BRI UMKM, Bisa Perbanyak Wirausaha Indonesia

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Berdasarkan data BPS, pada Februari 2024 ada sekitar 56,56 juta orang yang berwirausaha di Indonesia, setara 37,86�ri angkatan kerja nasional yang totalnya 149,38 juta orang. Populasi wirausaha Indonesia mayoritasnya masuk kategori pemula dengan jumlah 51,55 juta orang (34,51�ri total angkatan kerja).

Dan saat ini rasio pengusaha di Indonesia masih berada di angka 3,6�ri total populasi. Tergambar peluang mengembangkan Jumlah UMKM hingga tahun 2045, masih sangat besar.

Hasil observasi saya di Surabaya tiga bulan pertama pada awal tahun 2024 menggambarkan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi di negara belum banyak yang mengadopsi strategi kompetitif untuk tetap bersaing dan berkembang di tengah persaingan yang sengit.

Saya tergelitik bagaimana BRI membangun brand baru (diversivikasi usaha) dengan nama "BRI UMKM Perbanyak Wirausaha Indonesia Hingga Tahun Emas 2045 "

Brand ini diharapkan dapat membantu UMKM memperoleh keunggulan kompetitif mengenali dan memahami dengan baik pasar yang mereka tuju. BRI UMKM bisa membantu UMKM untuk melakukan riset pasar yang mendalam. Terutama mengetahui kebutuhan dan preferensi pelanggan, tren industri, serta kekuatan dan kelemahan pesaing. Dengan pemahaman yang baik tentang pasar, tiap tiap UMKM binaan BRI UMKM dapat mengembangkan produk atau layanan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggannya. Terutama dalam menemukan celah untuk membedakan diri dari pesaing.

Mengingat survei - survei saya yang terdahulu tentang UMKM di Surabaya, membangun kualitas produk dan layanan yang unggul adalah faktor penting dalam memenangkan persaingan.

Era disrupsi, UMKM harus berfokus pada meningkatkan kualitas produk atau layanannya agar dapat memenuhi atau bahkan melampaui harapan pelanggan.

Termasuk memilih bahan baku berkualitas, memperbaiki proses produksi, memberikan pelatihan kepada karyawan, dan mendengarkan masukan dan umpan balik pelanggan. Dan dengan kualitas yang baik, UMKM dapat membangun citra yang positif dan loyalitas pelanggan. Termasuk mengadopsi Inovasi dan Teknologi.

Mengingat dalam era digitalisasi, UMKM perlu mengadopsi inovasi dan teknologi agar eksis tetap relevan dan efisien. Dalam observasi saya itu penggunaan teknologi dapat membantu UMKM meningkatkan efisiensi operasional, meningkatkan kualitas produk atau layanan, mencapai pasar yang lebih luas. Semuanya melalui platform digital. Termasuk dalam memperoleh informasi yang berharga tentang pelanggan dan pasar.

Sekarang UMKM harus aktif mengikuti perkembangan teknologi terkini agar dapat diterapkan dalam bisnisnya.

Dalam penelitian saya membangun Keunggulan pemasaran dan branding strategi pemasaran yang efektif dapat membantu UMKM membedakan diri dari pesaing sekaligus menjangkau pelanggan potensial.

Menurut saya, menuju tahun emas 2045, UMKM sudah harus membangun strategi pemasaran yang komprehensif, termasuk penggunaan media sosial, pembuatan konten yang menarik, kerjasama dengan influencer atau mitra strategis, dan penggunaan teknik pemasaran digital lainnya. Selain itu, membangun brand yang kuat dan konsisten juga penting dalam membangun citra dan reputasi yang positif.

BRI UMKM merperhatikan akses keuangan. Mengingat UMKM memiliki peran penting bagi perekonomian Indonesia, karena dapat memberikan sumbangan signifikan khususnya dalam pembentukan produk domestik bruto dan penyerapan tenaga kerja.

Penelitian saya menemukan umumnya ada keterbatasan kemampuan UMKM untuk menghasilkan laporan keuangan. Padahal ini alat utama lembaga keuangan menilai kelayakan kredit.

Sebagai respon atas kondisi tersebut, BRI UMKM bisa berupaya untuk memberikan kontribusi yang terbaik melalui kebijakan pengembangan UMKM dalam meningkatkan akses keuangan. Selain itu, BRI UMKM dapat sekaligus meningkatkan kapasitas dan kemampuan manajerial SDM serta inovasi dari tiap UMKM yang bermitra dengan BRI UMKM.

Dengan pola BRI UMKM, BRI turut mewujudkan satu ciri negara maju yaitu menelorkan rasio pengusaha lebih dari 10% terhadap jumlah penduduk.

Sementara saat ini rasio pengusaha di Indonesia masih berada di angka 3,6�ri total populasi.

 

***

 

Saya ikuti BRI meski usianya yang ke 129, belum mencapai fase “mature” bahkan “decline”. Ini karena manajemen BRI terus mengambil langkah cepat untuk melakukan inovasi, baik dengan repackaging ataupun adopsi teknologi.

Dalam pengamatan saya, BRI tak pernah nerhenti nenumbuhkembangkan dan memberdayakan yang Kecil menjadi semakin berarti bagi negeri. Mengingat BRI memiliki sejarah panjang sebagai bank yang telah melayani masyarakat Indonesia berskala ekonomi kecil.

Bahkan walau usianya yang telah mencapai 129 tahun pada tahun 2024, BRI senantiasa mengutamakan pelayanan kepada segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Literasi yang saya baca, BRI merupakan satu dari sedikit bank di dunia yang konsisten memberikan yang terbaik pada segmen tersebut. Terutama untuk menunjang peningkatan ekonomi masyarakat. Bahkan jumlah nasabah UMKM BRI yang “Naik Kelas” setiap tahunnya juga terus menunjukkan peningkatan.

Wajar sejak menyambut usia BRI memasuki 125 tahun di tahun 2020 lalu, BRI menggunakan slogan “Tak Pernah Berhenti Menumbuhkembangkan dan Memberdayakan yang Kecil Menjadi Semakin Berarti Bagi Negeri”.

 

***

 

Untuk mendukung kegiatan bisnis BRI, hingga akhir tahun 2022, BRI telah memiliki 449 unit kantor cabang dan 13.863 unit ATM yang tersebar di seantero Indonesia. PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) juga mencatat hingga akhir Juni 2023 memiliki 7.980 outlet jaringan kantor.

Jumlah ini telah berkurang 229 kantor apabila dibandingkan dengan posisi akhir tahun 2022. Corporate Secretary Bank Rakyat Indonesia, Agustya Hendy Bernadi, menjelaskan, akibat adanya digitalisasi serta perubahan perilaku masyarakat menyebabkan keberadaan dan fungsi kantor cabang bank konvensional akan berkurang seiring dengan berjalannya waktu.

Saya optimistis, dengan brand BRI UMKM bisa memicu pertumbuhan (growth driver) bagi bisnis BRI menuju tahun emas 2045. Karena ada langkah revitalisasinya yang didalamnya memasukkan unsur innovation.

Dengan brand BRI UMKM, BRI bisa mendorong mahasiswa untuk mengejar peluang menjadi pengusaha, mengingat pemerintah telah menyediakan berbagai kemudahan untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Salah satunya BRI kelola modal sebesar Rp 25 juta yang dapat diperoleh UMKM melalui kredit tanpa agunan, serta kemudahan perizinan usaha melalui sistem Online Single Submission (OSS).

BRI UMKM bisa menciptakan pengusaha di sektor hilirisasi untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi baru. Supaya setelah selesai kuliah, mahasiswa bisa kembali ke daerah asal, mengem-bangkan perekonomian di daerahnya bersama dan berkat bermitra dengan BRIUMKM.

Membuktikan, UMKM merupakan pasar yang sangat potensial bagi industri jasa keuangan, terutama bank untuk menyalurkan pembiayaan. Karena sekitar 60% - 70% pelaku UMKM belum bisa akses pembiayaan perbankan. Itu usulan saya BRI melakukan diversifikasi usaha operasional untuk mendapatkan keuntungan lebih dari BRI UMKM.

 

Profil Bisnis UMKM

Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan (48.85%);

Perdagangan, Hotel dan Restoran (28.83%);

Pengangkutan dan Komunikasi (6.88%);

Industri Pengolahan (6.41%);

Jasa-jasa (4.52%);

Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan (2.37%);

Bangunan (1.57%);

BRI yang sudah memiliki Desa BRILiaN. Bekerjasama dengan Desa BRILiaN, SDM UMKM bisa berkolabosi melakukan pemberdayaan UMKM dan mendorong potensi desa yang ada.

Potensi sektor Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan yang mencapai 48.85%, sektor UMKM saatnya ditangani tim khusus mengelola literasi dan inklusi keuangan serta kewirausahaan. Masyarakat desa perlu dikenalkan platform pemberdayaan digital Link UMKM Dimana pelaku UMKM dapat melakukan self-assessment scoring untuk mengetahui level usaha.

Serta memperoleh rekomendasi pelatihan kewirausahaan dan keuangan. Pengusaha UMKM juga perlu diedukasi produk-produk simpanan, pembiayaan hingga layanan perbankan lainnya dengan fokus kewirausahaan. Saya ambil contoh DKN 2030. Program ini dirancang untuk mengembangkan ekosistem kewirausahaan di Malaysia. Program ini untuk meningkatkan daya saing negara dalam ekonomi global di tengah meningkatnya persaingan dan tantangan yang muncul dari Industri 4.0 . Termasuk menciptakan budaya kewirausahaan di masyarakat Malaysia.

BRI UMKM bisa didorong untuk menciptakan budaya kewirausahaan di masyarakat Indonesia sampai pelosok desa. Bila BRI UMKM dikelola oleh SDM unggul, insya Allah pada tahun 2025, bisa menelorkan rasio pengusaha lebih dari 10% terhadap jumlah penduduk.

Apalagi kini jangkauan perbankan BRI lebih luas, sampai ke pelosok desa melalui program Desa BRILian. BRI UMKM, adalah devisi sendiri yang melakukan profit center.

Sebagai devisi baru di PT BRI (Pesero) Tbk, BRI UMKM, sejak awal wajib berusaha untuk membuat pengeluaran yang seminimal mungkin akan tetapi secara bersamaan dituntut menghasilkan laba yang maksimal.

Dalam hal ini dibutuhkan the man begin the hand Teknologi digital. Ia adalah individu di balik strategi atau kebijakan perusahaan. Ia juga akan sangat membantu perusahaan dalam melakukan budgeting, menghasilkan laba, mengumpulkan data untuk membuat keputusan, serta meningkatkan return on investment.

BRI UMKM yang profit center adalah salah satu departemen yang ada di PT BRI (Pesero) Tbk, yang bertanggung jawab untuk menghasilkan profit atau laba secara langsung. Mengingat PT BRI (Pesero) Tbk, adalah industri perbankan yang sudah memiliki banyak bisnis yang terpisah. Otomatis, ketika menjalankan sebuah bisnis, tentu PT BRI (Pesero) Tbk, telah mempunyai indikator tersendiri menilai devisi devisi. Termasuk BRI UMKM sebagai devisi baru.

Terutama dalam pencapaian keberhasilan, seperti target penjualan, meningkatkan customer acquisition, hingga return on investment. BRIUMKM, adalah salah satu departemen yang memiliki tanggung jawab terhadap pengelolaan profit atau profit center.

BRI UMKM, bukan hanya menyasar UMKM, tapi juga menumbuhkan minat berwirausaha masyarakat agar tahun emas 2045 menghasilkan minimal 10�ri populasi penduduk Indonesia. Termasuk dari dikalangan mahasiswa.

BRI UMKM juga dituntut mengembangkan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM). Sekaligus Update dengan Ide Usaha Terbaru. Terutama menumbuhkan jiwa kewirausahaan di masyarakat untuk meningkatkan daya saing UMKM, menyediakan lapangan kerja, mengurangi pengangguran dan kemiskinan.

Jadi peran BRI UMKM dapat menggunakan Dana pinjaman untuk Usaha para entrepreneur ciptaan, binaan dan mitra bisnisnya UMKM. Sekaligus memperluas Jaringan dan soft skillnya.

Hal yang strategis bagi PT BRI (Pesero) Tbk, sebagai BUMN adalah efek domino atas penciptaan wirausaha baru yang dapat menciptakan efek ekonomi lanjutan pada komunitas lokal - nasional sesama pemilik bisnis. ([email protected])

 

*) Penulis adalah Wartawati Harian Surabaya Pagi dan Surabaya Pagi Online

Berita Terbaru

Thom Haye Curhat Diteror

Thom Haye Curhat Diteror

Senin, 12 Jan 2026 19:48 WIB

Senin, 12 Jan 2026 19:48 WIB

Digaji Persib Rp 750 Juta per Bulan      SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Thom Haye curhat di media sosial, usai membantu Persib Bandung mengalahkan Persija Ja…

Pemerintah Iran Anggap Pendemo Ayatollah "Musuh Tuhan”

Pemerintah Iran Anggap Pendemo Ayatollah "Musuh Tuhan”

Senin, 12 Jan 2026 19:43 WIB

Senin, 12 Jan 2026 19:43 WIB

Mata Uang Rial Iran Turun 40 Persen Dorong Inflasi Harga Pangan hingga 70 Persen    SURABAYAPAGI.COM, Teheran - Militer Iran menegaskan bakal membela k…

Prabowo Saksikan Seorang Siswa Beri Aba-aba Makan MBG

Prabowo Saksikan Seorang Siswa Beri Aba-aba Makan MBG

Senin, 12 Jan 2026 19:38 WIB

Senin, 12 Jan 2026 19:38 WIB

Saat Peresmian 166 Sekolah Rakyat Secara Serentak di Banjarbaru, Kalsel      SURABAYAPAGI.COM, Banjarbaru - Presiden Prabowo Subianto tiba di Sekolah Rakyat …

Bulog tak Percaya Harga Beras Naik Jelang Lebaran

Bulog tak Percaya Harga Beras Naik Jelang Lebaran

Senin, 12 Jan 2026 19:36 WIB

Senin, 12 Jan 2026 19:36 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, mengklaim harga beras di lapangan tetap stabil dan sesuai Harga Eceran Tertinggi…

Direktur Jenderal Pajak Malu

Direktur Jenderal Pajak Malu

Senin, 12 Jan 2026 19:29 WIB

Senin, 12 Jan 2026 19:29 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Dampak tiga Pegawai Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Utara ditangkap oleh KPK, langsung menampar Direktorat Jenderal…

Hakim Minta JPU Serahkan Hasil Audit, Jaksa Ngeyel

Hakim Minta JPU Serahkan Hasil Audit, Jaksa Ngeyel

Senin, 12 Jan 2026 19:26 WIB

Senin, 12 Jan 2026 19:26 WIB

Eksepsi terdakwa eks Mendikbudristek Nadiem Makarim Ditolak     SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat meminta jaksa m…