Pemkot Dukung Program MBG, Sasar Ibu Hamil hingga Balita non-PAUD

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui dan balita non-Paud di Kota Madiun, Jawa Timur. SP. MDN
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar ibu hamil, ibu menyusui dan balita non-Paud di Kota Madiun, Jawa Timur. SP. MDN

i

SURABAYAPAGI.com, Madiun - Pemerintah Kota (pemkot) Madiun terus berkomitmen mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang difokuskan menyasar ibu hamil, ibu menyusui dan balita non-Paud.

Menurut dia, kebijakan perluasan sasaran dilakukan karena mengingat ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD merupakan kelompok rentan. Ibu hamil, misalnya. Membutuhkan gizi yang baik dan aman untuk membentuk jaringan tumbuh kembang janin dan kesehatan ibu. 

Kemudian, ibu menyusui tergolong ke dalam kelompok rentan lantaran air susu ibu (ASI) menjadi makanan utama bayi diperoleh dari ibu. “Balita non-PAUD juga butuh asupan gizi dalam tumbuh kembang mereka,’’ jelas Wakil Wali (Wawali) Kota Madiun Bagus Panuntun, Kamis (27/02/2025).

Sedangkan pengfokusan program MBG tersebut agar tepat sasaran. Mengingat, Program MBG tambahan untuk ibu hamil dan ibu menyusui memang membutuhkan perlakuan berbeda.

Sebab ketiga sasaran tidak bisa dikumpulkan di satu tempat seperti anak sekolah. Karenanya, bakal didistribusikan petugas. Pihaknya, memiliki tim pendamping keluarga (TPK) yang bakal mengantarkan paket MBG ke rumah sasaran.

"Pemerintah Kota Madiun siap untuk membantu dan menyukseskan Program MBG bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD tersebut," ujar Wawali Kota Madiun.

Menurut dia, pemda memang memiliki sejumlah tugas dalam hal itu, seperti penyiapan data sasaran, petugas pendistribusian, hingga terlibat dalam pengawasan.

Sementara itu, untuk personel yang dilibatkan tidak hanya dari Dinas Kesehatan Kota Madiun, namun juga dari instansi lain. Selain itu, Dinas Kesehatan Kota Madiun juga melakukan pendataan terhadap sasaran Program MBG untuk ibu hamil, ibu menyusui, hingga balita non-PAUD.

Diketahui berdasarkan data Dinkes Kota Madiun menyebutkan ibu hamil tercatat sekitar 2.000 orang, ibu menyusui 2.000 orang, serta balita 8.000 anak. Hitungan saat ini setidaknya butuh sekitar 17 dapur umum lagi untuk memenuhi MBG anak sekolah dan tambahan. Saat ini, baru satu dapur yang dioperasikan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Madiun yang melayani sebanyak 3.000 siswa. md-01/dsy

Berita Terbaru

Kasus Maidi Melebar, Komisi Pemberantasan Korupsi Periksa Sekda hingga Juru Parkir 

Kasus Maidi Melebar, Komisi Pemberantasan Korupsi Periksa Sekda hingga Juru Parkir 

Selasa, 14 Apr 2026 19:38 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 19:38 WIB

‎‎SURABAYAPAGI.COM, Madiun – Pengembangan perkara dugaan korupsi yang menjerat Wali Kota Madiun nonaktif, Maidi, mulai merambah ke berbagai lapisan. Tak hanya p…

Musrenbang RKPD 2027, Emil Dardak: Pembangunan Jatim 2027 Tekankan Pertumbuhan Berkualitas

Musrenbang RKPD 2027, Emil Dardak: Pembangunan Jatim 2027 Tekankan Pertumbuhan Berkualitas

Selasa, 14 Apr 2026 19:08 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 19:08 WIB

SurabayaPagi, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 di Hotel Shangri-La Surabaya, …

Dukung Konservasi Lahan dan Air, DKPP Bojonegoro Tanam 1.660 Bibit Alpukat

Dukung Konservasi Lahan dan Air, DKPP Bojonegoro Tanam 1.660 Bibit Alpukat

Selasa, 14 Apr 2026 15:50 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:50 WIB

SURABAYAPAGI.com, Bojonegoro - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) setempat kembali menunjukkan hasil…

Pemkot Terapkan Kebijakan Gerakan 'Surabaya Tanpa Gawai' Tiap Pukul 18.00-20.00 WIB

Pemkot Terapkan Kebijakan Gerakan 'Surabaya Tanpa Gawai' Tiap Pukul 18.00-20.00 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:44 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:44 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Baru-baru ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerapkan Gerakan Surabaya Tanpa Gawai setiap pukul 18.00-20.00 WIB. Dimana…

Jembatan Penghubung Putus, Siswa di Jember Rela Berangkat-Pulang Naik Rakit

Jembatan Penghubung Putus, Siswa di Jember Rela Berangkat-Pulang Naik Rakit

Selasa, 14 Apr 2026 15:36 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 15:36 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Melihat fenomena miris terutama siswa yang hendak berangkat dan pulang sekolah terpaksa menyeberangi sungai naik perahu dan rakit…

Dorong Kolaborasi Strategis, Pemkab Upayakan Hapus Kemiskinan Ekstrem di Jember

Dorong Kolaborasi Strategis, Pemkab Upayakan Hapus Kemiskinan Ekstrem di Jember

Selasa, 14 Apr 2026 13:56 WIB

Selasa, 14 Apr 2026 13:56 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jember - Sebagai salah satu langkah strategis menghapus kemiskinan di wilayah Jember, Jawa Timur, kini Bupati Muhammad Fawait atau Gus Fawait…