SURABAYAPAGI.com, Probolinggo - Dalam rangka memperingati Hari Jadi Ke-79 Provinsi Jawa Timur sekaligus untuk menjaga stabilisasi harga bahan pokok (bapok), Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo menggelar kegiatan pasar murah di Kecamatan Kanigaran.
"Itu bentuk kepedulian pemerintah provinsi dan Pemerintah Kota Probolinggo untuk tetap dapat menjaga harga pasar sesuai dengan kemampuan masyarakat," kata Pj Wali kota Probolinggo M. Taufik Kurniawan saat meninjau pasar murah, Jumat (25/10/2024).
Lebih lanjut, menurut Pj Wali Kota Taufik, adanya agenda pasar murah ini merupakan wujud kepedulian pemerintah terhadap ketersediaan bahan pokok dengan harga terjangkau untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
"Harga sembako yang ditawarkan lebih murah daripada di pasaran. Jadi momentum itu dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya karena benar-benar harganya lebih murah," katanya.
Sebagai informasi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jawa Timur melalui UPT Pengembangan Mutu Produk Industri dan Teknologi Kreatif (UPT PMPI dan TK) Malang telah menyediakan sebanyak 1,5 Ton beras, 200 kg gula, 100 kg telur dan 360 liter minyak goreng.
Untuk komoditas Beras SPHP dijual di harga Rp 56.250 dengan kemasan 5 kg, gula pasir Rp 16.000 setiap 1 kg, gula pasir bermerek Rp 16.500 per kg, minyak goreng Rp 15.000 per liter dan telur ayam Rp 23.000 per kemasan.
Sedangkan untuk distribusi nya, maka masing-masing komoditas akan dibatasi jumlah pembeliannya seperti beras maksimal per orang 5 sak, kemudian komoditas telur 1 kg, gula 1 kg, minyak goreng 2 liter. Hal itu dilakukan agar proses pendistribusian merata. pr-01/dsy
Editor : Desy Ayu