Bupati Gresik Bangun Sekolah Rakyat Terintegrasi Berstandar Modern Pada 2026

author M. Aidid Koresponden Gresik

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat bercengkerama dengan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 45 Kota Semarang, Ahad (30/12/2025). SP/Maidid
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani saat bercengkerama dengan siswa Sekolah Rakyat Terintegrasi 45 Kota Semarang, Ahad (30/12/2025). SP/Maidid

i

SURABAYAPAGI.com, Gresik - Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani bersama Sekjen Kemensos RI Robben Rico meninjau langsung Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 45 Semarang, pada Ahad (30/11/2025). Kunjungan ini menjadi langkah penting Pemkab Gresik untuk menyiapkan model pendidikan keluarga prasejahtera yang lebih maju dan terintegrasi.

SRT 45 Semarang dikenal sebagai salah satu program unggulan Kemensos yang sukses memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan berasrama setara SD, SMP, dan SMA, dilengkapi asrama, laboratorium, fasilitas olahraga, serta kurikulum akademik–vokasi yang komprehensif.

“Kami ingin membawa praktik terbaik dari SRT 45 ke Gresik. Program ini terbukti efektif membentuk karakter, meningkatkan keterampilan, sekaligus membuka jalan keluar dari kemiskinan,” ujar Bupati Gresik, Gus Yani.

Gus Yani menegaskan bahwa Sekolah Rakyat Terintegrasi Gresik akan dibangun di Desa Raci Tengah, Kecamatan Sidayu, di atas lahan lebih dari 5 hektare. Fasilitasnya dirancang modern dengan 36 ruang kelas, laboratorium, klinik, hingga lapangan badminton, basket, mini soccer, dan jogging track.

“Kami ingin memberikan standar pendidikan terbaik bagi anak-anak prasejahtera di Gresik,” tegasnya.

Sekjen Kemensos RI Robben Rico menilai sekolah rakyat bukan sekadar pendidikan alternatif, tetapi juga ruang pemulihan sosial bagi anak-anak yang selama ini tidak tersentuh layanan pendidikan formal.

“Banyak siswa yang dulu tak berani bermimpi, kini mulai menemukan arah hidup. Sekolah rakyat membangunkan kembali harapan itu,” ujarnya.

Ia menambahkan tiga prinsip utama sekolah rakyat: memuliakan orang kecil, menjangkau yang belum terjangkau, dan mewujudkan hal yang dianggap mustahil. Kemensos juga menyiapkan 2.600 beasiswa untuk mendukung siswa sekolah rakyat di seluruh Indonesia.

Robben mengungkapkan masih ada puluhan ribu anak di Jawa Tengah dan Jawa Timur yang belum bersekolah, sehingga kehadiran sekolah rakyat menjadi langkah strategis menuju Indonesia Emas 2045. Kunjungan ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Semarang, jajaran OPD Pemkab Gresik, Dinsos Kota Semarang, dan insan pers. did

Berita Terbaru

Penetapan Perwalian Serentak di 38 Kabupaten dan Kota Disebut Pertama di Indonesia

Penetapan Perwalian Serentak di 38 Kabupaten dan Kota Disebut Pertama di Indonesia

Jumat, 17 Jul 2026 14:49 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 14:49 WIB

SURABAYAPAGI com, Surabaya – Sebanyak 447 anak di Jawa Timur kini memiliki kepastian hukum yang menjadi pintu masuk untuk memperoleh berbagai hak dasar sebagai …

DPRD Minta Pemkot Madiun Kejar Lagi Opini WTP Usai BPK Beri WDP  ‎

DPRD Minta Pemkot Madiun Kejar Lagi Opini WTP Usai BPK Beri WDP ‎

Jumat, 17 Jul 2026 14:21 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 14:21 WIB

‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Besarnya SILPA Tahun Anggaran 2025 yang mencapai sekitar Rp210 miliar menjadi perhatian DPRD Kota Madiun. Ketua DPRD Kota Madiun Arm…

Disnakkan Gencarkan Pemeriksaan-Suntik Vitamin Kucing Liar Gratis di Pasar Blitar

Disnakkan Gencarkan Pemeriksaan-Suntik Vitamin Kucing Liar Gratis di Pasar Blitar

Jumat, 17 Jul 2026 13:44 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 13:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Kabupaten Blitar mulai menggencarkan pemeriksaan kesehatan hingga disuntik vitamin secara…

Target 100 Gigawatt dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Target 100 Gigawatt dan Bottleneck Energi Surya Indonesia

Jumat, 17 Jul 2026 13:06 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 13:06 WIB

SurabayaPagi, Surabaya - Tidak banyak negara yang memiliki kemewahan seperti Indonesia. Kita berada di kawasan tropis dengan penyinaran matahari yang relatif…

Lewat ‘Rindu Bulan’, Pemkab Banyuwangi Kembalikan Anak Tidak Sekolah ke Lembaga Pendidikan

Lewat ‘Rindu Bulan’, Pemkab Banyuwangi Kembalikan Anak Tidak Sekolah ke Lembaga Pendidikan

Jumat, 17 Jul 2026 12:55 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 12:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Banyuwangi - Melalui sekolah formal maupun pendidikan kesetaraan melalui program Rintisan Desa Tuntas Wajib Belajar 12 Tahun (Rindu Bulan),…

Sumber Pakan Alami Berkurang, Ratusan Kera Lereng Wilis Turun ke Pemukiman Desa

Sumber Pakan Alami Berkurang, Ratusan Kera Lereng Wilis Turun ke Pemukiman Desa

Jumat, 17 Jul 2026 12:48 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 12:48 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Seiring berkurangnya sumber pakan alami di kawasan hutan Pegunungan Wilis, sebanyak ratusan kera ekor panjang (maccaa…