Dugaan Penyelewengan Dana Beras CSR PT Smelting Sudah Diendus Kejari Gresik

author M. Aidid Koresponden Gresik

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Beras CSR PT Smelting yang dibagikan kepada warga Desa Roomo Manyar, Gresik. SP/M Aidid
Beras CSR PT Smelting yang dibagikan kepada warga Desa Roomo Manyar, Gresik. SP/M Aidid

i

SURABAYAPAGI.COM, Gresik - Ternyata di tengah riuh rendahnya aksi warga Desa Roomo Manyar dalam memprotes pembagian beras apek dari PT Smelting kemarin (17/9) ada beberapa aparat korps Adhyaksa yang ikut memantau jalannya aksi unjuk rasa di balai desa setempat.

Tidak biasanya anggota korps berbaju coklat tua itu ikut nimbrung mengikuti demonstrasi warga apalagi ranahnya di tingkat desa. Mereka terlihat berbaur dengan warga dan aparat keamanan dari kepolisian. Meski terlihat menyamar tapi beberapa jurnalis yang biasa meliput di Kejari Gresik tentu saja mengenali mereka.

Ketika dikonfirmasi atas kehadiran mereka di tengah aksi demo warga kemarin, tidak seorangpun di antara anggota Adhyaksa itu mau bicara. Pun, baik Kajari Gresik Nana Riana maupun Kasiintelijen Kejari Raden Achmad Nur Rizky selaku juru bicara kejari belum dapat dimintai penjelasan.

Namun sumber di Kejari Gresik menyebutkan bahwa turunnya para anggota kejaksaan pada aksi unjuk rasa warga Desa Roomo yang memprotes pembagian beras apek dari PT Smelting tentu punya tujuan.

"Mereka yang turun itu tim gabungan dari seksi intelijen dan seksi pidana khusus. Mereka turun karena menerima pengaduan dari masyarakat mengenai adanya dugaan penyimpangan dana pembelian beras bagi masyarakat yang bersumber dari dana CSR PT Smelting," ungkap sumber kepada awak media.

Dugaan penyimpangan dana corporate social responsibility (CSR) dari PT Smelting ini semakin mengemuka ketika peserta aksi demo kemarin mengungkapkan bahwa harga beras yang seharusnya Rp 14 ribu per kg, tapi faktanya yang diterima beras dengan kualitas jelek dengan harga berkisar Rp 8-9 ribu per kg.

"Beras yang kami terima kali ini sangat jelek kualitasnya. Baunya apek, menir dan bercampur kerikil," ujar emak-emak yang ikut demo di Balai Desa Roomo, Kecamatan Manyar, Gresik pada Selasa (17/9).

Selain beras jelek, jumlah timbangan yang seharusnya diterima 10 kg per keluarga berkurang menjadi 8-9 kg.

Dugaan penggelembungan dana pembelian beras bagi warga Desa Roomo semakin mengerucut seiring dengan pernyataan Camat Manyar Hendriawan Susilo.

"Yang salah adalah pihak desa, entah itu pak kades, perangkat atau BPD. Laporan dan barang bukti sudah saya serahkan ke inspektorat, semoga dalam waktu cepat masalah ini sudah selesai," ungkap Camat Manyar saat dikonfirmasi.

Dihadapan warga, Camat Silo, panggilan karib camat, menegaskan, berani memastikan yang salah adalah desa, setelah dirinya bersama Danramil dan Kapolsek memanggil Kades Roomo, BPD dan perangkat yang terkait dalam pengadaan beras tersebut.

"Sebelum ke sini, tadi saya bersama Muspika rapat dengan kades, BPD dan perangkat di kantor saya. Hasilnya memang ada yang salah, dan mereka siap meminta maaf kepada masyarakat," ujar camat yang disambut tepuk tangan dari warga.

Diingatkan Silo, semua kejadian ini pasti ada konsekuensi hukum dan harus dihadapi. Karena yang menentukan siapa yang salah bukan camat, ada lembaga hukum sendiri yang menentukannya.

Terkait pertanggungjawaban hukum ini juga dilontarkan Ketua DPRD Gresik Sementara Abdullah Hamdi. Dia minta agar kasus pemberian beras tak layak konsumsi bagi warga Desa Roomo Manyar itu diusut sampai tuntas.

Menurut Hamdi, kasus pemberian beras dari program CSR PT Smelting yang oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Roomo dibelikan beras harus menjadi atensi serius.

"CSR harus benar-benar dimanfaatkan masyarakat setempat. Kalau ada penyelewengan harus diusut tuntas," ucap Hamdi, Rabu (18/9/2024).

Politisi PKB itu menyesalkan adanya beras berkutu, berbau dan banyak butiran menir. Sehingga tidak layak dikonsumsi. Tak sampai di situ, warga juga mengeluhkan kurangnya timbangan beras. Dari yang seharusnya 10 kg per orang menjadi 8-9 kg.

"Jangan sampai memberikan CSR kepada masyarakat kita yang diberikan tidak sesuai dengan kondisi barang yang diberikan," tegas Hamdi.

"Kalau ada barang yang jelek kembalikan. Kalau ada timbangan yang kurang minta kembali. Agar yang diberikan masyarakat itu sesuai takaran dan kualitas yang baik," imbuhnya.

Lebih lanjut, Hamdi mengajak semua kalangan untuk melakukan pengawasan CSR dari perusahaan Gresik.

"Tidak hanya memberikan bantuan tapi tidak bisa memberikan manfaat. Kita wajib melakukan pengawasan CSR yang berbentuk uang, barang dan bangunan," tutup Hamdi.

Berita Terbaru

Wakil Panglima TNI Bersama Dirut Agrinas Melihat Langsung Operasional KDKMP di Lamongan

Wakil Panglima TNI Bersama Dirut Agrinas Melihat Langsung Operasional KDKMP di Lamongan

Kamis, 11 Jun 2026 21:33 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 21:33 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Setelah beberapa Minggu lalu Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah diresmikan operasionalnya oleh Presiden Prabowo…

Sidang Perdana Kasus Korupsi Madiun, Maidi Berdalih CSR bukan Syarat Perizinan   ‎

Sidang Perdana Kasus Korupsi Madiun, Maidi Berdalih CSR bukan Syarat Perizinan  ‎

Kamis, 11 Jun 2026 21:10 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 21:10 WIB

‎ ‎ SURABAYAPAGI.COM, Madiun - Walikota non aktif Maidi tampil beda dibanding dua terdakwa lainnya dalam sidang perdana kasus dugaan korupsi dana CSR dan fee …

Demo Tolak BBM Naik 

Demo Tolak BBM Naik 

Kamis, 11 Jun 2026 20:15 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 20:15 WIB

SURABAYAPAGI.com - Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Jumat hari ini (12/6), jadwalkan demo tolak BBM naik. Aksi demonstrasi mahasiswa dari BEM UI itu…

BGN Dituntut Kembalikan Rp218,2 Miliar, Nanik S Deyang, Tolak

BGN Dituntut Kembalikan Rp218,2 Miliar, Nanik S Deyang, Tolak

Kamis, 11 Jun 2026 20:08 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 20:08 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Seorang pengusaha asal Sukabumi H Mujazin menuntut pengembalian dana sekitar Rp218,2 miliar yang disetorkan sebagai talangan untuk…

CIMB, Anggap Kepercayaan Investor Asing ke RI Merosot

CIMB, Anggap Kepercayaan Investor Asing ke RI Merosot

Kamis, 11 Jun 2026 20:04 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 20:04 WIB

SURABAYAPAGI.com - Bank terbesar kedua di Malaysia, CIMB Group Holdings, menilai ini merupakan waktu yang tepat untuk berinvestasi di Indonesia meski saat ini…

Polres Gresik Perkuat Kolaborasi Pengamanan Pengesahan Warga Baru PSHT Tahun 2026

Polres Gresik Perkuat Kolaborasi Pengamanan Pengesahan Warga Baru PSHT Tahun 2026

Kamis, 11 Jun 2026 18:54 WIB

Kamis, 11 Jun 2026 18:54 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik – Menyambut momentum bulan Muharram atau yang dikenal masyarakat Jawa sebagai bulan Suro, Polres Gresik memperkuat koordinasi bersama b…