputi urea sebanyak 349.531 ton, NPK 396.891 ton, NPK formula khusus 24.282 ton dan pupuk organik berjumlah 33.016 ton.
Dan untuk jumlah penerima berdasarkan E-RDKK ada sebanyak 677.957 orang petani mendapatkan alokasi pupuk subsidi.
Serta total kebutuhan pupuk yang telah tercatat sebesar 1.043.405 ton, yang terdiri dari urea sebanyak 387.240 ton, NPK 631.883 ton dan NPK formula khusus untuk kakao berjumlah 24.282 ton.
Editor : Moch Ilham