SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot Surabaya) kembali meluncurkan inovasi baru dengan program Nasi Ikan (Layanan Integrasi Data Pendidikan dan Kependudukan).
Program ini dirancang untuk mempermudah pengelolaan data pendidikan dan kependudukan anak-anak usia sekolah, baik yang sudah terdaftar di sekolah formal maupun yang belum. Melalui integrasi data ini, pemerintah dapat memastikan setiap anak di Surabaya mendapatkan haknya, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga perlindungan sosial.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik Surabaya) Yusuf Masruh, menjelaskan bahwa program ini merupakan hasil kolaborasi dengan Dispendukcapil Surabaya. “Dengan data terintegrasi, kita bisa mengetahui kondisi aktual setiap anak dan memberikan intervensi yang tepat sesuai kebutuhan, terutama dalam pendidikan anak-anak Surabaya,” ujarnya, Kamis (3/10).
Program ini juga memberi kemudahan bagi orang tua dalam mengurus dokumen penting seperti Kartu Identitas Anak (KIA) dan akta kelahiran secara online. “Dengan Nasi Ikan, orang tua tidak perlu repot mengurus dokumen secara terpisah. Semua terintegrasi,” tambahnya.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Eddy Christijanto, menambahkan bahwa program ini memperbaiki kualitas data kependudukan Surabaya. “Data yang lebih akurat akan membantu pemerintah merancang kebijakan yang lebih baik, terutama bagi anak-anak yang akan mengurus KTP saat mendekati usia 17 tahun,” jelasnya.
Surabaya pun memperkuat posisinya sebagai Kota Layak Anak, dengan visi menciptakan kota yang inklusif dan ramah bagi anak-anak untuk tumbuh dan berkembang, tanpa memandang latar belakang sosial atau ekonomi.
Dengan peluncuran Nasi Ikan, Surabaya menunjukkan komitmen dalam menggunakan teknologi untuk meningkatkan layanan publik yang lebih baik bagi generasi muda.sb/ana
Editor : Mariana Setiawati