SURABAYAPAGI.COM, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto berencana merombak gedung Pusat Grosir Sepatu (PGS) Mojopahit yang terletak di simpang empat Jalan Mojopahit - Jalan Raden Wijaya.
Tak tanggung-tanggung, sebanyak 26 arsitek muda binaan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Kemenparekraf RI) dilibatkan untuk membuat desain bangunan gedungnya.
Pj Wali Kota Mojokerto, Moh. Ali Kuncoro kepada Surabaya Pagi mengatakan, jika tidak ada aral melintang, perombakan gedung PGS Kota Mojokerto akan direalisasikan tahun depan.
"Kita sudah mengajukan Bantuan Keuangan (BK) ke Pemprov Jatim. Besar harapan kami bisa disetujui mengingat pentingnya keberadaan PGS Mojopahit bagi pengembangan UMKM alas kaki Kota Mojokerto," ujar Mas Pj, sapaan akrab Ali Kuncoro.
Sekretaris DPRD Provinsi Jawa Timur ini juga menyebut, kondisi bangunan PGS saat ini masih kurang mumpuni untuk dijadikan sebagai pusat produksi sekaligus pusat promosi produk alas kaki bumi mojopahit.
"Kalau bangunannya tetap seperti itu, tak akan menarik minat pengunjung. Beda jika gedungnya sudah di rehab dengan apik, sehingga warga pun tertarik untuk masuk dan kemudian membeli," ungkap Mas Pj.
Sementara itu, Kepala Diskopukmperindag Kota Mojokerto, Ani Wijaya membenarkan rencana tersebut. Ia mengatakan anggaran DED (Detail Engineering Design) bakal diajukan tahun depan.
"DED yang berisi dokumen desain teknis bangunan yang terdiri dari gambar teknis, spesifikasi teknis dan spesifikasi umum, volume serta biaya pekerjaan kita ajukan tahun 2025. Tapi untuk BK nya sudah diajukan ke Pemprov tahun 2024 ini," jawabnya.
Masih kata Ani, Pemkot Mojokerto sudah terbantukan dengan inkubasi Desain Arsitek dan Interior yang diselenggarakan Kemenparekraf RI di Kota Mojokerto beberapa waktu lalu.
Sebab, inkubasi yang diikuti 26 peserta dari hampir seluruh wilayah di Indonesia ini memberikan kontribusi berupa 4 desain arsitektur PGS Mojopahit.
"Dari desain itu muncul dua opsi berbeda, ada yang konsepnya merombak total bangunan, ada juga yang hanya merubah interior dan eksterior bangunannya saja. Nantinya akan dipilih saru sebagai desain fix untuk PGS Mojopahit," tuturnya.
Disinggung terkait estimasi anggaran yang dibutuhkan, Ani menyebut, tergantung opsi mana yang dipilih. Jika harus merombak total, perkiraan anggaran diprediksi mencapai puluhan milyar.
"Kalau hanya merombak interior dan eksteriornya saja, kemungkinan anggaranya sekitar Rp. 4 milyaran. Tapi itu masih estimasi, masih perlu dihitung lagi sesuai gambar desain yang dipakai," tukasnya.
Sekedar informasi, pusat grosir memanfaatkan gedung eks Bentar Swalayan ini terdiri dari dua lantai. Namun saat ini, hanya satu lantai yang digunakan, sedangkan untuk lantai dua masih belum di fungsikan.
Data yang dihimpun paguyuban, saat ini, jumlah perajin sandal dan sepatu di Kota Mojokerto mencapai 200 lebih. Mereka bekerjasama dengan Diskopukmperindag setempat menyetorkan produknya ke PGS untuk di display dan dibantu proses penjualannya. Dwi
Editor : Moch Ilham