Hari Santri 2024, Khofifah: Santri Harus Jadi Penjaga Moral di Tengah Transformasi Digital

author Riko Abdiono

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 2, Khofifah Indar Parawansa saat memperingati Hari Santri 2024. SP/ RIKO
Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut 2, Khofifah Indar Parawansa saat memperingati Hari Santri 2024. SP/ RIKO

i

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Memperingati Hari Santri 2024 yang diperingati setiap 22 Oktober, Khofifah Indar Parawansa berharap para santri menjadi agent of change atau agen perubahan dalam menghadapi tantangan global.  Khususnya siap menjadi penjaga moral di tengah transformasi digital.

Menurutnya, dengan kombinasi antara pendidikan modern, penguatan nilai-nilai moral dan sosial, santri dapat menjadi agen perubahan yang signifikan dalam menghadapi derasnya gelombang digital dan  tantangan global yang semakin kompleks.

Hal ini sejalan dengan tema Hari Santri 2024 yakni 'Menyambung Juang Merengkuh Masa Depan'. Tema ini mengajak para santri untuk melanjutkan semangat perjuangan yang diwariskan oleh pendahulu mereka, sambil menghadapi bersiap dengan meningkatkan kapasitas dan kompetensi diri menghadapi  tantangan kehidupan yang makin kompleks.

"Santri diharapkan dapat terus berinovasi, beradaptasi dengan perkembangan zaman, serta turut berperan dalam menyelesaikan isu-isu global seperti perubahan iklim, krisis sosial dan ekonomi, serta perkembangan teknologi digital," kata Khofifah di Surabaya, Selasa (22/10/2024).

Khofifah mengatakan, santri memiliki peran dalam membawa perubahan positif bagi lingkungan di sekitarnya. Dengan prinsip-prinsip Islam yang kuat, santri diharapkan bisa menjadi kekuatan moral dalam menghadapi tantangan global​.

Yang mana, para santri berperan penting dalam menjaga nilai-nilai keagamaan sambil aktif berkontribusi dalam berbagai bidang seperti pendidikan, kesehatan, teknologi, dan ekonomi. 

"Santri harus mampu menghadapi arus modernitas tanpa meninggalkan nilai-nilai agama dan etika. Mereka harus menjadi contoh dalam menjaga integritas, keadilan, dan kemanusiaan di tengah berbagai krisis moral global​," katanya.

"Dengan perkembangan global yang cepat, santri perlu memiliki keterampilan yang relevan serta mampu memanfaatkan inovasi teknologi, sehingga bisa berkontribusi dalam menciptakan solusi untuk masalah global, seperti perubahan iklim dan ketidaksetaraan sosial​," imbuhnya.

Lebih lanjut, Khofifah berharap agar santri tidak hanya menjadi agen perubahan, tetapi juga inisiator yang aktif dalam menciptakan perubahan di masyarakat. Ini menjadi bagian penting dari peran santri dalam mewujudkan cita-cita bangsa. 

"Tantangan global seperti disrupsi digital dan perubahan teknologi mengharuskan santri untuk menguasai pengetahuan modern, termasuk teknologi informasi, kecerdasan buatan, dan sains. Penguasaan ilmu ini penting agar mereka bisa bersaing di era globalisasi dan turut berinovasi dalam bidang-bidang yang memajukan masyarakat​," katanya. 

"Jadi saya mengajak para santri untuk terus berjuang dengan semangat intelektualitas  dan religiusitas di era transformasi digital. Para santri harus terus mengembangkan diri untuk bersiap mengambil peran membangun negeri dan berkontribusi pada peradaban," pungkasnya. rko

Berita Terbaru

Lewat Alat ‘Tax Mapper’, Pemkab Situbondo Optimalkan Penarikan Pajak Restoran dan Hotel

Lewat Alat ‘Tax Mapper’, Pemkab Situbondo Optimalkan Penarikan Pajak Restoran dan Hotel

Jumat, 17 Jul 2026 11:06 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 11:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Situbondo - Sebagai langkah strategis untuk meningkatkan pendapatan asli daerah atau PAD, Pemerintah Situbondo, tengah memaksimalkan…

Optimalkan Peran Paralegal, Pemkot Mojokerto Gandeng Kejaksaan Gelar Sosialisasi Penyuluhan Hukum 

Optimalkan Peran Paralegal, Pemkot Mojokerto Gandeng Kejaksaan Gelar Sosialisasi Penyuluhan Hukum 

Jumat, 17 Jul 2026 10:53 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 10:53 WIB

SURABAYA PAGI.COM, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto berkolaborasi dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Mojokerto menyelenggarakan sosialisasi penyuluhan…

Terjebak Kebakaran Lahan Tebu di Blitar, Nenek 63 Tahun Meninggal Dunia

Terjebak Kebakaran Lahan Tebu di Blitar, Nenek 63 Tahun Meninggal Dunia

Jumat, 17 Jul 2026 10:11 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 10:11 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar – Kobaran api yang membakar tanaman tebu di lahan garapan Perum Perhutani Puthuk Anom, RPH Ngrejo di Desa Tumpakepuh, Kec. Bakung, K…

Kampus Berdampak dan Masa Depan Pengabdian Mahasiswa

Kampus Berdampak dan Masa Depan Pengabdian Mahasiswa

Jumat, 17 Jul 2026 08:15 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 08:15 WIB

Oleh: Odjie SamrojiPengurus HIMA Bid. Eksternal & Pengabdian Masyarakat Program S3 Manajemen Universitas Negeri Surabaya   Beberapa tahun terakhir, istilah …

DPR Bikin MBG Watch

DPR Bikin MBG Watch

Jumat, 17 Jul 2026 01:28 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 01:28 WIB

SURABAYAPAGI.com - “Kita sudah banyak dengar masukan, input, saran, dan ya terima kasih sudah mau secara gamblang sampaikan apa yang dirasakan dan dipelajari t…

Biarawati Katolik, Lompat dan Menari Bersama

Biarawati Katolik, Lompat dan Menari Bersama

Jumat, 17 Jul 2026 01:22 WIB

Jumat, 17 Jul 2026 01:22 WIB

SURABAYAPAGI.com - Pesta pecah setelah Lautaro Martinez mencetak gol kemenangan pada menit kedua masa tambahan waktu dalam pertandingan di Atlanta, Amerika…