Menguak Akar Permasalahan Biaya Sewa Meteran PDAM Lamongan

Jamal Sebut Forum Pelanggan PDAM Lamongan tak Difungsikan, Pemicu Gelombang Protes Terus Terjadi

author Muhajirin

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Kantor PDAM yang ada di Jalan Lamongrejo Lamongan. SP/MUHAJIRIN
Kantor PDAM yang ada di Jalan Lamongrejo Lamongan. SP/MUHAJIRIN

i

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan - Gelombang protes pelayanan PDAM di Lamongan, khususnya kualitas air dan pembayaran biaya perawatan meteran terus terjadi, karena manajemen terkesan tidak profesional, apalagi forum pelanggan PDAM selama ini tidak difungsikan dan dibiarkan mati begitu saja.

Hal itu disampaikan oleh Nursalim, aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Jaringan Masyarakat Lamongan (Jamal), saat dihubungi oleh surabayapagi com, pada Kamis, (30/1/2025).

Disebutkan olehnya, seyogyanya protes pelanggan terhadap pelayanan PDAM bisa diminimalisir, dengan memberikan informasi yang jelas, sosialisasi yang rutin melalui forum pelanggan PDAM.

Namun anehnya, di PDAM Lamongan forum pelanggan yang terdiri dari para pelanggan ini sama sekali tidak difungsikan, meski dulu pada tahun 2011-2013 sempat ada, namun perjalanan waktu forum tersebut sudah tidak ada.

"Seingat saya forum pelanggan PDAM itu sempat ada tahun 2011-2013 saat itu PDAM tengah mendapatkan proyek dari World Bank untuk pemasangan pipa dari Intake di Babat sampai di Plosowahyu Lamongan, namun forum itu sekarang sudah tidak ada," terangnya.

Padahal, forum pelanggan itu tambah Nursalim sangat membantu karena air PDAM adalah barang publik, bukan barang privat, yang tarif atau harganya hanya tergantung nilai tukar hasil kesepakatan antara konsumen dengan pelaku usaha saja, tanpa perlu ada campur tangan penetapan dari pemerintah dan anggota DPRD atau DPR RI.

Forum pelanggan PDAM saat itu ada kata Nursalim, hanya sebagai sebagai prasyarat loan Rp 70 milyar dari bank dunia. Untuk pembangunan pipa PDAM dari Babat sampai Plosowahyu, selebihnya tidak difungsikan ketika proyek itu selesai pada tahun 2013.

"Keberadaan forum pelanggan hanya sebagai prasyarat loan untuk mendapatkan Rp 70 milyar dari Bank dunia. Untuk pembangunan pipa PDAM dari Babat sampai dengan Plosowahyu. Setelah itu ditinggal hingga saat ini," ungkapnya.

Kalau sekarang ada protes itu dianggap wajar, dan itu mewakili pelanggan lainnya, yang secara umum mereka tidak mengetahui harus membayar biaya perawatan meteran yang mencapai Rp 9 ribu setiap bulan, belum lagi bayar air, administrasi dan denda.

Ali Mahfudi Direktur PDAM Lamongan saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler nya via chat WhatsApp nya, mengenai forum pelanggan PDAM masih ada atau tidak, hingga berita ini keluar tidak membalasnya.

Sekedar diketahui, sebelumnya manajemen PDAM Lamongan diprotes oleh pelanggan, karena setiap bulannya harus membayar biaya meteran Rp 9 ribu, padahal meteran yang terpasang di rumah pelanggan diklaim oleh pelanggan karena sudah include biaya yang dikeluarkan, saat mendaftar sebagai pelanggan yang mencapai jutaan.

Atas pungutan Rp 9 ribu itu, PDAM Lamongan mengeruk rupiah Rp 2,9 miliar setiap tahunya, karena jumlah pelanggan PDAM perkiraan mencapai 27 ribu. Uang yang dipungut dari pelanggan itu, Ali Mahfudi Direktur PDAM sempat berstatmen kalau uang itu bukan sewa meteran melainkan untuk perawatan meteran.

Biaya sewa meteran air PDAM Lamongan didasarkan pada Peraturan Bupati (Perbup) dan edaran tarif yang berlaku. Salah satu Perbup yang mengatur biaya pemeliharaan meter air PDAM Lamongan adalah Perbup nomor 690/667/413.502-2018.
Biaya pemeliharaan meter air PDAM Lamongan bervariasi tergantung pada diameter meter yang terpasang. Misalnya, untuk diameter setengah inci dikenakan biaya Rp. 9.000. jir

Berita Terbaru

MUI Lamongan Sambangi PCNU, Bahas Tawuran Perguruan Silat hingga Peredaran Miras

MUI Lamongan Sambangi PCNU, Bahas Tawuran Perguruan Silat hingga Peredaran Miras

Sabtu, 17 Okt 2026 19:54 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 19:54 WIB

SURABAYAPAGI.COM, Lamongan  – Dewan Pimpinan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lamongan melakukan silaturahmi dan audiensi dengan Pengurus Cabang Na…

Industri Perhiasan Bidik Tren 2027, Desain Ringan dan Batu Permata Buatan Jadi Alternatif

Industri Perhiasan Bidik Tren 2027, Desain Ringan dan Batu Permata Buatan Jadi Alternatif

Sabtu, 17 Okt 2026 19:51 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 19:51 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Industri perhiasan bersiap menghadapi perubahan tren pada 2027. Desain berukuran besar dengan bobot lebih ringan, pilihan warna yang s…

Favehotel Sidoarjo Hadirkan Family Room Akomodasi Spesial Untuk Tamu berkeluarga

Favehotel Sidoarjo Hadirkan Family Room Akomodasi Spesial Untuk Tamu berkeluarga

Sabtu, 17 Okt 2026 19:15 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 19:15 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Favehotel Sidoarjo selalu berinovasi untuk memberikan pengalaman menginap yang menarik dan menyenangkan bagi para tamu …

Polres Blitar Kota Ungkap Pelaku Pembuang Bayi Perempuan Terbungkus Plastik, Pelaku Berstatus Mahasiswi

Polres Blitar Kota Ungkap Pelaku Pembuang Bayi Perempuan Terbungkus Plastik, Pelaku Berstatus Mahasiswi

Sabtu, 17 Okt 2026 13:25 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 13:25 WIB

SURABAYAPAGI.com, Blitar - Tak kurang waktu dari 24 Jam, Unit PPA Sat.Reskrim Polres Blitar Kota bersama dengan Polsek Srengat berhasil mengungkap pelaku…

Sambangi Media Center Mojokerto, AKBP Herdiawan Pamitan Mutasi ke Polda Jatim

Sambangi Media Center Mojokerto, AKBP Herdiawan Pamitan Mutasi ke Polda Jatim

Sabtu, 17 Okt 2026 12:27 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 12:27 WIB

  SURABAYA PAGI.com, Mojokerto, – Mantan Kapolres Mojokerto Kota, AKBP Herdiawan Arifianto, S.H., S.I.K., M.H., berpamitan kepada wartawan yang tergabung da…

Penjaga Parkir di Surabaya Terima Bantuan Bedah Rumah, Nur Fadillah: Terima Kasih Pak Prabowo

Penjaga Parkir di Surabaya Terima Bantuan Bedah Rumah, Nur Fadillah: Terima Kasih Pak Prabowo

Sabtu, 17 Okt 2026 11:47 WIB

Sabtu, 17 Okt 2026 11:47 WIB

SurabayaPagi, Surabaya — Harapan Nur Fadillah untuk memiliki rumah yang layak huni mulai menemukan titik terang. Perempuan yang sehari-hari bekerja sebagai p…