Kader NU 'Mesra' Pada Israel, 'Abaikan' Konstitusi RI

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Raditya M Khadaffi
Raditya M Khadaffi

i

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Ada lima tokoh muda NU yaitu Gus Syukron Makmun, Dr. Zainul Maarif, Munawar Aziz, Nurul Bahrul Ulum, dan Izza Annafisah Dania.

bertemu dengan Presiden Israel, Isaac Herzog. Menurut Foto yang beredar di media sosial X dan instagram, kelima tokoh muda itu terlihat berdiri di belakang presiden Israel.

Salah satu tokoh muda yang berada dalam foto tersebut tak mengkonfrmasi secara jelas keberadaan mereka di Israel.

Zainul Maarif juga sempat membagikan foto kunjungan tersebut melalui akun instagramnya @zenmaarif. Dalam keterangan fotonya, Zainul menuliskan, "Berbincang langsung dengan Presiden Israel."

Lebih lanjut, ia juga menjelaskan maksud kedatangannya ke Israel.

"Saya bukan demonstran, melainkan filsuf-agamawan. Alih-alih demonstrasi di jalanan dan melakukan pemboikotan, saya lebih suka berdiskusi dan mengungkapkan gagasan," jelas Zainul.

 

***

 

Mendapati nahdliyin yang berada di Israel, Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengaku menyesalkan tindakan ini.

Melalui laman NU Online, Ketua PBNU Savic Ali menegaskan kunjungan kelima warga nahdliyin tersebut bukan atas nama organisasi. Ia juga tidak mengetahui atas dukungan apa mereka melawat ke Israel.

Lebih lanjut, Savic menegaskan tindakan kelima warga nahdliyin tersebut tidak memahami geopolitik, tak mengerti kebijakan NU secara organisasi, serta perasaan seluruh warga NU. Apalagi kelima tokoh muda ini dikenal sebagai aktivis NU, terlepas dari kunjungan mereka yang disebut sebagai kunjungan pribadi.

Kunjungan para aktivis NU ke Israel seolah bertolak belakang dengan sikap NU yang saat ini berpihak pada Palestina serta mengecam keras agresi militer yang dilakukan Israel. Nah, ada dua pandangan antara 5 kader dan pengurus PBNU. Siapa yang berkompeten wakili NU?

 

***

 

Saya pernah baca buku kebenaran. Digambarkan tentang dua golongan manusia yang keduanya sama sama suka berbicara tentang masalah  ‘kebenaran’. Mereka adalah filsuf dan agamawan.

Ada beberapa filsuf Yunani terkenal diantaranya Socrates, Plato, dan Aristoteles. Mereka memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan filsafat.

Juga pemikir filsafat Indonesia seperti  Karlina Supelli, Franz Magnis-Suseno, Komarudin Hidayat, sampau Jaya Suprana.

Dalam Islam ada Imam Al-Ghazali. Nama lengkapnya Abu Hamid Al-Ghazali. Selain  sastrawan, Al-Ghazali, juga pemikir muslim yang memberikan kontribusi besar dalam keilmuan Islam.

Hampir setengah dari usianya, ia habiskan untuk mendalami pengetahuan dan mengajarkan pengetahuan, sehingga banyak tokoh dunia terpukau oleh Al-Ghazali, lewat, karya-karya, dan ajaran sufistiknya.

Mengutip tulisan Ahmad Atabik dalam jurnal Fikrah yang terbit 2014, Abu Hamid Al-Ghazali mempunyai nama lengkap Abu Hamid Muhammad Ibnu Muhammad ibnu Muhammad Al-Ghazali al-Thusi yang bergelar hujjatul Islam.

Untuk gelarnya itu, nama Al-Ghazali masyhur karena perannya sebagai pendebat yang membela soal kebenaran Islam, terutama dari para filsuf batiniah. Argumentasinya yang juga ia tulis dalam ratusan kitab dinilai sangat mengagumkan.

Beda dengan seorang agamawan sejati. Ia akan selalu peduli terhadap nasib bangsa dan negaranya.

Bagi agamawan, hidup beragama bukan hanya masalah kerohanian semata atau lebih sempit pada masalah seputar ibadah saja, melainkan mencakup ajaran sosial, teologi, filsafat, dsb.

Dalam meyakini suatu ajaran, seorang agamawan diajarkan  tidak perlu mengklaim sebagai pihak yang paling benar atau bahkan merasa sebagai satu-satunya yang paling benar.

Nah, ke 5 kader muda NU ini menemui Presiden Israel, untuk menggali apakah PBNU itu organisasi yang paling benar atau bahkan merasa sebagai satu-satunya yang paling benar menilai Israel dalam percaturan global?

Sebagai agamawan, apakah kelima kader NU bebas menerima kebenaran yang terdapat dalam diri Israel dan juga mungkin menolak sudut pandang Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Kelimanya, bisa menauladani Para Nabi dan Rasul datang dengan membawa suatu konsep masyarakat yang ideal. Maka tentu saja ada kesenjangan antara kondisi yang aktual dan ideal terkait pemimpin Israel.

 

***

 

Sebagai warga Negara RI, kelima kader NU ini mesti tahu, Konstitusi RI dengan tegas menolak penjajahan dunia karena tidak sesuai dengan nilai perikemanusiaan dan perikeadilan.

Pendiri negara mendasarkan sikap mereka pada konstitusi Indonesia, yakni UUD 1945, khususnya pada pembukaan UUD 1945 paragraf pertama dan keempat. Paragraf ini  intinya menolak segala bentuk penjajahan yang ada di muka bumi.

Dan sejak berdirinya Israel, dipandang Indonesia sebagai ujung tombak kolonialisme serta imperialisme, sehingga sampai saat ini tidak ada hubungan diplomatik dengan negara penjajah Palestina tersebut.

Elite kita sampai era Jokowi, sepakat apa yang dilakukan Israel atas Palestina merupakan bentuk penjajahan. Wajar, pengurus PBNU menyayangkan kelima kader muda NU itu abaikan Konstitusi RI dengan 'mesra' pada Israel. ([email protected])

Berita Terbaru

Fotografer Wedding di Ponorogo Diduga Intip Perias di Kamar Mandi, Ponselnya Simpan 700 Rekaman Perempuan

Fotografer Wedding di Ponorogo Diduga Intip Perias di Kamar Mandi, Ponselnya Simpan 700 Rekaman Perempuan

Sabtu, 08 Agu 2026 18:44 WIB

Sabtu, 08 Agu 2026 18:44 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Seorang fotografer berinisial AL (27), asal Slahung, Ponorogo, diduga mengintip dan merekam seorang perias pengantin saat berada di…

Seorang Wanita Paruh Baya Ditemukan Tewas Mengapung di Kolam Ikan Koi

Seorang Wanita Paruh Baya Ditemukan Tewas Mengapung di Kolam Ikan Koi

Sabtu, 08 Agu 2026 13:27 WIB

Sabtu, 08 Agu 2026 13:27 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar – Warga Desa Tanjung, Kec. Udanawu, Kab. Blitar, kemarin sore (Jumat, 7 Agustus 2026) sekitar pukul 16.00 dikejutkan dengan adanya s…

Dentuman dan Asap Gegerkan Warga Ring 1 Gresik, Insiden Diduga Terjadi di Smelter PT Smelting

Dentuman dan Asap Gegerkan Warga Ring 1 Gresik, Insiden Diduga Terjadi di Smelter PT Smelting

Sabtu, 08 Agu 2026 12:37 WIB

Sabtu, 08 Agu 2026 12:37 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Warga di sekitar kawasan industri Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, dibuat panik oleh suara dentuman keras yang terjadi berulang k…

Peringati HUT RI ke-81 tahun 2026 Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Jabon, Gelar RALLY HIKING, Trophy bergilir Camat Jabon

Peringati HUT RI ke-81 tahun 2026 Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Jabon, Gelar RALLY HIKING, Trophy bergilir Camat Jabon

Sabtu, 08 Agu 2026 11:36 WIB

Sabtu, 08 Agu 2026 11:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo – Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-81 Tahun 2026, Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Jabon, Kabupaten Sidoarjo, m…

PLN UP3 Ponorogo Luncurkan Program EVplore di Museum dan Galeri SBY-Ani

PLN UP3 Ponorogo Luncurkan Program EVplore di Museum dan Galeri SBY-Ani

Jumat, 07 Agu 2026 19:38 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 19:38 WIB

SurabayaPagi, Pacitan – Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur melalui Unit P…

Bangun Sinergi dengan PCNU, Kapolres Lamongan Shalat Ashar Berjamaah Bersama Pengurus

Bangun Sinergi dengan PCNU, Kapolres Lamongan Shalat Ashar Berjamaah Bersama Pengurus

Jumat, 07 Agu 2026 17:58 WIB

Jumat, 07 Agu 2026 17:58 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan – Kapolres Lamongan yang baru AKBP Adhytiawarman Gautama Putra P.hD menyempatkan diri melaksanakan shalat Ashar berjamaah, bersama j…