SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Dalam laga final Euro 2024 Spanyol dan Inggris, Senin dinihari WIB nanti, banyak publik dunia bertaruh. Konon La Furia Roja yang lolos ke final setelah mengalahkan Prancis, bakal jadi juara Euro 2024. Inggris dengan julukan The Three Lions menyingkirkan Belanda di semifinal, juga dipertaruhkan juaranya.
Hal pasti, Spanyol dan Inggris akan memperebutkan trofi Euro 2024 yang bakal dimainkan pada Minggu (14/7/2024) atau Senin (15/7/2024) dini hari WIB di Olympiastadion Berlin.
Terlepas siapa yang jadi juara, tontonan final Euro 2024 ini, bakal menyedot perhatian penggemar sepak bola di seluruh penjuru dunia. Termasuk saya.
***
Mengutip artikel Jamie Watts, London, UK yang diposting 17 April 2023 di threads, sepak bola dianggap telah menjadi identik dengan perjudian di Inggris. Dan itu pasti menjadi masalah.
Sebagai seseorang yang terobsesi dengan permainan yang indah, orang biasanya disibukkan dengan permutasi olahraga setiap akhir pekan. Siapa yang berpeluang merebut gelar, siapa yang berpeluang finis empat besar, dan siapa yang berpeluang terdegradasi?
Bagi banyak penggemar Inggris, undian utama aksi sepak bola disediakan oleh kesempatan untuk mendapatkan uang ekstrakurikuler melalui taruhan.
Juga legiun bandar judi terus-menerus bersaing untuk mendapatkan perhatian publik di Inggris.
Selama permainan 90 menit, kita akan melihat sekeliling 700 iklan perjudian. Itu sekitar enam setiap menit. Pesan-pesan mereka terus-menerus membanjiri pikiran kita melalui penimbunan, iklan televisi, perhiasan set siaran, sampai sponsor baju.
Dalam kasus yang terakhir, sponsor taruhan akan dihentikan untuk musim 2025/26 di bagian depan kaus. Tetapi masih diperbolehkan di lengan kaus. Ini terasa seperti langkah menyamping ketika kita melihat data publik di situs web pemerintah.
Diperkirakan 1.44 juta orang dikatakan kecanduan judi di Inggris. Konon seluruh tingkat kedua sepak bola Inggris (The Championship) bermitra dengan Sky Bet. Ada interval pra-pertandingan dan paruh waktu diberikan kepada Bet365 untuk menunjukkan peluang langsung di aplikasinya. Pakar favorit muncul dengan ceria, iklan seperti sandiwara. Ini semakin menegaskan gagasan bahwa perjudian adalah bagian dari pengalaman hari pertandingan dan budaya sepak bola yang lebih luas di Inggris.
Dengan larangan sponsor kemeja yang akan datang, setidaknya ada pengakuan eksplisit bahwa pencitraan perjudian tidak sehat untuk PR olahraga.
***
Padahal pada awalnya, sepak bola adalah sebuah olahraga yang memiliki nilai sosial. Salah satunya dengan membangun kohesi sosial (social cohesion) dari penyelenggaraan pertandingan sepak bola.
Dari beberapa sumber, saat ini sepak bola bukan sekadar tentang pertandingan, tetapi juga tentang pemodal yang mengubahnya menjadi sebuah bisnis melalui olahraga sepak bola.
Nilai tradisional suporter (fandom) juga telah bergeser dari yang awalnya sebagai pemberi dukungan (modes of support) menjadi suporter sebagai konsumen (fan-consumer). Ini digunakan sebagai alat memaksimisasi pangsa pasar dan keuntungan.
Akal sehat saya menyebut sepak bola modern sudah bermetamorfosa menjadi dua entitas, yaitu klub (industri) dan negara (identitas). Batasannya pun sangat tipis. Seorang pemain sepak bola bisa menjadi simbol sebuah industri sekaligus negara.
Terkadang batasan antara dua entitas tadi menjadi kabur dan buram. Tapi pada prinsipnya orang modern menjadikan sepak bola sebagai sebuah pertunjukan hiburan (entertainment) dan kesenangan.
Juga di Indonesia, sepak bola telah diarahkan menuju status industri yang formal dengan mengharuskan semua klub sepak bola yang berpartisipasi dalam kompetisi profesional untuk menjadi badan hukum Perseroan Terbatas (PT).
***
Ada data yang dipublikasikan oleh perusahaan riset multinasional (Ipsos) tahun 2022 yang menempatkan Indonesia sebagai negara teratas dalam hal jumlah penggemar sepak bola, yakni sebanyak 69 persen dari total 270 juta populasi.
Besarnya jumlah penggemar serta dukungan dari negara merupakan suatu ekosistem yang menjanjikan bagi perkembangan sepak bola,baik dalam sudut pandang olahraga maupun industri.
Saya catat, FIFA berada di antara negara dan pasar (industri). Sementara ekosistem bola itu adalah pemain, penonton dan pelaku. Dan Indonesia merupakan bagian dari ekosistem bola yang menjanjikan bagi FIFA.
***
Kini, Premier League akan membantu tim-tim untuk lepas dari sponsor rumah judi.
Tidak dimungkiri bahwa rumah judi menjadi salah satu sponsor yang besar bagi sepakbola Inggris. Merujuk data Financial Times, pendapatan kotor rumah judi dari sepakbola menjadi yang terbesar di Inggris dengan persentase sebesar 46% atau sekitar 1,1 miliar Paun pada April 2023.
Kabarnya tidak sedikit masyarakat Inggris yang doyan main judi. The Betting and Gambling Council, sebuah lembaga di Inggris yang mewakili industri rumah judi, mengklaim ada 22,5 juta orang di Inggris Raya yang bermain judi tiap bulannya. Namun tetap ada petaruh yang terkena imbas buruk dari judi.
Pengetatan aturan judi di Inggris ini tidak lepas dari aturan baru yang dikeluarkan oleh pemerintah untuk melindungi para penjudi yang rentan.
Dalam rilis resminya, pemerintah Inggris menyayangkan adanya orang yang kehilangan 70.000 Paun dalam waktu sepuluh jam dan ada orang yang memasang 100.000 paun meski ia memiliki batas 70.000.
Sebagai perbandingan, federasi sepakbola Inggris (FA) menerbitkan dokumen yang memuat poin-poin larangan bermain judi bagi siapa saja yang terlibat dalam sepakbola, entah itu pemain atau pelatih. Jika seorang pemain atau pelatih bertaruh pada judi sepakbola, ia dianggap melanggar aturan.
Tercatat pada tahun 2018, tercatat, sebanyak hampir 60 persen klub sepak bola di dua liga top Inggris disponsori perusahaan judi. Dari persentase tersebut, sebanyak 9 klub berasal English Premier League dan 17 klub berasal dari EFL Championship.
Di Premier League 2023/2024, ada juga beberapa klub yang disponsori perusahaan judi. Tercatat, sebanyak 8 dari 20 klub kasta tertinggi Liga Inggris musim ini telah meneken kontrak sponsor dengan perusahaan judi untuk beberapa tahun.
Delapan klub tersebut terdiri dari Aston Villa, Everton, Bournemouth, Fulham, Nottingham Forest, West Ham United, Brentford, dan Burnley.
Dari sebuah sumber, tren sponsor perusahaan judi di klub sepak bola Inggris sejatinya bukan fenomena baru. Sebab, perusahaan judi, baik luring maupun daring memang sudah banyak mensponsori klub sepak bola Inggris sejak lama.
Tercatat di Inggris, perjudian dan sepak bola sudah mendarah daging sejak 1960-an.
Sayangnya, aturan pelarangan sponsor judi belum dijawantahkan hingga saat ini. Itu terjadi lantaran ada banyak klub sepak bola Inggris yang melakukan penolakan lantaran sudah terikat kontrak sponsor dengan perusahaan judi.
Akibat kontrak tersebut, perusahaan judi mewajibkan klub untuk memasang jenama perusahaan mereka di bagian depan jersey sebagai bentuk iklan. Semoga tradisi judi dalam sepak bola di Indonesia tidak mengikuti klub klub sepak bola di Inggris. ([email protected])
Editor : Raditya Mohammer Khadaffi