Peringati Hakordia, GNPK Sebut Momentum Ciptakan Bangsa Yang Bersih dan Bermartabat

author Arlana Chandra Wijaya

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Ketua Umum GNPK RI Adi Warman
Ketua Umum GNPK RI Adi Warman

i

SURABAYAPAGI.com, Jakarta - Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) menyebut Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) yang diperingati tiap 9 Desember, adalah sebuah momen yang mengingatkan pentingnya pemberantasan korupsi dalam menciptakan bangsa yang bersih, adil, dan bermartabat. 

"Tahun ini, peringatan ini terasa semakin bermakna, karena Indonesia tengah berada dalam era kepemimpinan Kabinet Merah Putih di bawah Presiden Prabowo Subianto, yang berkomitmen untuk mewujudkan visi besar Astacita menuju Indonesia Emas 2045," ucap Ketua umum GNPK RI Adi Warman. Senin (9/12/2024).

Adi Warman menerangkan, sebagai bagian dari Astacita, Presiden Prabowo telah menggariskan delapan prioritas strategis untuk membangun Indonesia yang mandiri, berdaya saing, dan sejahtera. Salah satu prioritas utama yang tak bisa diabaikan adalah pemberantasan korupsi. 

"Korupsi bukan hanya merupakan masalah moral, tetapi juga penghambat utama dalam mencapai tujuan besar bangsa. Dalam hal ini, Gerakan Nasional Pemberantasan Korupsi (GNPK) memiliki peran yang sangat strategis sebagai mitra pemerintah dalam memastikan pemberantasan korupsi berjalan efektif dan terukur," tegasnya.

Sebagai bagian dari upaya menuju Indonesia Emas 2045, GNPK harus aktif berperan dalam beberapa aspek penting. Sehingga Adi Warman mengingatkan beberapa langkah yang harus diperkuat untuk memberantas kejahatan rasuah. Yakni memperkokoh Ideologi Pancasila dan integritas bangsa.

"Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa harus terus diperkuat. GNPK memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa nilai-nilai kejujuran, transparansi, dan anti-korupsi menjadi bagian dari budaya nasional. Melalui edukasi dan kampanye, GNPK dapat mempengaruhi seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga integritas dan menghindari praktik korupsi," sambungnya.

Selain itu mendorong kemandirian bangsa melalui pemerintahan yang bersih, sebab pangan, energi, dan air sangat bergantung pada pemerintahan yang bersih dan bebas dari praktik korupsi. 

"GNPK harus memperkuat pengawasan dan advokasi untuk memastikan bahwa setiap program pemerintah berjalan dengan transparansi dan akuntabilitas yang tinggi," sebutnya.

Adi Warman melanjutkan, untuk mencapai Indonesia Emas 2045, negara ini membutuhkan generasi muda yang memiliki integritas tinggi. GNPK dapat berperan aktif dalam pendidikan karakter, kampanye anti-korupsi di sekolah, kampus, dan komunitas. 

"Melalui pendekatan ini, GNPK dapat memastikan bahwa semangat anti-korupsi tertanam sejak dini pada generasi penerus bangsa," tuturnya.

Pembangunan infrastruktur dan ekonomi kreatif adalah kunci dalam menuju Indonesia yang lebih maju, dan GNPK perlu memastikan bahwa semua investasi dan proyek pembangunan berjalan dengan prinsip transparansi dan akuntabilitas. 

"Setiap tindakan yang melibatkan anggaran negara harus bebas dari praktik korupsi yang dapat merugikan rakyat," lanjutnya.

Disamping beberapa poin tersebut, GNPK menegaskan komitmennya mengawal reformasi birokrasi dan digitalisasi pemerintahan, karena sangat penting untuk menciptakan sistem pemerintahan yang bersih dan efisien. 

"GNPK harus menjadi mitra kritis yang mendorong percepatan reformasi ini di seluruh tingkat pemerintahan. Dengan sistem yang lebih transparan dan akuntabel, diharapkan bisa mengurangi potensi terjadinya korupsi," pungkasnya.

Adi Warman pun berpesan agar seluruh masyarakat membangun optimisme dan sinergi dalam perjuangan melawan korupsi.

Hari Antikorupsi Sedunia ini harus menjadi momentum untuk memperkuat semangat juang, memperkokoh sinergi antar elemen masyarakat, dan menanamkan optimisme. Dengan kerja keras dan dukungan penuh dari seluruh elemen GNPK, saya yakin kita mampu menciptakan bangsa yang bersih, jujur, dan bermartabat. Akhirnya saya mengajak kita semua untuk memastikan "Darah yang mengalir di tubuh kita berasal dari uang halal, " pungkasnya berapi-api. Byb

Tag :

Berita Terbaru

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Daop 7 Madiun Catat Enam Gangguan Perjalanan KA Selama Angkutan Lebaran 2026

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 15:00 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Selama masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 7 Madiun mencatat adanya enam kejadian gangguan…

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Kurang Waspada! Motor dan Truk Adu Banteng, Pengendara Motor Tewas di TKP

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:55 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Kecelakaan antara pengendara motor dan Truk Isuzu dengan adu banteng yang terjadi pada Minggu (5 April 2026) dini hari mengejutkan…

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Kebijakan Pembatasan Belanja Pegawai 30 Persen dari APBD Akan Resmi Berlaku Tahun 2027

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:23 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Terkait kebijakan pembatasan belanja pegawai maksimal 30 persen dari APBD akan resmi diberlakukan tahun 2027. Dimana, postur APBD…

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Usai Santap Nasi Berkat Tahlilan, Puluhan Korban Diduga Alami Keracunan Muntah-Diare

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:14 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini viral, seusai menyantap nasi berkat tahlilan di Jalan Sido Kapasan Gang 10, Simokerto, Surabaya, sebanyak puluhan…

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Warga Napis Bojonegoro Akhirnya Miliki Jembatan, Pasca Penantian Puluhan Tahun

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 14:06 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Setelah menanti selama puluhan tahun, akhirnya kini warga di perbatasan Bojonegoro dan Ngawi bisa bernapas lega lantaran…

Harga Kedelai Melonjak Ugal-ugalan, Produsen Tempe di Lumajang Terancam Tak Sanggup Produksi Lagi

Harga Kedelai Melonjak Ugal-ugalan, Produsen Tempe di Lumajang Terancam Tak Sanggup Produksi Lagi

Minggu, 05 Apr 2026 13:56 WIB

Minggu, 05 Apr 2026 13:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Lumajang - Para produsen tempe di Lumajang, Jawa Timur mengeluh dan menjerit usai harga kedelai melonjak ugal-ugalan yang juga dipicu imbas…