SURABAYAPAGI.com, Pacitan - Ragam produk batik lokal asal Pacitan menjadi ikon tradisional yang banyak dicari di pasaran domestik hingga internasional. Salah satu di antara produsen yang hingga kini terus berkembang adalah Batik Saji, yang terletak di Desa Sukoharjo sejak tahun 1987.
"Semua (batik) yang kami bikin menggunakan teknik tradisional, yaitu batik tulis," kata Samuri, pemilik usaha Batik Saji, Kamis (03/10/2024).
Lebih lanjut, industri batik di Pacitan umumnya melibatkan para perajin perempuan, yang menjadikannya sebagai salah satu sektor penting untuk pemberdayaan ekonomi wanita di desa.
Sedangkan salah satu keunggulan dan keunikan dari Batik Saji asal Pacitan tersebut tidak hanya sebatas pada cara pembuatan. Namun, pewarna yang digunakan pun dihasilkan dari alam sehingga lebih cantik dan cemerlang. Sedangkan untuk motif, Batik Saji menjadikan motif batik pace (mengkudu) sebagai produk andalan.
Selain itu, juga ada motif batik Pacitan seperti "Jiwa Agung" dan "Sekar Jagad" juga mencerminkan filosofi kehidupan masyarakat setempat, yang memiliki harapan akan kesejahteraan dan keharmonisan hidup.
Berkat inovasinya dengan menghadirkan ratusan motif batik dari berbagai corak, nama Batik Saji pun kian melambung. Tak sedikit wisatawan yang datang ke Pacitan sengaja mampir ke showroom Batik Saji yang berlokasi di Jalan Pacitan-Kebonagung untuk berburu batik.
Bahkan, dalam sehari usaha yang dikelolanya mampu memproduksi sedikitnya 60 potong batik beragam motif dan kelir. Harga jualnya pun beragam. Mulai dari Rp 150 ribu hingga jutaan rupiah per potong. Kini produknya pun sudah merambah sejumlah negara Eropa, seperti Swiss dan Belanda. pc-01/dsy
Editor : Desy Ayu