SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Dua advokat muda Surabaya yaitu Abror Pranajaya, SH dan Deaniz Twolahifebri, SH, berharap aparat Polda Jatim kencang tangani dugaan usaha Kasino ilegal di Surabaya barat. Modal penanganan kencang adalah Presisinya Kapolri Jenderal Listya Sigit Prabowo .
Presisi Kapolri mengamanatkan tumpas bandar judi kasino sampai ke akarnya.
Pointers kejahatan yang harus diberantas Polri termasuk judi.
Deaniz Twolahifebri berharap publik sangat berharap aparat Polda Jatim lebih serius pasca penggeledahan. "Dari bahan bahan ekspos Surabaya Pag, bisa dipetakan siapa-siapa saja komplotan sampai pemainnya. "Pemain harus digelendeng ke kantor polisi, agar siapapun bandarnya, gak dapat pejudi lagi," ingat Deaniz.
Polisi Seharusnya Bisa Mengendus
Apalagi kayak dingdong, kasino, seharusnya sudah bisa mengendus dini, sebelum di ekspos koran. "Siapa pemainnya dan dimana saja lokasinya. Memang kalau lokasi, sering berpindah tempat, tapi aparat punya intel, harus bisa bekerja serius. Apalagi kalau sudah dibantu oleh media, yang mengekspos praktik judi ini.
Jangan sampai kalah langkah dengan bandar," harapnya.
"Kalau saya aparat kepolisian, usaha kasinonya sudah terekspos, saya malu," tambahnya .
Ini sejarah yang dicatat warga Surabaya. Polisi geledah saat usaha judi ini sudah ditutup. Saat penggeledahan, ruko kosong. Sama saja sia-sia. "Ini catatan memalukan," ingatnya.
Beda pasca penggeledahan, bandar dan pemainnya ditangkapi. Ini baru prestasi Presisi bagi Kapolda Jatim.
Sementara Abror Pranajaya, SH sangat menyayangkan dugaan pembiaran casino oleh aparat. "Kalau memang benar ada praktik judi ilegal, harusnya aparat bisa cepat turun tangan. Apalagi kalau sudah terekspos ke media.
Harusnya aparat bisa menerjunkan peran intelijennya. Khan intel bisa menyamar dan menelisik dimana saja," kata Abror, Rabu siang (9/10).
Abror, ingatkan selain aparat kepolisian, juga dari pemerintah harus waspadai, minimal peran kelurahan yang bila mendapat informasi adanya praktik judi ini. "Kala7 perlu pengelola ruko dicabut ijinnya," harapnya. n tim sp
Editor : Moch Ilham