Desa Pucung Balongpanggang Jadi Pilot Project Pertanian Tembakau di Gresik

author M. Aidid Koresponden Gresik

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Joko Tayusman, petani tembakau Dusun Tamping Desa Pucung, Kecamatan Balongpanggang di lahan pilot project pertanian tembakau Dinas Pertanian Kabupaten Gresik. SP/M Aidid
Joko Tayusman, petani tembakau Dusun Tamping Desa Pucung, Kecamatan Balongpanggang di lahan pilot project pertanian tembakau Dinas Pertanian Kabupaten Gresik. SP/M Aidid

i

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Desa Pucung, Kecamatan Balongpanggang, Kabupaten Gresik menjadi pilot project pertanian tembakau jenis jinten. Untuk menunjang pertanian tembakau yang mulai bergeliat itu, pihak pemerintah desa (pemdes) setempat membangun jalan usaha tani (JUT) dari Dana Desa (DD) sektor ketahanan pangan sebesar 20 persen.

Menurut Kepala Desa Pucung Choirul Anam, pada 2023 ada lahan 7 hektar yang dikhususkan untuk memulai tanam tembakau. Hasil panennya dihitung per batang daun tembakau. Per hektar hasilnya bisa mencapai Rp60 juta. Sedangkan tahun ini meningkat 20 hektar untuk ditanami tembakau. 

"Kita sedang mengembangkan pertanian tembakau jenis jinten. Agar infrastruktur pertaniannya mendukung kita sedang membangun jalan usaha tani (JUT).

Saat ini masih proses pengerjaan JUT sepanjang 272 meter dengan tinggi pondasi jalan melintas di persawahan 0,8 meter. Anggarannya Rp153 juta lebih atau 20 persen dari anggaran DD sektor ketahanan pangan," ungkap Choirul Anam kepada sejumlah awak media yang menemuinya di proyek pengerjaan JUT, Kamis (18/7).

Sementara Kepala Dusun Tamping Desa Pucung, Joko Tayusman (45) menambahkan, saat ini Dusun Tamping Desa Pucung menjadi pilot project pertanian tembakau. Panen tahun lalu, dari 7 hektar yang ditanami tembakau selama 3 bulan telah membuahkan hasil sebesar Rp30 juta. Keuntungan petani sampai Rp20 juta setelah dipotong biaya produksi. 

"Karena masih petani pemula, kami  menjual hasil panen dalam bentuk daun ke perajang di Jombang, Lamongan dan Bojonegoro. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kami sudah bisa menjual dalam bentuk rajangan sehingga harga jual tembakau kami lebih meningkat. Saat ini, alat perajang sudah ada hasil bantuan dari Dinas Pertanian Gresik," ucap Joko, perangkat desa sekaligus pelopor petani tembakau di Desa Pucung.

Terkait pengairan, tambah Joko, pihak pemdes memfasilitasi sumur bor di beberapa lokasi sawah yang akan terhubung dengan JUT berupa akses jalan pertanian yang saat ini progres pembangunannya masih 30 persen. 

"Itu (tanaman tembakau) masih umur 53 hari jenis tembakau jinten. Kita bisa lihat daunnya menghijau dan tebal. Jualnya kita masih mengandalkan berat daun. Dan tembakau jenis jinten biasanya untuk rokok produksi PT Djarum. Tembakau tidak terlalu butuh air banyak. Hanya butuh kelembaban tanah saja," tuturnya.

Keberhasilan panen tembakau tahun lalu pihak gapoktan desa bertekad akan melakukan pengembangan. Apalagi saat ini, Desa Pucung telah menjadi pilot project pertanian tembakau di Kabupaten Gresik. Sementara yang ditanam dipilih tembakau jenis jinten  karena memiliki bobot yang bagus. Sehingga bisa menaikkan hasil panen yang baik. 

"Pupuk yang kita pakai NPK urea ZA, SP36 dan ZK. Dan sudah disubsidi dari pemerintah daerah. Kita dapat bibit tembakau jinten dari dinas pertanian. Masing-masing poktan dapat 4 bungkus bisa ditanam untuk 20 hektar. Kita juga dapat plastik UV untuk pembenihan dari dinas pertanian," tutup Joko. grs

Berita Terbaru

Dinding Kedap Suara hingga Tiga Bilik, Saksi Ungkap Temuan di Rumah Dharmahusada yang Diduga Dipakai Scamming

Dinding Kedap Suara hingga Tiga Bilik, Saksi Ungkap Temuan di Rumah Dharmahusada yang Diduga Dipakai Scamming

Kamis, 17 Sep 2026 21:34 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 21:34 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya — Sebuah rumah di kawasan Dharmahusada Permai, Surabaya, menjadi sorotan dalam persidangan perkara dugaan sindikat penipuan daring l…

Maidi Dituntut 7 Tahun 2 Bulan, Uang Pengganti Rp8 Miliar dan Denda Rp205 Juta

Maidi Dituntut 7 Tahun 2 Bulan, Uang Pengganti Rp8 Miliar dan Denda Rp205 Juta

Kamis, 17 Sep 2026 21:31 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 21:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun — Mantan Wali Kota Madiun Maidi menghadapi tuntutan berat dalam perkara dugaan pemerasan dan gratifikasi yang ditangani Komisi P…

KPK Tuntut Maidi 7 Tahun 2 Bulan, Sebut Rusak Kepercayaan Publik

KPK Tuntut Maidi 7 Tahun 2 Bulan, Sebut Rusak Kepercayaan Publik

Kamis, 17 Sep 2026 20:30 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 20:30 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya – Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menuntut Maidi dengan pidana tujuh tahun dua bulan penjara dalam perkara dugaan pemerasan bermodus d…

SMK Budi Luhur Gandeng CBN dan Digdaya, Dorong Karya Siswa Masuk Industri Digital

SMK Budi Luhur Gandeng CBN dan Digdaya, Dorong Karya Siswa Masuk Industri Digital

Kamis, 17 Sep 2026 20:14 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 20:14 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Banten — SMK Budi Luhur Tangerang menjajaki kolaborasi dengan PT Cyberindo Aditama (CBN) dan PT Digdaya Duta Digital (Digdaya) untuk m…

Semarak Hari Pelanggan Nasional, PLN Tambah Dua SPKLU di Citraland Surabaya

Semarak Hari Pelanggan Nasional, PLN Tambah Dua SPKLU di Citraland Surabaya

Kamis, 17 Sep 2026 17:23 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 17:23 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Jawa Timur (UID Jatim) terus memperluas akses pengisian daya kendaraan listrik di S…

Karhutla di Ponorogo Makan Korban, Nenek 70 Tahun Tewas Terpanggang 

Karhutla di Ponorogo Makan Korban, Nenek 70 Tahun Tewas Terpanggang 

Kamis, 17 Sep 2026 17:18 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 17:18 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Ponorogo yang semakin kerap terjadi belakangan ini memakan korban. Ini setelah…