Musim Panen Serentak

Harga Gabah Basah dan Kering di Nguntoronadi Magetan Alami Kenaikan

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Petani padi sedang panen di sawah, yang kemudian gabah tersebut nantinya dijual dalam keadaan basah ataupun kering. SP/ MGT
Ilustrasi. Petani padi sedang panen di sawah, yang kemudian gabah tersebut nantinya dijual dalam keadaan basah ataupun kering. SP/ MGT

i

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Musim panen raya serentak kali ini membuat para petani padi di Desa Driyorejo, Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Magetan sumringah. Pasalnya, harga gabah mengalami kenaikan.

Diketahui, harga gabah basah saat ini mencapai Rp 6.800 per kilogram, sedangkan gabah kering dibanderol dengan harga Rp 7.100 hingga Rp 7.200 per kilogram. Pasalnya, pada panen sebelumnya, harga gabah hanya berkisar antara Rp 5.500 hingga Rp 6.200 per kilogram.

“Alhamdulillah, harga gabah sekarang lumayan naik. Meskipun masih ada biaya tambahan untuk sewa mesin panen combine sekitar Rp 7.500 per kilogram plus biaya operasional lainnya, tapi setidaknya bisa menutup sebagian biaya produksi,” ujar Miran, salah seorang petani di Desa Driyorejo, Senin (29/07/2024).

Meskipun harga gabah mengalami kenaikan, para petani masih menghadapi beberapa tantangan. Selain biaya produksi yang cukup tinggi, fluktuasi harga gabah juga menjadi kendala tersendiri. 

Miran mengatakan, yang masih menjadi masalah adalah harga pupuk serta penggunaan sewa mesin panen combine memerlukan biaya yang cukup besar. Sehingga dengan adanya kenaikan harga gabah tersebut, para petani berharap bisa mendapatkan keuntungan yang lebih baik.

”Namun, kalau harga gabah saat ini bagus, kemungkinan kami sudah untung. Biaya untuk beli pupuk dan perawatan sudah bisa kembali. Saat ini harga gabah naik kan karena musim kemarau ini,” pungkasnya. mg-02/dsy

Berita Terbaru

Optimalkan KBM, Pemkot Madiun Usulkan Revitalisasi Bangunan SD Pakai APBN

Optimalkan KBM, Pemkot Madiun Usulkan Revitalisasi Bangunan SD Pakai APBN

Rabu, 12 Agu 2026 10:24 WIB

Rabu, 12 Agu 2026 10:24 WIB

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Dalam rangka meningkatkan dan mengoptimalkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, telah mengusulkan…

Mobil Listrik Makin Banyak, Jalan Terancam? Fraksi PDIP DPRD Jatim Dorong Skema Pajak Baru

Mobil Listrik Makin Banyak, Jalan Terancam? Fraksi PDIP DPRD Jatim Dorong Skema Pajak Baru

Rabu, 12 Agu 2026 10:11 WIB

Rabu, 12 Agu 2026 10:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Percepatan penggunaan kendaraan listrik di Jawa Timur dinilai perlu diimbangi dengan kebijakan fiskal dan infrastruktur yang…

Lagi, Kejari Ponorogo Sita Rp1,2 Miliar dari Lima Fraksi Terkait Korupsi Tunjangan DPRD

Lagi, Kejari Ponorogo Sita Rp1,2 Miliar dari Lima Fraksi Terkait Korupsi Tunjangan DPRD

Rabu, 12 Agu 2026 08:26 WIB

Rabu, 12 Agu 2026 08:26 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo- Tim Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo kembali menyita uang tunai sebesar Rp1.240.000.000 dari anggota Dewan Perwakilan…

Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni dan Anggota Dewan Bojonegoro Digugat

Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni dan Anggota Dewan Bojonegoro Digugat

Rabu, 12 Agu 2026 07:49 WIB

Rabu, 12 Agu 2026 07:49 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Sidang gugatan perbuatan melawan hukum yang diajukan oleh Indah Kuntarti ke Wakil Ketua DPRD Jawa Timur Sri, Sukur Priyanto,…

Kejagung Ajak PPATK Telusuri Aliran Dana Febrie Adriansyah

Kejagung Ajak PPATK Telusuri Aliran Dana Febrie Adriansyah

Rabu, 12 Agu 2026 07:42 WIB

Rabu, 12 Agu 2026 07:42 WIB

SURABAYAPAGI.com - Kapuspenkum Kejagung RI Anang Supriatna menegaskan Kasus korupsi yang menjerat mantan Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus…

Yaqut Tuding Jaksa Dakwa Terima Rp 4,8 M, hanya Asumsi

Yaqut Tuding Jaksa Dakwa Terima Rp 4,8 M, hanya Asumsi

Rabu, 12 Agu 2026 07:40 WIB

Rabu, 12 Agu 2026 07:40 WIB

SURABAYAPAGI.com - Mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas membantah menerima uang satu rupiah pun terkait kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan…