SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Pelajaran yang saya petik dari Al kitab, mengikut Yesus Kristus itu menjadi sesuatu yang sangat berbeda. Artinya kita bisa saja memiliki agama yaitu agama Kristen, tetapi tidak menjadi pengikut Yesus. Artinya bisa seseorang masuk ke gereja, tapi judi jalan terus.
Orang pergi ke gereja, tapi mabuk masih dilakukan tiap minggu. Kita masuk ke gereja, tapi tidak pernah melakukan apa yang Firman Tuhan perintahkan.
Hal-hal tersebut yang dinamakan bisa memiliki agama, tapi bukan menjadi pengikut Yesus.
Saya serap, mengikut Kristus bukanlah suatu pilihan, tetapi panggilan.
Alkitab tidak mengajarkan mengenai pengambilan keputusan untuk menjadi pengikut Kristus sebagai suatu pilihan.
“Lalu Yesus berkata kepada murid-muridNya: Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku.” (Matius 16:24)
Bagi saya, mengikut Yesus Kristus itu menjadi sesuatu yang sangat berbeda, kita bisa saja memiliki agama yaitu agama Kristen, tetapi tidak menjadi pengikut Yesus.
Kita sering masuk ke gereja, tapi tidak pernah melakukan apa yang Firman Tuhan perintahkan. Mereka bukan menjadi pengikut Yesus.
Alkitab tidak mengajarkan mengenai pengambilan keputusan untuk menjadi pengikut Kristus sebagai suatu pilihan, tapi ini merupakan panggilan.
Ada tiga perkara yang harus kita lakukan supaya kita layak disebut sebagai murid Yesus.
Di antaranya adalah: Menyangkal diri, berarti menyangkal keinginan daging kita: Ego, ambisi, pikiran, perasaan dan kehendak diri sendiri, lalu bertekad melakukan apa yang Tuhan Yesus kehendaki. Memikul salib berarti mau menderita bagi Kristus.
Menderita bisa berupa perlakuan tidak adil, dibenci, dikucilkan, diintimidasi oleh orang lain karena status kita sebagai pengikut Kristus. Mengikut Yesus artinya taat melakukan firman Tuhan. “Jikalau kamu tetap dalam firman- Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku.” (Yoh. 8:31).
Saat kita taat melakukan firman-Nya, menurut saya, kita sedang melangkah menuju standar seperti Yesus. Menjadi murid Kristus adalah suatu pembelajaran kita dapat terus mengenal Kristus, memberi diri dituntun oleh Roh Kudus, serta taat melaksanakan setiap ajaran-Nya.
Dalam injil Matius di Alkitab, dijelaskan Yesus berdoa ke gunung sendirian untuk memutuskan 12 murid yang akan dipilih.
Setelah selesai berdoa, Yesus memanggil Petrus, Andreas, Yakobus, Yohanes, Filipus, Tomas, Matius, Bartolomeus, Yakobus anak Alefus, Tadeus, Simon dan Yudas Iskariot.
Mereka adalah murid-murid yang dikenal dengan sebutan 12 Rasul Yesus.
Kata rasul dalam teologi Kristen ditulis menggunakan bahasa Yunani 'Apostolos' yang jika diartikan secara harfiah adalah utusan.
Selama perjalanannya menyebarkan pesan damai dan ajaran Kristiani, Yesus Kristus mempunyai murid-murid yang membantu melayani pengajaran-Nya.
Dalam beberapa referensi disebutkan kedua belas Rasul Yesus melambangkan kedua belas suku Israel, yaitu bangsa pertama yang dipilih Allah untuk menerima janji keselamatan.
Selama mengikuti Yesus, kedua belas Rasul dipersiapkan untuk menjadi pemimpin dan penerus ajaran cinta kasih kepada dunia setelah Yesus kembali ke surga. Anda bisa jadi pengikut Yesus yang setia. (Maria Sari)
Editor : Moch Ilham