Perempuan Pengendali Lapak Narkoba, Ditangkap Bareskrim

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news

Sebelumnya Digerebek Emak-emak, Ajak Kakak Adik

 

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta - Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Mukti Juharsa mengatakan menangkap Helen, perempuan tambun yang diduga mengendalikan lapak narkoba. Usahanya ini sempat viral saat digerebek emak-emak.

Tim gabungan Bareskrim Polri dan Polda Jambi masih terus melakukan pengembangan setelah menangkap Helen bandar narkoba di Jambi. Setelah Helen, kini giliran Tikui dan Ameng yang ditangkap.

"Tikui dan Ameng ini bandar narkoba juga, mereka ini saudaranya Helen," ujar Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Mukti Juharsa, Jumat (11/10/2024).

Helen, dikenal seorang bandar narkoba yang membangun jaringan ‘lapak’ penjualan narkotika di Jambi. Penangkapan ini dilakukan setelah penyelidikan mendalam yang melibatkan kerja sama antara Bareskrim dan Polda Jambi. Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Mukti Juharsa, menjelaskan, penangkapan Helen merupakan hasil dari pengembangan kasus ‘lapak’ narkoba yang viral pada Juli 2023 lalu. “Pengungkapan ini hasil investigasi bersama antara Bareskrim dan Polda Jambi. Helen merupakan bandar narkoba yang sangat meresahkan masyarakat di Jambi dan sekitarnya,” ujar Mukti dalam keterangan resm).

 

Tangkap Kakak-adik Helen

Mukti mengatakan Tikui dan Ameng adalah bandar sekelas Helen. Tikui adalah kakak Helen, sedangkan Ameng adalah adik Helen.

"Mereka ini bandar juga," imbuhnya.

Saat ini Tikui dan Ameng dalam perjalanan dibawa ke Bareskrim Polri. Polisi masih terus melakukan pengembangan termasuk menyelidiki aset-aset tiga bersaudara ini.

Helen ditangkap di Kembangan, Jakarta Barat.

Dari video yang diperoleh  koresponden Surabaya Pagi, Jumat (11/10/2024), Helen ditangkap seorang diri di rumahnya di kwasan Kembangan, Jakarta Barat. Helen tak bisa berkutik lagi saat ditangkap polisi.

"Ini surat penangkapannya, ini surat DPO-nya," kata seorang polisi menunjukkan surat penangkapan terhadap Helen.

"DPO apa maksudnya pak?" tanya Helen.

"DPO daftar pencarian orang. Ibu Helen kan? Sudah jangan berpura-pura lagi," timpal polisi.

Penangkapan dilakukan oleh tim gabungan Subdit III Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dan Polda Jambi yang dipimpin Kombes Suhermanto. Penangkapan dilakukan pada Kamis (10/10) sekitar pukul 04.00 WIB.

 

Temukan Perhiasan Emas

Dari penggeledahan tersebut, polisi menemukan perhiasan emas yang masih didalami apakah barang tersebut merupakan hasil tindak pidana pencucian uang (TPPU) narkoba.

Empat kaki tangan, Helen, bandar narkoba Jambi, yang ditangkap Bareskrim Polri dan Polda Jambi dibawa ke Jakarta. Mereka dibawa untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Kabid Humas Polda Jambi Kombes Mulia Prianto mengatakan penangkapan ini merupakan kerja sama dari Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dan Direktorat Reserse Narkoba Polda Jambi

Kapolresta Jambi Kombes Eko Wahyudi mengatakan penggerebekan emak-emak terjadi usai anggotanya menangkap enam orang pengguna narkoba di kawasan tersebut. Enam orang yang ditangkap, yakni laki-laki berinisial LC, RH, AO, BP, MB, dan MW.

"Kemudian setelah kita menangkap enam pelaku ini, kita melakukan proses pengembangan. Beberapa barang bukti turut diamankan, yakni tempat alat hisap, narkoba, dan HP," katanya, Senin (24/7) malam.

 

Ada Bong Sabu dan Duit

Lapak narkoba itu digerebek oleh emak-emak pada Juli 2023. Sejumlah emak-emak saat itu 'mengacak-acak' basecamp narkoba yang berada di eks lokalisasi Pucuk, RT 5 Rawasari, Kota Jambi.

Video yang direkam emak-emak itu lalu menunjukkan tumpukan dus yang ada di tengah kerumunan. Dalam dus itu terdapat sejumlah bong sabu hingga gepokan duit.

"Ini hasil duit penjualan sabu," kata perekam video tersebut. n jm/erc/jk/rmc

Berita Terbaru

Sosialisasikan Keselamatan Berlalu Lintas, Polres Blitar Kota Hadirkan Tokoh Pewayangan

Sosialisasikan Keselamatan Berlalu Lintas, Polres Blitar Kota Hadirkan Tokoh Pewayangan

Senin, 02 Feb 2026 14:12 WIB

Senin, 02 Feb 2026 14:12 WIB

SURABAYAPAGI.com Blitar - Hari ini jajaran Polres Blitar Kota Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Semeru 2026 di halaman Polres Blitar Kota dipimpin langsung…

Manfaatkan Momentum Harga Cabai Melonjak Naik, Petani di Jember Pilih Panen Lebih Awal

Manfaatkan Momentum Harga Cabai Melonjak Naik, Petani di Jember Pilih Panen Lebih Awal

Senin, 02 Feb 2026 12:51 WIB

Senin, 02 Feb 2026 12:51 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Melihat momentum harga cabai merah jenis sret yang saat ini melonjak naik membuat sejumlah petani di cabai di Desa Tanjungrejo,…

Fraksi PDIP DPRD Jatim: Percepatan Digitalisasi dan Sertifikasi Aset Pemprov Jatim Mendesak

Fraksi PDIP DPRD Jatim: Percepatan Digitalisasi dan Sertifikasi Aset Pemprov Jatim Mendesak

Senin, 02 Feb 2026 12:41 WIB

Senin, 02 Feb 2026 12:41 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Fraksi PDI Perjuangan DPRD Jawa Timur menilai percepatan digitalisasi dan sertifikasi aset Pemprov Jatim sebagai langkah mendesak…

Eksekutif dan Legislatif Belum Satu Frekuensi, Pansus BUMD DPRD Jatim Angkat Alarm

Eksekutif dan Legislatif Belum Satu Frekuensi, Pansus BUMD DPRD Jatim Angkat Alarm

Senin, 02 Feb 2026 12:21 WIB

Senin, 02 Feb 2026 12:21 WIB

Surabaya, SURABAYAPAGI.COM — Panitia Khusus (Pansus) BUMD DPRD Jawa Timur menyoroti rendahnya kontribusi sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terhadap P…

Warga Bojonegoro Berburu Janur dan Ketupat Jelang Malam Nisfu Syaban

Warga Bojonegoro Berburu Janur dan Ketupat Jelang Malam Nisfu Syaban

Senin, 02 Feb 2026 11:59 WIB

Senin, 02 Feb 2026 11:59 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Di sejumlah pasar tradisional banyak para penjual janur dadakan sudah mulai memenuhi lapak menjelang bulan Ramadhan di…

DPRD Gresik Pilih Tahan Pencairan Pokir Usai Dapat Masukan KPK

DPRD Gresik Pilih Tahan Pencairan Pokir Usai Dapat Masukan KPK

Senin, 02 Feb 2026 11:53 WIB

Senin, 02 Feb 2026 11:53 WIB

SURABAYAPAGI.com, Gresik — DPRD Kabupaten Gresik mengonfirmasi bahwa anggaran pokok-pokok pikiran (pokir) anggota dewan masih tercantum dalam dokumen p…