SURABAYAPAGI.COM, Surabaya - Dalam ajaran Kristen, seorang rasul adalah "utusan" atau "orang yang diutus" Yesus. Sementara seorang murid adalah "pelajar" . Para rasul pada dasarnya adalah orang-orang yang telah bertemu dan mengikuti Yesus selama hidupnya dan dipanggil oleh-Nya untuk menyebarkan Injil. Murid hanyalah para pengikut Yesus yang mengabdikan diri untuk belajar dari-Nya.
Menurut eklesiologi dan teologi Kristen, rasul atau apostel, yang secara kolektif disebut dengan para rasul atau rasul-rasul Yesus dan terkhusus merujuk kepada Kedua Belas Rasul. Mereka adalah murid-murid utama Yesus, dan menjadi tokoh sentral dalam agama Kristen.
Semasa Yesus hidup dan berkarya pada abad pertama Masehi, para rasul adalah pengikut-pengikut terdekatnya. Pengikut-pengikut terdekat ini di kemudian hari menjadi narasumber utama Kabar Baik yang diwartakan oleh Yesus.
Meskipun tradisi Kristen kerap menyebutkan bahwa para rasul berjumlah dua belas orang, tetapi para penulis Injil mencatat orang yang sama dengan nama yang berbeda. Ini yang membuat ada nama rasul yang disebut dalam satu Injil, tetapi tidak terdapat dalam injil-injil lain.
Peristiwa penetapan kedua belas rasul oleh Yesus diriwayatkan dalam ketiga Injil Sinoptik.
Pengikut Yesus disebut rasul karena mereka diutus oleh Yesus untuk menyebarkan Injil. Kata "rasul" berasal dari bahasa Arab rasūl yang artinya "utusan".
Yesus sendiri adalah rasul utama dalam Perjanjian Baru.
Para rasul dipilih dari orang-orang biasa dan tidak terpelajar.
Para rasul diutus untuk memberitakan Injil kepada semua bangsa.
Para rasul diutus lebih dahulu kepada bangsa Israel.
Para rasul dipersenjatai dengan Roh Kudus.
Para rasul harus rendah hati, menyangkali diri, dan saling mengasihi.
Sesudah kebangkitannya, Yesus menyampaikan Amanat Agung kepada sebelas orang rasul (Yudas Iskariot sudah meninggal saat itu), yakni amanat untuk mewartakan ajaran-ajarannya kepada segala bangsa.
Peristiwa ini lazim disebut dengan pengutusan para rasul.
Selain kedua belas rasul, Paulus, laki-laki Yahudi asal Tarsus yang bernama asli Saulus, dalam gereja perdana juga kerap disebut sebagai rasul karena diajar dan diutus secara langsung oleh Yesus melalui suatu penglihatan dalam perjalanannya menuju kota Damaskus (Kisah Para Rasul 9:4–5).
Paulus sendiri juga menyebut dirinya sebagai rasul untuk bangsa-bangsa bukan Yahudi. Menurut sebuah tradisi Kristen Timur yang bersumber dari Injil Lukas, terdapat pula ketujuh puluh rasul (ketujuh puluh murid menurut denominasi Kristen lainnya) yang terlibat dalam karya pelayanan Yesus. (Maria Sari)
Editor : Moch Ilham