Ning Luluk Kecewa Pasar Induk Puspa Agro Terbengkalai Meprihatinkan

author Riko Abdiono

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bakal Calon Gubernur Jawa Timur Luluk Nur Hamidah mengunjungi Pasar Induk Agrobis (Pasar Puspa Agro) di Sidoarjo. SP/ RIKO
Bakal Calon Gubernur Jawa Timur Luluk Nur Hamidah mengunjungi Pasar Induk Agrobis (Pasar Puspa Agro) di Sidoarjo. SP/ RIKO

i

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Bakal Calon Gubernur Jawa Timur Luluk Nur Hamidah mengunjungi salah satu Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Provinsi Jawa Timur Pasar Induk Agrobis (Pasar Puspa Agro) di Sidoarjo.

Di lokasi Puspa Agro Ning Luluk menyempatkan diri untuk melihat kondisi bangunan serta sedikit berbincang-bincang dengan para pedagang di Puspa Agro. 

Ketua DPP PKB itu sedikit mengernyitkan dahi seakan tidak percaya dengan kondisi gedung yang diresmikan 2013 silam jauh dari orientasi awal dibangun. Sebagai pasar induk yang target awal pembangunannya bertaraf Asia Tengara kini terbengkalai. 

Ning Luluk menjelaskan Puspa Agro dibangun sebagai pasar induk bertaraf Asia Tenggara. Memberi ruang kepada para petani, peternak untuk mengambil manfaat agar hasil produksinya gampang terjual sehingga menaikkan taraf perekonomian masyarakat yang nantinya akan berefek kepada kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Jatim. 

"Harusnya ini menjadi benar-benar tanggung jawab pemerintah provinsi. Dan saya menyayangkan gubernur yang tidak memberikan perhatian serius apa yang sudah pernah ditanam, tapi kemudian dibiarkan tidak berkembang, dibiarkan layu dan pelan-pelan mati ya. Sementara ini semua adalah uang rakyat," kata Ning Luluk, Jumat (13/09/2024).

Sebagai salah satu BUMD Jatim keberadaan Puspa Agro sangat potensial untuk mengangkat perekonomian masyarakat Jatim. Pasalnya, di Jatim sendiri sudah dilengkapi infrastruktur pendukung yang menjadi penyokong utama perkembangan perekonomian Puspa Agro. 

Banyaknya pelabuhan di Jatim menjadi keunggulan yang seharusnya dimanfaatkan Puspa Agro dalam pendistribusian barang produksi petani dan peternak. Sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar nasional. 

"Nah sehingga kalau ini semuanya lancar ya pasti produktivitas dari masyarakat Jawa Timur juga akan semakin meningkat. Karena apa? Karena ada demand, ada kebutuhan dari wilayah-wilayah lain," tambahnya.

Jika nantinya diberi kepercayaan memimpin Jawa Timur, lanjut Ning Luluk, pihaknya akan memberikan perhatian serius terhadap keberadaan Puspa Agro. Ia tidak akan membiarkan bangunan yang berdiri di atas lahan seluas 50 hektar ini terbengkalai dan memiliki nilai manfaat yang rendah. 

"Mau tidak mau meskipun itu harus dengan anggaran, dengan usaha yang ekstra, ya kita harus hidupkan lagi gitu ya," ujarnya. 

Penyabet penghargaan Bintang Maha Putri dari Kopri PB PMII ini pun mengaku kecewa atas perilaku pemerintah yang seakan tutup mata dengan kondisi Puspa Agro. "Intinya saya kecewa karena 5 tahun dibiarkan mangkrak," tegas Ning Luluk. 

Menurutnya, Puspa Agro bukan hanya sekadar bangunan saja yang diambil dari APBD Jatim. Jauh dari itu, keberadaan Puspa Agro merupakan mode perekonomian yang memberikan harapan kepada hajat hidup orang banyak. 

"Ini tentang manusia, tentang orang-orang yang dulu mereka bekerja di sini. Mereka menjadi bagian dari ekosistem dengan adanya puspa agro, tetapi kemudian dengan tidak diurusnya pasar induk yang sangat mahal ini, maka akhirnya kan juga memutus tadi ekosistem yang seharusnya bisa kita kuati dari hulunya sampai dengan hilirnya," pungkasnya. rko

Berita Terbaru

Ledakan Dahsyat Pabrik di Lamongan, 1 Meninggal dan 6 Luka Berat

Ledakan Dahsyat Pabrik di Lamongan, 1 Meninggal dan 6 Luka Berat

Kamis, 17 Sep 2026 14:42 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 14:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lamongan - Ledakan dahsyat terjadi di PT Superior Prima Sukses, yang berada di Desa Warukulon RT 03 RW 03, Kecamatan Pucuk, Kabupaten…

Jalur Pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu Ditutup Sementara Demi Keselamatan

Jalur Pendakian Gunung Lawu via Cemoro Sewu Ditutup Sementara Demi Keselamatan

Kamis, 17 Sep 2026 14:30 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 14:30 WIB

SURABAYAPAGI.com, Magetan - Menindaklanjuti kebakaran hutan yang melanda kawasan lereng Gunung Lawu sejak Senin (14/09/2026), Perhutani Kesatuan Pemangkuan…

Dampak Kekeringan Terus Meluas, 5 Desa di Ponorogo Mulai Krisis Air Bersih

Dampak Kekeringan Terus Meluas, 5 Desa di Ponorogo Mulai Krisis Air Bersih

Kamis, 17 Sep 2026 14:29 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 14:29 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Menindaklanjuti fenomena kekeringan saat musim kemarau yang terus meluas turut melanda 5 desa yang tersebar di sejumlah kecamatan…

Antisipasi Flu Like Syndrome, Dinas Kesehatan Kota Batu Imbau Terapkan PHBS

Antisipasi Flu Like Syndrome, Dinas Kesehatan Kota Batu Imbau Terapkan PHBS

Kamis, 17 Sep 2026 14:18 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 14:18 WIB

SURABAYAPAGI.com, Batu - Sebagai langkah mengantisipasi Flu Like Syndrome, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batu mengimbau masyarakat menerapkan Pola Hidup Bersih…

Okupansi Hotel di Banyuwangi Turun 10 Persen Gegara Kawah Ijen Terbakar

Okupansi Hotel di Banyuwangi Turun 10 Persen Gegara Kawah Ijen Terbakar

Kamis, 17 Sep 2026 14:12 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 14:12 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Imbas kebakaran huran dan lahan (karhutla) di Gunung Ijen turut mempengaruhi sektor pariwisata Banyuwangi. Sejumlah hotel di…

Sembilan Siswa SD di Kota Kediri Diduga Keracunan MBG

Sembilan Siswa SD di Kota Kediri Diduga Keracunan MBG

Kamis, 17 Sep 2026 14:05 WIB

Kamis, 17 Sep 2026 14:05 WIB

SURABAYAPAGI.com, Kediri - Sejumlah siswa sekolah dasar (SD) di Kota Kediri, diduga mengalami keracunan usai menyantap menu Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis…