SURABAYAPAGI.com, Ponorogo - Hujan deras dengan intensitas tinggi yang melanda wilayah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur memicu longsor yang akhirnya menerjang hingga separuh jalan di jalur antar-kecamatan Desa Wagir Lor amblas.
Amblasnya jalan alternatif penghubung tersebut merupakan jalan penghubung antara Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel dan Desa Wates, Kecamatan Jenangan. Lantaran amblasnya jalan tersebut hingga separuh badan, mengakibatkan kendaraan roda empat dilarang melintas untuk sementara waktu.
"Longsor ini sudah kesekian kali. Sejak 2022 hingga sekarang sudah empat kali longsor. Itu jalannya sampai hampir habis," kata Kepala Desa Wagir Lor, Kecamatan Ngebel Sumono, Kamis (16/01/2025).
Diketahui, jembatan tersebut awalnya dapat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat. Namun, hujan deras kembali merusak jembatan tersebut, sehingga tidak lagi berfungsi.
"Sebelum makin parah, kami sudah mencoba membuat talud dan menggunakan karung pasir. Tapi, dengan curah hujan yang tinggi, longsor terus terjadi, dan jembatan itu akhirnya tidak berfungsi," tambahnya.
Sumono menjelaskan jalan tersebut merupakan akses penting bagi warga, termasuk anak sekolah, pedagang, dan pekerja. Akibat kerusakan ini, warga harus memutar sejauh 5-6 kilometer untuk mencapai desa seberang.
"Biasanya yang lewat itu anak sekolah, pedagang keliling, dan warga yang bekerja. Sekarang harus memutar jauh," ujarnya.
Pihaknya berharap pemerintah segera memperbaiki jalan poros tersebut, mengingat akses ini sangat dibutuhkan warga kedua desa, terutama bagi anak-anak yang setiap hari melintas untuk bersekolah.
"Harapan kami, jalan ini bisa segera diperbaiki. Kasihan warga kalau harus memutar jauh," kata Sumono.
Sementara itu, untuk mengatasi situasi darurat, warga kedua desa berinisiatif membangun jembatan sementara dari kayu agar akses tetap terjaga. Jembatan ini mampu dilalui kendaraan roda dua dan roda empat. pn-01/dsy
Editor : Desy Ayu