Terungkap, Kasus Gas LPG 3 Kg, Dioplos ke Gas Non-subsidi 12 Kg

author surabayapagi.com

share news
share news

URL berhasil dicopy

share news
Bareskrim Polri mengungkap kasus penyalahgunaan LPG 3 Kg yang dilakukan di daerah Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Bareskrim Polri mengungkap kasus penyalahgunaan LPG 3 Kg yang dilakukan di daerah Jawa Tengah dan Jawa Barat.

i

SURABAYAPAGI.COM, Jakarta- Ada ada saja ulah pelaku kejahatan ekonomi. Kini terungkap kasus gas LPG 3 Kg yang dioplos ke gas non-subsidi 12 Kg. Lalu dijual ke konsumen dengan harga 3-4x lipat. Sebanyak 1.797 tabung gas disita.

Dirtipidter Bareskrim Polri menggerebek pabrik pengoplos gas LPG subsidi di Jawa Tengah dan Jawa Barat sejak awal Maret 2025. Dirtipidter Bareskrim Polri menyita ribuan tabung gas LPG subsidi dengan total keuntungan para pelaku Rp 10 miliar lebih.

Seperti di Kelurahan Dayeuh, Kecamatan Cileungsi, Kabupaten Bogor, pada 4 Maret 2025. Di sana mereka menemukan gas LPG 3 kg subsidi dioplos ke dalam tabung 12 kg non-subsidi.

Di lokasi tersebut, mereka mengamankan pelaku berinisial RJ dan K. Modus operandi yang digunakan adalah pemindahan isi gas dari tabung 3 kg ke tabung 12 kg non-subsidi.

“Di lokasi Cileungsi, kami menemukan 190 tabung gas dengan rincian 138 tabung berisi gas 3 kg dan 52 tabung gas 12 kg. Kami juga mengamankan beberapa barang bukti seperti timbangan elektronik dan handphone,” kata kata Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Nunung Syaifuddin di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (13/3).

 

402 Tabung Gas Berbagai Ukuran

Penyelidikan yang sama berlanjut ke Desa Cibening, Kecamatan Setu, Kabupaten Bekasi. Di sini, tim penyidik mengamankan satu tersangka, F, yang diduga melakukan hal serupa.

Di lokasi ini, ditemukan sebanyak 402 tabung gas dengan berbagai ukuran, serta alat bukti lainnya, seperti timbangan elektronik dan mobil pikap yang digunakan untuk mendistribusikan barang.

Penyelidikan lebih lanjut mengarah ke lokasi ketiga, yaitu Desa Kalijambu, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, di mana dua tersangka, MT dan MK, berhasil diamankan.

Modus yang sama diterapkan di lokasi ini dengan menggunakan alat suntik dan regulator modifikasi untuk mengubah isi tabung gas subsidi 3 kg menjadi tabung gas non-subsidi 12 kg.

“Di Tegal, kami menyita 1.205 tabung gas, terdiri dari 867 tabung gas 3 kg dan 338 tabung gas 12 kg. Di sana juga ditemukan alat suntik dan dua unit kendaraan yang digunakan untuk mengangkut barang,” tambah Brigjen Nunung.

 

Modusnya Mengkulak Tabung Gas 3 Kg Sebanyak-banyaknya

Dari kasus di 3 lokasi ini penyidik menetapkan lima orang sebagai tersangka, di antaranya inisial RJ, K, F, MK dan MT.

"Total barang bukti yang sudah kita cita dari tiga TKP ada 1.797 tabung, satu bungkus plastik berisi pipa besi atau alat suntik, satu bungkus plastik berisi segel tabung LPG 12 kilogram," kata Dirtipidter Bareskrim Polri Brigjen Nunung Syaifuddin dalam konferensi persnya, Kamis (13/3/2025).

Lalu, penyidik juga menyita satu bungkus plastik berisikan karet sel regulator, satu set kompor, enam alat timbang, dua unit mobil pickup, satu unit mobil truk, serta tiga buah handphone.

Nunung menyebut para pelaku membeli sebanyak-banyaknya gas subsidi 3 Kg di pengecer di sekitar lokasi. Lalu mereka menjual gas 12 Kg dengan tabung warna merah itu dengan harga non-subsidi seharga Rp 190 ribu.

"Secara garis besar, saya sampaikan bahwa modus operandi dengan jalan melakukan pembelian tabung gas 3 Kg ini sebanyak-banyaknya dari berbagai tempat di sektar lokasi penyuntikan," katanya.

"Jadi mereka beli sebanyak-banyaknya di pengecer,' tambahnya.

Para pelaku dijerat dengan Pasal 40 Angka 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 Tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang berupa atas ketentuan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda setinggi-tingginya Rp 60 miliar.

Kemudian, Pasal 8 Ayat (1) huruf b dan c juncto Pasal 62 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen. Kita juncto-kan juga dengan Pasal 55 Ayat dengan ancaman pidana paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 2 miliar. n jk/erc/rmc

Berita Terbaru

Tertarik Kepemimpinan Perempuan, SD Muhammadiyah 3 Ikrom Taman, undang Wabup Hj. Mimik Idayana dalam podcastnya

Tertarik Kepemimpinan Perempuan, SD Muhammadiyah 3 Ikrom Taman, undang Wabup Hj. Mimik Idayana dalam podcastnya

Kamis, 04 Jun 2026 17:09 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 17:09 WIB

SURABAYAPAGI.com, Sidoarjo - Perbincangan inspiratif yang dipandu Hana Nusaibah Abdillah itu berlangsung hangat di ruang Perpustakaan SD Muhammadiyah 3 Ikrom.…

Tak Hanya PNS, PPPK Paruh Waktu di Kota Mojokerto Juga Terima Gaji ke-13

Tak Hanya PNS, PPPK Paruh Waktu di Kota Mojokerto Juga Terima Gaji ke-13

Kamis, 04 Jun 2026 16:42 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 16:42 WIB

SURABAYAPAGI.com, Mojokerto - Pemerintah Kota Mojokerto mencairkan gaji ke-13 bagi 3.692 pegawai dengan total anggaran Rp13,2 miliar. Menariknya, selain PNS,…

3 Mantan Petinggi BGN Ditangkap Kejagung, SPPG di Ponorogo Lumpuh 

3 Mantan Petinggi BGN Ditangkap Kejagung, SPPG di Ponorogo Lumpuh 

Kamis, 04 Jun 2026 15:31 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 15:31 WIB

SURABAYA PAGI, Ponorogo-Pengusutan kasus dugaan korupsi di internal Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) mulai memicu efek domino di…

Dishub Bakal Perbaiki Layanan Kinerja Transportasi Publik Suroboyo Bus dan Wira-Wiri

Dishub Bakal Perbaiki Layanan Kinerja Transportasi Publik Suroboyo Bus dan Wira-Wiri

Kamis, 04 Jun 2026 15:22 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 15:22 WIB

SURABAYAPAGI.com, Surabaya - Menyusul adanya keluhan masyarakat terkait perilaku berkendara yang dinilai kurang tertib, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya…

Rehabilitasi Trotoar dan Drainase di Jalan Buya Hamka, Dinperkim Jombang Anggarkan Rp 3 Miliar

Rehabilitasi Trotoar dan Drainase di Jalan Buya Hamka, Dinperkim Jombang Anggarkan Rp 3 Miliar

Kamis, 04 Jun 2026 15:10 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 15:10 WIB

SURABAYAPAGI.com, Jombang - Sebagai upaya mengurangi genangan air di kawasan perkotaan yang masih terus berlanjut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang…

Atasi Krisis Makam di Perkotaan, Pemkab Ngawi Siapkan Lahan Pemakaman Baru Seluas 1,8 Hektare

Atasi Krisis Makam di Perkotaan, Pemkab Ngawi Siapkan Lahan Pemakaman Baru Seluas 1,8 Hektare

Kamis, 04 Jun 2026 15:04 WIB

Kamis, 04 Jun 2026 15:04 WIB

SURABAYAPAGI.com, Ngawi - Sebagai upaya strategis mengatasi keterbatasan tempat pemakaman yang terjadi di sejumlah wilayah perkotaan, Pemerintah Kabupaten…