SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Universitas Negeri Airlangga( Unair) akan mengukuhkan 12 guru besar baru dalam dua hari secara berturut-turut menjelang bulan Ramadhan ini. Prosesi pengukuhan akan digelar di Kampus C Unair, pada Selasa dan Rabu, 25-26 Februari 2025.
Dengan ini, semakin menjadikan Unair sebagai salah satu perguruan tinggi terdepan di Indonesia.
Rektor Unair, Prof Mohammad Nasih, mengungkapkan bahwa para calon guru besar berasal dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari Bioteknologi, Sosiologi Kependudukan, hingga Antropologi Ekologi.
Menurutnya, keberagaman bidang keilmuan ini menjadi bukti nyata komitmen Unair dalam pengembangan akademik yang holistik.
"Dalam tiga bulan ke depan, Unair akan mengukuhkan 48 guru besar. Februari ini 12 guru besar, Maret kita rehat karena bulan puasa, lalu April dan Mei kita lanjut lagi," kata Prof Nasih, Selasa (25/02/2025).
Perlu diketahui, saat ini, Unair bahwa tahun ini total akan memiliki 328 guru besar aktif. Fakultas Kedokteran Hewan tercatat sebagai fakultas dengan jumlah guru besar terbanyak, yaitu 39 orang, disusul oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik dengan 23 guru besar.
"Tentu ini sangat luar biasa. Anggap saja dosen kita 1900 dengan gubes sejumlah 328 maka total ada 17 persen. Alhamdulillah, dari tahun ke tahun ada kenaikan," ungkap Prof Nasih.
Dengan tambahan 12 profesor baru ini, Unair semakin memperkuat kapasitas akademiknya dalam berbagai sektor.
"Kami yakin dengan bertambahnya jumlah guru besar, Unair akan semakin kuat dalam memberikan kontribusi bagi ilmu pengetahuan dan masyarakat. Ini bukan hanya tentang angka, tetapi juga tentang kualitas dan dampak yang akan dihasilkan," tandasnya.
Ada pun, berikut daftar 12 guru besar baru Unair yang dikukuhkan pada 25-26 Februari 2025 antara lain:
- Prof Tri Wahyu Suprayogi – Ilmu Bioteknologi Reproduksi Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan.
- Prof Sunaryo Hadi Warsito – Ilmu Teknologi Produksi Ternak, Fakultas Kedokteran Hewan.
- Prof Tatik Hernawati – Ilmu Biologi Molekular Preservasi Semen Veteriner, Fakultas Kedokteran Hewan.
- Prof Mohammad Amam Al Arif – Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan Ternak, Fakultas Kedokteran Hewan.
- Prof Ira Sari Yudaniayanti – Ilmu Bedah Veteriner (Hard Tissue/Jaringan Keras), Fakultas Kedokteran Hewan.
- Prof Rr. Soenarnatalia Melaniani – Ilmu Pemodelan Biostatistika dan Kependudukan, Fakultas Kesehatan Masyarakat.
- Prof Septi Ariandi – Ilmu Sosiologi Kependudukan dan Perilaku Sehat, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
- Prof Koko Srimulyo – Ilmu Manajemen Perpustakaan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
- Prof Siti Mas'udah – Ilmu Sosiologi Keluarga, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
- Prof Sulikah Asmorowati – Ilmu Kebijakan dan Manajemen Pembangunan, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
- Prof Mohammad Adib – Ilmu Antropologi Ekologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
- Prof Dwi Windyastuti Budi Hendrarti – Ilmu Politik Gender dan Representasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Kendati demikian, dengan terus bertambahnya jumlah guru besar, Unair semakin menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan unggulan yang terus berkembang dan berkontribusi bagi kemajuan bangsa. lni
Editor : Desy Ayu