Dipicu Hama dan Kekeringan, Harga Cabai Rawit di Lumajang Mahal

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ilustrasi. Penjual cabai rawit di salah satu Pasar Tradisional Lumajang, Jawa Timur. SP/ LMJ
Ilustrasi. Penjual cabai rawit di salah satu Pasar Tradisional Lumajang, Jawa Timur. SP/ LMJ

i

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) melaporkan mahalnya harga komoditas cabai terutama cabai rawit di wilayahnya yang kini tembus Rp 61 ribu per kilogram, dibandingkan dengan jenis cabai lainnya seperti cabai rawit hijau dan putih. 

Sementara itu, diketahui tingginya harga cabai rawit merah tersebut disebabkan oleh serangan hama dan kondisi kekurangan air yang sedang dihadapi para petani. Sehingga membuat petani lebih berhati-hati dadan membutuhkan waktu yang lebih lama saat memanen cabai rawit lantaran diserang hama dna kurangnya pasokan air di musim kekeringan saat ini.

"Memang yang mahal itu cabai rawit merah, dibanding cabai rawit putih ataupun yang hijau. Kenapa merah mahal? karena memang sekarang terjadi serangan hama dan suatu kondisi yang kekurangan air," jelas Kepala Bidang Hortikultura DKPP Lumajang Hendra Suwandaru, Rabu (28/08/2024).

Menanggapi hal itu, DKPP Lumajang telah mengambil langkah proaktif dengan terus mengawal para petani cabai melalui pengendalian hama penyakit menggunakan pestisida nabati, sebuah upaya untuk menjaga kualitas tanaman cabai dan mendukung keberlanjutan produksi.

Selain itu, pemerintah daerah juga menggiatkan program-program strategis seperti Gerakan Pangan Murah (GPM) dan Gerakan Menanam Cepat Panen sebagai bagian dari upaya untuk menstabilkan harga pangan. Program ini diharapkan tidak hanya membantu mengendalikan harga, tetapi juga memberikan dukungan langsung kepada para petani untuk meningkatkan hasil panen mereka.

"Kita juga tetap akan dampingi petani melalui petugas-petugas di UPT yang ada di kabupaten ataupun wilayah-wilayah yang tersebar di beberapa kecamatan yang potensi tanaman hortikultura, khususnya cabai rawit," katanya. lj-01/dsy

Berita Terbaru

Catherine Hindra mundur dari direksi GOTO

Catherine Hindra mundur dari direksi GOTO

Kamis, 15 Okt 2026 00:58 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 00:58 WIB

SURABAYAPAGI.com – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mendapatkan restu pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar Rabu, (…

QRIS Mulai bidik Hong Kong, India Masih Terkendala Negosiasi

QRIS Mulai bidik Hong Kong, India Masih Terkendala Negosiasi

Kamis, 15 Okt 2026 00:56 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 00:56 WIB

SURABAYAPAGI.com – Indonesia menargetkan perluasan konektivitas pembayaran QRIS ke Hong Kong, Timor-Leste, dan Arab Saudi, dengan sejumlah pengembangan teknis d…

Jasa Marga Pacu Transformasi Layanan Usai Raih Penghargaan Danantara

Jasa Marga Pacu Transformasi Layanan Usai Raih Penghargaan Danantara

Kamis, 15 Okt 2026 00:54 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 00:54 WIB

SURABAYAPAGI.com – PT Jasa Marga (Persero) Tbk meraih peringkat 10 dalam Danantara Indonesia CX100 Award 2026 sebagai BUMN dengan layanan terbaik, yang d…

Don Ritto Protes Dakwaan JPU

Don Ritto Protes Dakwaan JPU

Kamis, 15 Okt 2026 00:52 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 00:52 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Tim kuasa hukum tersangka tindak pidana pencucian uang (TPPU) Don Ritto memprotes dakwaan yang disampaikan jaksa penuntut umum…

Jalan Kunti Digedor, Belasan Orang Diamankan!

Jalan Kunti Digedor, Belasan Orang Diamankan!

Kamis, 15 Okt 2026 00:50 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 00:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Operasi pemberantasan narkoba di kawasan Jalan Kunti, Surabaya, terus berlanjut. Polda Jawa Timur bersama petugas gabungan m…

Eks Kadis ESDM Jatim Didakwa Terima Rp 4,09 Miliar

Eks Kadis ESDM Jatim Didakwa Terima Rp 4,09 Miliar

Kamis, 15 Okt 2026 00:48 WIB

Kamis, 15 Okt 2026 00:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya – Mantan Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Jawa Timur, Aris Mukiyono, didakwa menerima uang sekitar Rp 4,09 miliar d…