22 Orang Keracunan Massal usai Makan Nasi Kotak

author Lestariyono Blitar

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Dinkes, polisi dan perangkat desa setempat saat mengunjungi korban keracunan massal di puskesmas. SP/Lestariono
Dinkes, polisi dan perangkat desa setempat saat mengunjungi korban keracunan massal di puskesmas. SP/Lestariono

i

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Minggu (29/9), sekitar pukul 14.00 puluhan orang yang merupakan karyawan dari PT Jatinom Indah yang rata-rata warga Kecamatan Selorejo Kab Blitar diduga keracunan setelah makan nasi kotak yang berisi lauk ikan gurame, lalapan dan minuman botol. Kasus keracunan massal tersebut kini masih dalam penyelidikan satreskrim Polres Blitar dan Polsek Selorejo.

Menurut Kapolsek Selorejo AKP Eko Sujoko SH melalui Kasubsi Polres Blitar Ipda Putut Iswahyudi mengatakan, nasi kotak yang diduga menyebabkan puluhan warga keracunan itu dikirim oleh PT Jatinom Indah.

"Sesuai keterangan korban, pada Minggu (29 September 2024) sekitar pukul 10.00 dari karyawan PT JNI mendapat kiriman nasi kotak dengan lauk pauknya berupa ikan gurame dan lalapan juga sebuah minuman teh kotak, dalam rangka ulang tahun PT HNI, karena hari libur," kata Ipda Putut pada wartawan, Selasa (1/10) siang.

Masih menurut mantan Kanit Turjawali Satlantas Polres Blitar ini, bahwa nasi kotak tersebut dari salah satu catering di Kanigoro, dan nasi kotak itu dikirim dari rumah ke rumah karyawan PT HNI sekitar pukul 10.00.

Sedang jarak makan dan keracunan sekitar 3 sampai 4 jam, setelah pihak keluarga korban atau tetangganya membawa korban di puskesmas Desa Boro Desa/Kec Selorejo untuk mendapatkan perawatan dan melapor ke Polsek Selorejo. Karena begitu banyak yang keracunan, akhirnya para korban dirujuk ada yang di Klinik Pelita Husada, RS Wava Kec Kesamben, dan RSUD Ngudi Waluyo Kec Wlingi.

"Atas peristiwa itu Satreskrim, bersama Dinkes Kab Blitar dan Puskesmas Kecamatan Selorejo melakukan pendataan dan pengecekan pada para korban, sekaligus lakukan VER, ambil sampel air liur dan muntahan korban, feses, termasuk sisa makanan, dikirim ke Lab Dinkes Provinsi Jawa Timur, guna mengetahui penyebab makanan yang menimbulkan keracunan, sekaligus minta keterangan pihak pihak PT HNI dan penyedia catering,” terang Iptu Putut. 

Sedang korban yang dirawat adalah, di Klinik Pelita Husada Selorejo 8 korban 2 diantaranya laki laki, yang rawat jalan 4 korban,  dirujuk di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi, 2 korban laki laki, di Puskesmas Selorejo 6 korban, satu diantaranya perempuan, untuk di RS Wafa di Kesamben 2 korban laki laki. Les

Berita Terbaru

Polres Blitar Kota Larang Penjualan sekaligus Penggunaan Petasan

Polres Blitar Kota Larang Penjualan sekaligus Penggunaan Petasan

Jumat, 27 Feb 2026 16:25 WIB

Jumat, 27 Feb 2026 16:25 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Blitar - Polres Blitar Kota dengan tegas melarang penggunaan, edar dan jual petasan,  terlebih menjelang hari raya lebaran. Apabila melanggar …

AMDAL dan SKKL Dipersoalkan Warga, DPRD Panggil OPD untuk Klarifikasi 

AMDAL dan SKKL Dipersoalkan Warga, DPRD Panggil OPD untuk Klarifikasi 

Jumat, 27 Feb 2026 16:13 WIB

Jumat, 27 Feb 2026 16:13 WIB

‎SURABAYA PAGI, Kota Madiun – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Madiun memanggil sejumlah OPD setelah warga RT 59 kelurahan Nambangan Lor, K…

Modifikasi Yamaha Grand Filano Hybrid Tampil dengan Tema Urban Rally Cocok di Perkotaan

Modifikasi Yamaha Grand Filano Hybrid Tampil dengan Tema Urban Rally Cocok di Perkotaan

Jumat, 27 Feb 2026 15:31 WIB

Jumat, 27 Feb 2026 15:31 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Dunia modifikasi otomotif memang salah satu hobi yang banyak diincar kolektor untuk mengekspresikan selera, gaya hidup, dan…

MPV Premium Xpeng X9 Versi Terbaru Usung Teknologi 800V hingga AI Canggih

MPV Premium Xpeng X9 Versi Terbaru Usung Teknologi 800V hingga AI Canggih

Jumat, 27 Feb 2026 15:25 WIB

Jumat, 27 Feb 2026 15:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Baru-baru ini, Xpeng dipastikan akan meluncurkan MPV premiumnya yaitu X9 untuk versi kendaraan listrik baterai atau BEV pada 2…

Tanah Retak dan Longsor Terjang Dua Rumah di Saradan, BPBD Lakukan Assessment Cepat ‎

Tanah Retak dan Longsor Terjang Dua Rumah di Saradan, BPBD Lakukan Assessment Cepat ‎

Jumat, 27 Feb 2026 14:27 WIB

Jumat, 27 Feb 2026 14:27 WIB

SURABAYA PAGI, Madiun – Peristiwa tanah retak disertai longsor terjadi di wilayah Desa Sumberbendo, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun, Jumat (27/2/2026) dini …

BPJS Ketenagakerjaan Lindungi 510 Atlet Pencak Silat Turnamen Bupati Mojokerto Cup 2026

BPJS Ketenagakerjaan Lindungi 510 Atlet Pencak Silat Turnamen Bupati Mojokerto Cup 2026

Jumat, 27 Feb 2026 13:47 WIB

Jumat, 27 Feb 2026 13:47 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Sebanyak 510 orang atlet pencak silat yang akan bertanding pada Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup V Kabupaten Mojokerto tahun …